X CLOSE
Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Quest Menghancurkan Dia Part 23

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45Part 46Part 47Part 48
Part 49Part 50Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55Part 56
Part 57Part 58Part 59Part 60Part 61Part 62Part 63Part 64
Part 65Part 66Part 67Part 68Part 69TAMAT

Quest Menghancurkan Dia Part 23

Start Quest Menghancurkan Dia Part 23 | Quest Menghancurkan Dia Part 23 Start

Unite Monster​

Pov Agung​

Hanya bulan terang menyinari cahaya misterus yang menemaniku dalam kesendirian sambil terus melahap setiap lintasan yang tersedia menuju rumahku….tak terasa akhir aku tiba diujung barat pulau jawa…

Memasuki tempat pertemuanku dengan salah satu saudaraku yang mengerikan… Kenapa tidak dia adalah orang terkuat di keluarga kami… Setelah Alex pastinya…ku henti laju kendaraanku… Aku keluar dari mobil untuk mencari lokasi pertemuan… Kulihat seorang mendekat dengan mengunakan jaket kulit hitam dan mengunakan topi….

” kau benar-benar bikin aku kesal…” teriaknya

” maklum macet…” coba ku mengelak…

” dari sini aku yang akan membawa mobilnya” ucap edi menyuruh pergi dari kursi kemudi…

” jangan merusak mobilku…” ucapku

” aku akan membelikan mu yang baru jika ini rusak…” teriaknya…sambil duduk di kursi kemudi…

” apa kabar Alex ya…” ucapku khawatir… Ini sudah tengah malam dan belum ada kabar dari nya….

” dia pasti sedang tidur…” ucap edi yakin saudara akan selamat…

” aku siap ” ucapku memasang sabuk pengamanku… Edi adalah orang yang paling ugal-ugal dalam membawa mobil….

” tunggu aku mencium bau wanita…” ucapnya melihat jok belakang yang kututupi kain…

…………………………..​

” aku baru menculik mereka … Untuk hiburan kita disana…” ucapku cengengesan

” kalau kau taruh seperti itu kita akan ketahuan saat akan melalui pemeriksaan di dermaga…bodoh…” ucap edi keluar membuka pintu belakang… Dia mulai mengendong dr.Ana dan temannya ke bagasi….

” berikan aku tali …..” teriak edi

” ini tali nya….” ucapku mendekatinya

Kulihat dr.Ana dan temannya yang masih belum sadar akibat biusku… Di dudukkan… Lalu kaki di tekuk… Dan kedua kaki diikat bersama badannya menjadi satu…lalu mengelilingi tubuh keduanya dengan tumpukan tas dan alat yang ku bawa… Lalu menutup keduanya dengan sarung yang lubang bagian atas tetap di buat terbuka untuk nafas kedua saat di perjalanan…

” kalau seperti ini kita aman…” ucap edi

” baiklah ayo cepat kita bergegas pergi…” ucapku

Edi tak membuang waktu langsung menekan gas penuh…dia memang gila…. Waktu yang kami tempuh menjadi sangat singkat… Kami memasuki pelabuhan yang menghubungkan jawa dan sumatra… Untuk menyeberang pulang ke daerah kami….

” ed ada pemeriksaan di depan” ucapku melihat banyak polisi melakukan pengecekan… Aku gugup dan khawatir….

” hehe… Tenang saja…” ucap edi menenangkanku

Saat kami mendekat… Salah satu polisi pun mendekati mobil kami..

” malam pak… Maaf menganggu perjalanan anda…” ucapnya ramah

” malam … ” jawab edi… Sambil menunjukkan kartu anggota dari satuan yang cukup mengerikan dari tanah air ini….

” maaf pak kami tidak tahu …. Silahkan lanjutkan…” ucapnya

Edi kembali melanjutkan perjalanan tanpa ada pemeriksaan apapun…

” hahaa.. Sudah ku bilangkan tenang saja…” ucap Edi tertawa…

” bagaimana kau masih ada kartu anggota saat kau sudah keluar…” ucapku heran

” aku memang ingin keluar … Tapi kaptenku tak memberi persetujuan aku untuk keluar … Mungkin karena kemampuanku… Jadi aku ceritakan padanya tentang persoalan kita…. Akhir dia menyuruh untuk pergi dan saat misi PENGHANCURAN kita selesai aku boleh kembali bergabung dengan sekuatku…” ucapnya menjelaskan

