X CLOSE
Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 6

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 6

KETAMAN ASMORO​

Anjeeenggg.. ga terasa sudah delapan belas tahun aja usiaku gaesss.. berarti tahun depan, aku sudah kuliah dong.. hahahaha.. ga sabar sudah aku menantikan itu.. dan daerah tujuanku sudah pasti kota pendidikan.. selain karena tempatnya nyaman dan adem, kekasihku Mita sudah kuliah disana..

Dan menunggu waktu itu sangatlah menjengkelkan sekali loh.. resah, gelisah dan basah.. itu yang aku rasakan saat ini.. resah karena aku terus memikirkan Mita yang ada disana.. gelisah karena aku ga bisa apa – apa selain menunggu.. basah.. ya cuma bisa mimpi basah aja aku jadinya.. hahahaha.. bangsat.. ngetik apasih aku ini..? kok jadi bingung begini..

Oke kita kembali lagi.. rencananya nanti malam teman – temanku, menagih pesta untuk ulang tahun ku.. dan mereka ingin minum sampai esok pagi.. gila.. aku sih mau saja dan aku sudah pamit dengan Ayah dan Bunda untuk tidur dirumah temanku.. sebenarnya sih ulang tahunku sudah terlewat beberapa hari yang lalu.. tapi karena kebetulan besok hari libur, teman – temanku baru menagihnya hari ini..

Dan siang hari ini aku sudah keluar.. dan setelah pamit dengan Ayah dan Bunda, aku langsung memacu mexi merahku kepinggiran kota.. aku ingin refresing sejenak.. aku lagi galau tingkat dewa memikirkan kekasihku Mita.. dan aku sangat kangen dengannya..

Saben wayah lingsir wengi.. mripat iki ora biso turu..
(Setiap malam menjelang.. mata ini tidak bisa tidur)

Tansah kelingan sliramu.. wong ayu kang dadi pepujanku..
(Selalu teringat dirimu.. wanita cantik yang menjadi pujaanku)

Dan sambil mengendarai sepeda motorku aku menyanyikan salah satu lagu the godfather of brokenheart..

Anjeennggg.. setiap melakukan apapun, aku selalu mengumandangkan lagu – lagu the godfather of brokenheart.. karena aku sekarang sudah menjadi salah satu sobat ambyar.. lagu – lagu beliau ini selalu mengena dihatiku.. apalagi lagu ketaman asmoro ini.. aku sampai menghayatinya karena kerinduanku ini.. gila gila..

Dan setelah sampai dipinggiran kota.. aku mencari sebuah taman yang untuk melepaskan beban pikiran yang ada dikepalaku.. gila, masa gara – gara Mita aja aku jadi begini sih..? semenjak kepergiannya, terus terang keseharianku menjadi sepi dan hampa.. aku seperti tidak mempunyai semangat untuk melakukan segala hal.. hiuuffttt huuu..

Dan setelah memarkirkan sepeda motorku, aku pun berjalan kekursi dipinggir taman.. aku mencari kursi yang terlindung pepohonan.. panas – panas begini, memang enak duduk dibawah pohon sambil menghisap rokok..

Suasana ditaman ini tidak begitu ramai, mungkin karena matahari sedang panas – panasnya, jadi orang malas keluar.. tapi beda denganku.. hawa panas ini, malah ga begitu terasa.. kalah dengan kerinduan yang menyiksa batin.. anjeeenngg.. lebay sekali sih aku ini..

Dan ketika aku sedang duduk dan menikmati rokokku, aku melihat seorang wanita setengah baya menyebrang jalan kearah taman.. sepertinya dia dari mini market seberang jalan sana..

Anjeeennggg.. wanita itu sangat cantik sekali untuk wanita seusianya gaesss.. wajahnya manis dan kulitnya putih bersih.. hidung mancung dan bibirnya seksi.. bajingaannn.. enak kali ya kalau siang – siang gini ditemani sama wanita cantik itu.. hehehehe..

Mikir apasih aku ini..? kok jadi ngelantur gini..? bukannya aku kangen dengan Mita..? tapi sempat – sempatnya malah mikir wanita setengah baya itu.. kurang ajar memang aku ini..

Dan ketika dia sudah menyebrang dan berjalan ditrotoar.. aku melihat ada sebuah sepeda motor mengikuti wanita itu.. dan diatas sepeda motor itu, dua orang berboncengan sambil mengamati wanita itu.. satu yang berbaju putih memegang setir sepeda motor dan yang berbaju hitam digoncengnya.. dan sepertinya mereka akan berbuat sesuatu dengan wanita itu..

Dan benar saja.. motor itu berhenti tepat disamping wanita yang berjalan itu.. laki – laki yang berbaju hitampun langsung merebut tas yang sedang digantungkan dipundak wanita itu..

Aku yang melihat hal itu langsung membuang rokokku dan berlari kearah mereka.. jiwa kesatriaku pun langsung memberontak ingin menyelamatkan wanita itu.. dan terlihat wanita itu terlihat mempertahankan tasnya sekuat tenaga sambil berteriak..

“TOLONG.. TOLONG..” teriak wanita itu sambil memegangi tasnya.. orang yang berbaju putihpun langsung menarik gas motornya dengan kencang.. wanita itu pun akhirnya melepaskan tasnya.. karena laki – laki yang berbaju hitam yang dibonceng itu, menarik tas wanita itu dengan kuatnya..