” pantesan saja kau masih memiliki identitas itu…” ucapku

Kami memasuki kapal.. Aku dan edi tidak meninggalkan mobil … Karena aku kasian pada dua calon budakku…

” dari mana kau dapat barang sebagus ini…” tanya edi…

” ooh aku dapat dari kota pelajar… Mantapkan barangku… Aku melakukan semuanya sendiri loh…” jawabku bangga

” aku minta temannya saja…” ucapnya santai

” enak saja kau… Itu oleh-oleh untuk Alex… ” balasku

” apa Alex menyukai hal seperti itu… Bukannya dia lebih suka menyendiri…. Dia tak akan mau menerima hadiahmu” ucap edi

Mendengar ucapan Edi aku baru sadar… Dengan 3 budak milik Alex… Takutnya monster ini akan macam-macam pada mereka…

” Alex sekarang berubah… Bahkan dia memiliki 3 orang budak di rumahnya…” ucapku

” 3 orang… Apa ini aksi frustasinya karena tak bisa memiliki Liana…” sahut Edi …

” entah lah… Yang jelas dia memiliki budak saat ini…. Ini juga yang mengilhami ku untuk melakukan hal seperti ini” lanjutku

” jadi anak itu sudah banyak berubah… Bagaimana kemampuannya…” tanya edi kembali

” kekuatan mengerikan… Aku pernah mencoba mengetes kemampuannya… Aku kalah telak padahal aku sudah mengunakan obat yang ku ciptakan….” jawab ku

” menarik aku jadi ingin mengtest kemampuannya juga sekarang…” ucap edi tertantang dengan upgrade kemampuan Alex yang dia ketahui empat tahun yang lalu masih sangat minim…

” kali ini kau yang akan kalah….” ucap Agung…

Diikuti tertawa lepas keduanya….

” sebelum kita tiba disana aku ingin memberi tahu 3 hal tentang budak Alex…;

Pertama, Tia wanita yang cantik, tinggi, bertubuh paling sekal , dia memiliki satu orang anak dan memiliki kemampuan untuk melayani kebutuhan Alex dengan sempurna… Jangan mencoba mendekati atau menyentuhnya… Dia sedang mengandung anak Alex…

Kedua di Hera dia wanita tercantik dan bertubuh tinggi… Kulit pun putih bersih… Kalau wanita ini mungkin kau bisa mencicipinya… Karena tuannya adalah hadi …

Ketiga dia bernama Nura aku belum pernah melihatnya … Dia di bawa kerumah karena dia sudah hidup sebatangkara setelah ibu meninggal… Dia juga bekerja di kantor Alex…

Itulah ketiga budak Alex….” jelas ku untuk memberi informasi pada Edi…

” baiklah… Terima kasih infonya… Lalu sapa hadi…” tanya Edi

” dia adalah salah satu anak buah Alex di Pemerintahan… Dan dia yang mempunyai ide untuk menculik Tia dan Hera…. ” balasku

” menarik juga … Dia di pihak kita atau lawan…” tanya Edi

” ntah lah aku belum mengeceknya… ” ucapku singkat

” kalau begitu biarkan aku saja yang menginterogasinya…” ucap Edi

” terserah mu saja….” ucapku

Suara klakson kapal menunjukkan dia akan merapat ke pelabuhan… Kulihat ikon kota ini terlihat dari atas kapal… Siger yang di agungkan kota selamat datang di pulau sumatra… Menunggu antrian panjang keluar dari kapal besar ini… Sampai akhirnya giliran kami …. Edi memacu kembali mobilku… Masih butuh 9 jam untuk sampai di kota kami….

Semakin dekat untuk memulai petualangan besar kami … Ini untuk pertama kali kami berempat akan berkumpul… Setelah sumpah empat tahun untuk mengembangkan diri masing-masing sebelum misi PENGHANCURAN… Aku sudah melihat perkembangan Alex yang luar biasa… Lalu bagaimana dengan Edi dan Adi semenakut apa mereka saat… Tapi aku juga sudah berkembang bukan anak yang akan bersembunyi di belakang ketiga saudaraku… Mungkin aku tak sekuat Edi, sesadis Adi dan semisterius Alex dengan banyak kekuatan yang tersembunyi… Aku akan membantu misi PENGHANCURAN kami itu lah sumpahku… Meskipun nanti dengan nyawaku sekalipun aku siaap….

Beberapa jam kemudian kami tiba di daerah … Tempat yang ku cintai … Cuaca begitu mendung daerah seperti mengetahui sekejap lagi akan ada pertumpahan darah di sini….

” sebaiknya kita tak usah kebut… Sangat berbahaya mengendarai dalam kabut…” ucapku pada Edi…

” sudah tidurlah aku yang mengendarai ini….” ucapnya

Kami sampai kota kecil di bawah gunung yang berdiri gagah di belakang kami… Dan laut yang terbentang memanjang… Ciptaan tuhan yang mengagumkan milik kampung halamanku

Tiba dikota… Kami melihat puluhan mobil polisi dan ambulans hilir mudik didalam kota… Edi pun menghentikan mobil untuk bertanya dengan beberapa warga

” maaf kenapa banyak polisi disini…” ucap Edi bertanya pada warga

” terjadi pembunuhan berantai pak…” ucap seorang warga

” pembunuh bagaimana pak…” ucapku

” awalnya ada serangan di mess milik As Company , lalu rumah Wili dan gudang milik Goldrich Company terbakar banyak korban disana…. Pagi ini giliran ayahnya wili dan keluarga di habisi dan di bakar…” jelas warga itu

” seperti dua raksasa perusahan di kota ini mulai berperang lagi….” ucap orang yang terlihat tua…

” wah bahaya kalau gitu pak… ” ucapku

” terima kasih pak… Selalu hati-hati… ” ucap edi melanjutkan perjalanan kami kerumah…

” siapa yang membunuh Suroso… Apa Alex yang melakukannya…” ucapku

” luarbiasa … Sehebat apa saudaraku itu…” ucap Edi yang justru bahagia…

” ed… Kenapa kau malah senang…” tanyaku

” tidak apa-apa…. ” ucapnya

Kami sampai di perkarangan SPBU yang tertutup… Dan langsung masuk ke dalam rumah Alex…

” SPBU benar-benar tutup ya….” ucapku

” biarkan saja…. Tak ada yang berubah dari rumah ini….” ucap edi segera keluar dari mobil….

“Kalian terlalu lama ….” Ucap seseorang yang duduk di depan garasi rumah…

“Jadi kau tiba duluan….” ucapku

” dimana Alex… Aku ingin bertarung dengannya…” ucap Edi

” sebaik kita masuk ” ucap ku

Edi yang tak sabar langsung berteriak sambil memasuki rumah….

” pencundang dimana kau….” teriaknya

Adi bangun dari tempatnya duduk sambil menarik rantai…. Ku lihat wanita cantik penuh dengan luka dan berkalungkan rantai ada disana…

” siaapaa dia Adi….” ucapku

” aku mengambilnya saat aku membunuh semua keluarga nya…” ucapnya sambil menarik rantai hingga wanita itu bergerak merangkak mengikuti Adi masuk….

” jadi bukan Alex yang menghabisi keluarga suroso… tapi dia…” gumamku…

Aku pun masuk ke dalam rumah …. Kulihat edi sedang bersenang-senang dengan Alex sambil tertawa… Mereka saling pukul bergantian… Ini lah keluargaku yang Mengerikan , aneh dan namun saling perduli

*********************************************************************************

Pov Alex​

Aku terbangun ada sesuatu yang menggangu tidurku…. Kulihat jam masih terlalu pagi…bahkan sang surya belum menunjukkan cahaya di ufuk timur…..

Tapi perasaan ini begitu menggangu tidur ku…. Perasaan yang membuat jantung seperti genderang perang… Berdetak sangat kencang kulihat ketiga wanita ku masih terlelap tidur… Aku coba tidur kembali…. Tapi perasaan ini menghalangi tidur ku…

Ku coba bangun dari tempat tidurku untuk mencari tahu penyebab perasaan gusar dalam diriku…. Ku langkah kaki menuju ruangan tengah … Semua ruangan dalam keadaan gelap… Aku duduk termenung di sofa tengahku… Keringat mengalir padahal cuaca cukup bersahabat….

Teringat akan saudara-saudaraku… Senyumku mengembang segera ku berlari kembali ke atas… Kubangunkan Tia, Hera dan Nura….

” sayangku bangun….” ucapku membangunkan Tia

” hmmm… Apa aku kesiangan…” ucapnya sambil bergegas bangun…

” tidak … Ini masih pagi….” ucap ku

” lalu untuk apa tuan membangunkanku….” ucapnya

” kau harus memasak yang sangat enak hari ini…” ucapku

” hari spesial apa ini….” ucapnya bingung….

” kau tahu para saudaraku akan tiba…” ucapku

” benarkan … Apa Agung menelponmu…” ucap Tia kaget

” tidak tapi intuisi seorang saudara….” ucapku

” haaaa… Bagaimana kalau mereka tidak datang…” ucap Tia tertawa

” kau tak mau memasak ya sudah..” ucap sedikit sewot….

” ya tuan aku masak… Maaf kan aku…” ucap Tia memeluk ku….

” oke siiip…” ucapku sambil bergerak ke arah Nura

” sayang ku bangunn …” ucap ku membangunkan Nura yang terlelap

” ehh… Ya tuan… Ada apa….” ucap Nura mengeliat….

” bantu kakmu masak ya… ” perintahku

” masak… Baiklah…” ucap Nura antara sadar dan belum….

” ayoo banguun…” ucapku

Membuat Nura bergerak bangun dari tempat tidur… Aku tahu Nura masih lelah akibat pertarungan tadi malam yang luar biasa tapi aku tak akan tega menyuruh Tia sendiri yang masak… Nura meninggalkan ku…. Tinggal satu lagi yang belum terbangun

” sayang bangunnn….” ucapku mengoyangkan tubuhnya…

Tapi tak ada tanda dia akan bangun…. Aku goyang lebih kencang tubuhnya, dia hanya berbalik… Aku mulai kesal Hera tak kunjung bangun… Aku mulai meremas-remasnya membuat tubuh Hera mengeliat mendapat rangsangan dariku…

Tapi sekian lama ku peras payudaranya dengan kedua tanganku… Membuat terbangun…

” hmmzzz… Tuan nakal ya … ” ucapnya

” kau tidur seperti monster ” ucapku sambil tertawa

” maaf… Hera benar-benar kelelahan hari ini…” ucapnyaa manja dan memeluk ku dengan tangannya

” memang kau dari melakukan apa…” ucapku

” hehee… Tidak melakukan apapun… Tapi aku benar-benar kelelahan tuan…” ucap hera menegaskan kembali statusnya….

” ya sudah tidak apa-apa… ” ucapku mencium keningnya…

” yang lain pada kemana… ” ucapnya sambil terus menempel tubuh dan kepala di tubuhku…

” semua saudaraku akan kemari jadi aku suruh mereka untuk memasak termasuk kau…” ucapku

” jadi mereka telah tiba…. Tapi aku tak bisa masak…” ucapnya cemberut di depanku

” hera jangan seperti itu di depan ku… Kau terlihat terlalu cantik…” godaku pada …

” benarkan… Memang aku yang tercantikkan… ” balasnya sambil memainkan payudara ke tubuhku…

” hmmmm… Hmmmm” ucap Nura memotong kemesraan kami

” kenapa sih … Nura menggangu saja…” keluhnya terhadap Nura

” kak Tia menyuruhku… Kau harus menyapu saja…” ucap Nura lugas …

” dasar kak pertama yang cerewet..” protes Hera melepaskan pelukkannya dan pergi bersama Nura meninggalkan ku…

Aku hanya tersenyum dengan kejadian ini… Benar saja aku tahu penyebab Hera begitu manja denganku… Dan jujur aku menyukai tingkahnya itu…. Aku segera bergegas melihat kerjasama ketiga istriku…. Tia memang bertugas sebagai koki … Dia memasak , lalu Nura dia membantu menyiapkan semua keperluan masak sang kak… Lalu si bungsu dia sibuk menyapu setiap ruangan…

Membuat semua pekerjaan terselesaikan dengan baik… Semua telah siap… Aku menyuruh mereka bersih-bersih agar ketiga tampil cantik menyambut kedatangan saudara ku…

Matahari meninggi… Ketiga wanitaku pun sudah siap … Aku hanya perlu menunggu…. Suara deru mobil tiba dan masuk ke halaman rumahku…

” mereka tiba ” ucapku

” tuan apa yang harus kami lakukan…” ucap Tia

” tunggu disini sampai aku memanggil kalian…” ucapku meninggalkan mereka….

# didalam Kamarku​

” kak seperti apa saudara dari tuan kita…” ucap Hera cemas…

” ntahlah hera tapi yang jelas … Hanya Agung yang sudah kita kenal…” ucap Tia

” apa mereka seperti hadi…” ucap hera menggengam tangan Tia kuat… Trauma akibat hadi masih berbekas… Membuat hera ketakutan…

” hadi… Dia orang yang baik ” ucap Nura…

” baik katamu… Dia penyiksa dan kejam ” teriak Hera pada Nura….

” tapi dia pria yang baik … Kalau dikantor…” lanjut Nura kembali…

” kau belum lihat Hadi yang sebenarnya…” ucap Hera tubuhnya bergetar…

Melihat Hera begitu ketakutan membuat Nura terdiam… Dia tak ingin membuat Hera dalam keadaan jauh seperti ini…

” sudah kita akan aman … Ada tuan Alex bersama kita…” ucap Tia menenangkan keduanya…sebenar Tia ketakutan cuma dia berusaha tidak takut agar kedua adiknya tak ketakutan lebih dari ini….

#kembali ke posisiku​

Aku mulai mendengar percakapan dari suara yang ku dengar… Intuisiku benar dengan kehadiran para saudaraku disini…

Pintu terbuka…..

” hai… Anak lemah… Kemari kau… Akan kuhajar kau.” teriaknya menantangku

Aku bergegas melompat dari tangga dan menyerang dengan meninju pipi sebelah kanannya…

*bruuk…. Pukulan keras yang telak….membuat Edi tersimpuh… Tapi dia langsung bangkit dan menendang perutku dengan keras…. Membuatku terpental kembali ke arahku datang… Untung aku mampu menjaga keseimbanganku…. Tendang itu sangat keras…

” hahaaa… Saudaraku…. ” teriak edi membuka tangannya…

” kau yang terbaik ” balasku kami saling berpelukan…

” tinju makin keras saja… Untung kuda-kuda kuat … Jika tidak aku bisa langsung jatuh…” puji Edi

” kekuatanmu juga makin bertambah….” balas pujianku

Kulihat Adi juga masuk keruanganku sambil menarik sesuatu….. Awal kukira itu binatang peliharaan… Tapi saat makhluk itu masuk aku melihat wanita cantik di ujung rantai yang mengikatnya…

” Adi… Kau baik-baik saja …. ” ucapku sambil memeluknya…..

” jangan seperti ini… Memalukan..” bisiknya…

Membuatku tertawa…. Dia masih tetap serius dan kaku seperti dulu…. Tapi inilah yang ku suka dari Adi…. Pria terakhir masuk… Bisa di tebak di Agung pria tertampan dan imut di keluargaku…

” semua ayo duduk…” ucapku

” tempat ini masih sama seperti yang dulu…” ucap Edi melihat ke semua sisi rumah ini…

” aku tak ingin mengubah apapun…” ucapku

” bagaimana pertarunganmu … Apa kau terluka…” ucap Agung

” tidak apa… Tak ada luka yang terlalu berarti…” ucapku

” buka baju sekarang…” ucap Agung mendekatiku….

” baiklah… ” ucapku membuka bajuku….

Terlihat bebapa luka … Agung segera mengecekku … Dia benar-benar khawatir aku terkena serangan fatal dari musuhku…

” aku hampir lupa… Aku akan mengenalkan kepada kalian ketiga istriku…” ucapku

” istri mu…. ” ucap Adi sedikit kaget

Dan Edi tertawa mendengar ucapanku… Dia juga tak sabar ingin melihat para wanita simpanan Alex…. Yang telah di beritahu oleh Agung…

Agung pun sama dia masih penasaran dengan yang namanya Nura…. Maklum di pergi saat Nura tiba dirumah ini….

” Tia…. Heraa…. Nuraaa… Kemarilah perkenalkan para saudaraku….” teriakku…

Mereka bertiga muncul dari kamarku….membuat ketiga saudaraku hanya bengong…. Terutama Edi dia beberapa kali menelan ludahnya…

” jadi ini yang namanya Nura ….” ucap Agung

Nura hanya tersenyum ketika Agung menyalaminya…

” luar biasa kau … ” teriak Edi mendekati ketiga wanitaku…

Sedangkan Adi sedikit mengelengkan kepala melihat aksi bodoh Edi… Edi mulai menyentuh pantat Hera… Yang membuat Hera ketakutan dan menempelkan tubuhnya pada Tia….

” jadi kau yang bernama Hera ” ucap edi di telinga hera….

” ya tuan… Aku Hera…. ” ucap nya gugup…

” benar kata Agung wanita ini sangat cantik… ” gumam edi dalam hati…tapi dia menjaga sikap karena ini milik saudarannya…. Jika tidak pasti dia akan membawa langsung wanita ini ke kamarnya…

” aku juga akan mengenalkan tangkapan ku…” ucap Adi

” benar juga aku belum mengetahui sosok wanita cantik itu…” ucapku

” kau dapat dari mana wanita itu…” lanjut Edi

” perkenalkan namamu sekarang…” perintah Adi menarik rantai pengikat lehernya membuat wanita itu terdorong ke depan….

” namaku Henny Jalingga Suroso… Anak bungsu dari Suroso… Usia ku 22 tahun…pekerjaan ku seorang desainer” ucapnya sambil menahan air matanya mengalir….

” bagaimana kau bisa mendapatkannya…” teriakku….

” karena aku bosan dan mood tidak baik… Aku sengaja menyerang langsung Suroso… Dan aku menghabisi seluruh keluarga kecuali wanita ini… Aku sengaja membawa nya untuk ku hadiahkan pada mu…. Dan sebagai balas dendam atas kematian karyawan kita… ” jelas Adi

” kau membunuh semua keluarga Suroso…” teriak Edi mencengkram leher Adi….

” kenapa memangnya….” ucap Adi menantang Edi

” kau ingin mati konyol…” teriak Edi

” aku tak takut pada mu….” ucap Adi

Suasana mencekam seketika…. Aura pembunuh Adi dan Edi terpancar …. Membuat ketiga wanitaku saling berpelukan ketakutan…

” ayo lah santai sedikit ” ucap Agung coba menghentikan perseteruan keduanya…

” sudah lama aku ingin membunuh pria ini… Pria yang sok kuat… Kau kira kau yang terkuat hingga menyerang sesuatu yang penting tanpa strategi dan tidak memikirkan dampak yang terjadi..” teriak Edi

” tapi aku berhasil membunuh mereka semua… Aku hanya membalas dendam kita…” ucap Adi membenarkan diri

” benar yang dikatakan Edi … Mungkin kita bisa saja membunuh langsung … Tapi tanpa strategi yang matang … Kita bisa menjadi mangsa empuk buat mereka…” ucap Agung

” kau yang hanya bisa bersembunyi di balik kami… Jangan pernah ikut campur dengan masalah ini…” teriak Adi…

” kurang ajar..” teriak Edi mengarahkan tinju langsung kearah pipi sebelah kiri..

” Hentikan…. Ku bilang hentikan pertempuran bodoh ini….. Kita beruntung bisa membantai habis keluarga Suroso… Ini akan membuat Goldrich Company akan sedikit kacau akibat ini..

Teriakku menghentikan perseteruan keduanya…

” benar kata Alex… Saat ini Goldrich Company akan kacau… Mereka akan bertindak hati-hati dalam menghadapi atau berbenturan dengan kita…” jelas Agung…

Keduanya menghentikan perseteruan

” sebaiknya kita mengisi perut sebelum melakukan langkah selanjutnya…” ucapku sambil memberi isyarat pada ketiga wanitaku…. Untuk menyiapkan makanan yang sudah mereka buat…

************************************************************

# di Suatu Tempat​

Handphone berbunyi berulang kali seakan memangil penting pemiliknya… Dengan berat hati sang pemilik mengangkat telpon itu….

” ada apa malam begini kau mengangguku…” ucap Harun….

” ada berita buruk ketua…. Gudang persediaan BBM dan logistik terbakar habis…. Dan keluarga Suroso baru saja di bantai habis….” jelas pria itu

” bagaimana mungkin…. Dimana Wili… Dan siapa yang membantai Suroso….” teriaknya

” ntah pak aku pun belum tahu pasti siapa yang melakukannya….” ujar pria itu lagi

” kumpulkan semua anak buah sekarang… ” teriak harun emosi….

Beberapa jam kemudian di sebuah aula cukup luas .. Satu-persatu petinggi dari keluarga Goldrich Company hadir… Bos 1 hadir dengan seragam lengkap kebanggannya dengan banyak plakat di bajunya tak lupa topi dan tongkatnya…

Beberapa menit kemudia Bos 2 hadir dengan stelan batik khas suatu daerah…. Wajah yang menakutkan… Dan beberapa luka di wajahnya menambah mengerikan pria ini….

Selanjut Horizon… Hadir dengan pakaian sederhananya… Langsung masuk ke dalam Aula pertemuan… Beberapa orang petinggi juga hadir …

# di gedung pertemuaan​

” apa semua telah berkumpul….” teriak harun memulai perbincangan panasnya

” semua sudah siap ketua…,” ucap seorang moderator

” baikkah… Kalian pasti sudah mendengar dengan beberapa kejadian malam ini, tewas seluruh keluarga Suroso dan kebakaran hebat di gudang, rumah Wili dan rumah Suroso… Pasti memiliki keterkaitan satu sama lain…. Atau mungkin satu pelaku….” ucap Harun kesal….

” dan pelaku ini pun ketua…. Sangat pintar tak ada celah untuk kita menunjuk sapa pelaku… Bahkan tak ada satupun sanksi dari ketiga kejadian besar itu…. Semuannya tewas…” ucap bos 1…..

” benar-benar di sapu bersihnya kita…. Ini tak bisa didiamkan begitu saja…” ucapk bos 2 memukul meja sangking emosinya

“Tenang … Kita harus berpikir jernih untuk hal seperti ini…” ucap Liana coba mendinginkan suasana…

“Menurut kalian siapa pelakunya….????” tanya pria tampan yang di belakang punggung terselip senjata automatis….

” tidak salah lagi itu adalah rival kita…” ucap bos 1

” mana mungkin … Mereka tidak memiliki anak buah sebanyak yang kita miliki…” teriak bos 2

” sebab semua pembantai ini terjadi setelah Wili dan kawan-kawannya membantai isi mess dari AS Company ” ucap bos 1

” tidak mungkin.. Bagaimana bisa ini terjadi, Suroso memang lemah … Tapi dia memiliki anak buah yang sangat kuat….” ucap bos 2 lagi

” itu semua bisa terjadi…. Karena Anak manja itu pasti pelakunya…” ucap Horizon

” haha… Mana mungkin anak selemah itu bisa melakukan hal besar seperti ini…” ucap adik dari harun tertawa

” tapi ini terjadi…. Anak kesayangan ku Jo pun tewas di tangan anak manja itu…” jelas jo

” bagaimana bisa Jo yang sangat kuat bisa tewas begitu saja….” ucap pria mungil anak dari bos pertama

“Tapi ini lah faktanya…” ucap Horizon singkat

” aku tak kaget kalau ini terjadi… Pasti selama ini anak manja itu pasti berlatih sangat keras membalaskan dendam nya” ucap Harun

” dendam apa Ayah… ” ucap Liana

” dendam karena perusahaan kita lebih berkembang dari pada perusahaan mereka…” lanjut Harun

” tapi dendam seperti itu tak akan membuat Alex berubah jadi menakutkan…. Aku harus mencari tahu ” gumam Liana

” jadi menurutku… Mulai saat ini kita harus memikir setiap langkah untuk menaklukan mereka… Kita tak boleh bergerak sendiri-sendiri mulai dari sekarang…. Kita tak tahu kekuatan musuh seperti apa…” ucap pria tampan

“Benar kata anakmu…kita harus berhati-hati mulai dari saat ini…” balas bos kedua

” aku juga punya fakta menarik dan satu kesempatan kita untuk melumpuhkan kekuatan utama anak manja itu….” ucap Horizon melemparkan beberapa foto….

” foto siapa ini ….” ucap Bos pertama

Melihat foto wanita kecil yang cantik…..

” Dia adalah istri dari anak manja itu…” ucap Horizon yang sontak membuat kaget seisi Aula rapat….

” jadi wanita ini adalah pengganti dari adikku..

” ucap pria tampan

Yang membuat Liana menunjukkan ekpresinya yang kesal….setelah ejekan dari kakaknya…

” kalau begitu harus kita bunuh saat ini juga…” perintah bos pertama

” benar … Apa yang dikatanya… Seperti hal anak manja ini…. Jika empat tahun lalu aku diizinkan membunuh anak manja ini…. Mungkin hal ini tak akan pernah terjadi… ” jelas bos kedua

” benar kita terlalu menganggap remeh anak itu… Sekarang dia sudah memilik kekuatan… Dan anak buah yang cukup misterius…” ucap bos pertama

” ayo kita sewa pembunuh bayaran untuk menghabisi wanita ini kalau perlu anak manja itu sekalian” teriak bos kedua

” tidak semudah itu bang…. Kita tak tahu kekuatan yang melindunginya… Kalau kita salah langkah kita akan di habisi oleh mereka…” ucap pria tampan

” benar … Urusan wanita cantik ini serahkan padaku pada waktu yang pas aku akan menikmati tubuhnya sebelum aku menghabisinya untuk membalaskan kematian Jo. ” teriak Horizon

” aku tahu wanita ini bekerja satu kantor dengan Alex… ” ucap pria berkaca mata

” jadi dia satu kantor…. Aku bisa mencari tahu semua identitas wanita itu dari sahabatku yang satu kantor dengan Alex juga… ” ucap liana

” hahaa… Kita bisa mengandalkan liana…” teriak bos pertama….

” di sisi Alex ada satu orang yang mampu memiliki kemampuan strategis yang menakutkan… Bahkan nilai setiap ujian selalu sempurna… Dia Agung namanya… Pria yang selalu dekat dengan Alex ….” ucap Liana

” jadi kita mulai tahu kekuatan dari Alex ….karena hanya Liana yang paling mengenal pria manja itu….” ucap pria tampan

Mereka pun mulai mengakhiri pembahasan tentang Alex…

” lalu aku ingin berbicara tentang tender pelabuhan…” ucap Harun

” tapi pak akan sulit sebab ada perusahaan dari Provinsi yang mengikuti tender besar ini…” ucap pria berkacamata

” perusahaan milik siapa itu…???” ucap Harun sedikit marah

” perusahaan milik Quraina …. Assiten administrasi di Pemkab kita…” ucap pria berkacamata

” aku tak pernah mendengarnya…” ucap Harun

” dia baru di Pemkab kita … Dia dari Provinsi… Dan perusahan milik suami cukup besar di provinsi… Dan aku mendapatkan file proposalnya ini dari komputer nya yang lupa dimatikan oleh Quraina diruangan…. ” menayangkan proposal yang akan di ajukan oleh perusahan Quraina….

” ini tidak mungkin…. Ini proposal jebakan ” ucap Liana….

“Apa mungkin ini ada hubungan dengan AS Company yang langsung mundur dari peta persaingan tender tersebut…” ucap Liana kembali dia tahu Alex buka pria yang akan menyerah hanya dengan uang yang diberikan padanya…

” keuangan keluarga AS Company pun pemasukan standar ketua…” ucap wanita cantik yang merupakan banker suatu bank negara

” ini aneh… Dengan perusahaan yang rata-rata stabil bahkan kenaikan juga tinggi , mana mungkin uang aset AS Company bisa bertambah sedikit….” Telaah dari Liana membuat semua orang di Aula tercengang kemampuan yang luar biasa

” pasti dana di transfer ke Rekening bang lain” ucap bos kedua

” kalau seperti itu aku pasti tahu…. Tapi tak ada hubungan rekening alex dengan Rekening lainnya ” ucap wanita bankers itu….

” lalu kemana uangnya…” ucap Bos pertama

” ntah lah … Ini berbahaya , kita harus berhati-hati… Dan tender ini sebaiknya ayah kita tak perlu memaksakan diri…. Kita sudah rugi besar dengan terbakarnya gedung penyimpanan kita.

Kita tak bisa berusaha memenangkan tender dengan kerugian seperti ini…” ucap pria tampan

” tidak kita tak boleh kalah dari perusahan siapapun itu…” perintah Harun….

Membuat semua yang berkumpul disitu terdiam… Mereka tak mungkin melawan keputusan ketua nya….

” dan aku ingin kalian tidak bertindak macam-macam dengan anak manja itu …. Sampai kita mengetahui seluruh kekuatan mereka… Dan hanya kau Liana yang mampu mencari tahu itu semua ” ucap Harun

” baik lah Ayah…” ucap Liana

” baik perkumpulan kita hari ini selesai …

Kita akan benar-benar menghabisi AS Company… Setelah kita memenangkan tender besar itu…” ucap Harun sambil tertawa terbahak-bahak diikuti seluruh orang di dalam sana…

Hanya satu orang yang terus perpikir dan menerka rencana yang dibuat Alex… Dia adalah Liana

” aku memang tak pernah paham dengan cara berpikir Alex… Belum lagi ada Agung yang kemampuannya luar biasa dalam taktik seperti ini…. Goldrich Company sudah tertinggal beberapa langkah dari pergerakan mereka… Perang ini bukan hanya mengandalkan otot… Tapi taktik yang baik akan mampu memenangkan peperangan ini…” pikir Liana yang terus memutar otaknya untuk memahami apa yang terjadi….

Apa Rencana Goldrich Company ? Untuk menghentikan Laju dari Unite Monster milik Alex yang mungkin belum mereka sadari​

Bersambung

END – Quest Menghancurkan Dia Part 23 | Quest Menghancurkan Dia Part 23 – END

(Quest Menghancurkan Dia Part 22)Sebelumnya | Selanjutnya(Quest Menghancurkan Dia Part 24)