Wanita itu sempat oleng.. Namun ketika wanita itu mau jatuh, dia sempat berpegangan pada sebuah pot besar dipinggir jalan..

“AAAAAAAAA…” teriak wanita itu sambil memegang pot..

Dan ketika yang berbaju putih itu menarik gasnya, aku sudah berlari tidak jauh dari para penjambret itu.. lalu dengan sekuat tenaga, aku melompat sambil mengarahkan tendanganku kearah orang yang berbaju hitam..

BUHHHGGGGGG…

Orang itu terdorong dan motornya langsung oleng dan menabrak trotoar sampai mereka berdua terjatuh..

Yang berbaju hitam terlempar ketengah jalan.. sedangkan yang berbaju putih tertindih sepeda motornya.. dan ketika yang berbaju putih berusaha bangun sambil menegakkan sepeda motornya..

BUHHHGGGGGG…

JEEDDUUUKKKK..

“AAARRGGGGHHHH..” dia berteriak kesakitan..

Aku menginjak kepala belakangnya dengan sangat kuat dan wajahnya langsung terhantam spedo motornya..

BRUUAAAKKKKK..

Sibaju putihpun terjatuh lagi.. dan sekarang tubuhnya yang menindis sepeda motornya dengan wajah yang terhempas keaspal..

Aku pun meloncat lagi sambil menginjak wajahnya dengan telapak sepatuku..

BUHHHGGGGGG…

“AAARGGGGHHHH..” orang itupun langsung menggelepar diatas motornya..

Dan kulihat yang berbaju hitam yang terlempar tadi, sudah berdiri dan mencoba melarikan diri sambil membawa tas wanita tadi..

Aku pun mengejarnya.. laki – laki berbaju hitam itupun berlari dengan kaki tertatih – tatih.. dan ketika aku sudah tepat dibelakangnya..

BUHHHGGGGGG…

JEEDDUUUKKKK..

Aku meloncat lagi dan mengarahkan injakan kakiku kearah punggungnya dengan keras sampai dia terjungkal kedepan dan wajahnya terhantam trotoar..

“AARRHHGGGG..” dia berteriak dan melepaskan tas wanita itu lalu memegangi wajahnya yang berdarah.. dia yang tertelungkup dijalan langsung aku balikkan dengan paksa dan dia masih menutupi wajahnya..

BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG…

Aku menginjak dada dan perutnya sampai tangannya tidak menutupi wajahnya lagi..

“AAARRRGGHHHH.. AMPUN MAS.. AMPUUNNN..” ucapnya berteriak ketika dada dan perutnya aku injak..

Aku tidak menghiraukannya teriakan laki – laki itu.. dan sekarang justru aku menginjak wajah laki laki itu..

BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG…

“PUR.. HENTIKAN PUR..” terdengar teriakan seorang wanita dari kejauhan..

Aku yang sudah dikusai emosi pun, terus menginjak wajah laki – laki yang memakai kaos hitam itu.. aku emosi sekali ketika ada laki – laki yang menjambret wanita dengan paksa seperti ini.. apalagi wanita tadi sempat oleng.. bajingaannn.. aku membayangkan kalau yang diposisi seperti itu Bunda atau Bening adekku.. anjeeeenngg.. dan itu makin membuatku emosi..

Aku lalu menghentikan injakanku dan aku langsung menjambak rambut penjambret itu lalu..

BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG… BUHHHGGGGGG…

Aku menghajar seluruh wajah penjambret yang telah beradarah – darah itu..

“PUR.. HENTIKAAAAANNN..” dan teriakan seorang wanita terdengar lagi dibelakangku..

“AMPUNN.. AMPUUNNN.. ARRGGHHHHHH..” ucap penjambret itu.. aku yang telah dikuasai emosi dan capek karena mengejarnya tadi, langsung berdiri sambil menarik pergelangan tangan kanannya sampai lurus lalu..

KRAAKKKKK…

Aku menghantam sikutnya kearah depan sampai patah menggunakan telapak tangan kiriku..

“AAARRRGGHHHH..” penjambret itu langsung berteriak dan aku langsung melepaskan pegangan tanganku dipergelangan tangannya.. tangan kanannya pun langsung terkulai karena kupatahkan tadi..

“CUKUP PUR.. CUKUUPPP..” suara wanita dibelakang berteriak tidak hentinya dan dia berteriak memanggil pur terus..

Anjeeeeenngg.. siapa sih pur itu..? kenapa dia berteriak memanggil pur terus dari tadi.. apa dia manggil aku..? aku loh Gagah bukan pur..

Dan ketika aku akan mengangkat telapak kakkui untuk menginjak wajah penjambret itu..

“PURNAMAAAAAA..” teriak wanita itu makin kencang dan terdengar sangat dekat sekali dibelakangku..

Akupun langsung menurunkan kakiku lagi dan aku membalikkan tubuhku melihat kearah wanita itu..

Wanita setengah baya itupun langsung terkejut ketika aku melihat kearahnya.. mata kami saling bertatapan sejenak.. matanya pun langsung berkaca – kaca.. loh.. ada apa sama wanita ini..? kenapa dia terkejut melihatku dan kenapa matanya berkaca – kaca..? oh iyaaa.. mungkin dia salah orang kali ya.. kan dari tadi dia manggil aku dengan panggilan pur terus..

“Tante ga apa – apa..?” tanyaku..

“ng.. ngga..” ucapnya terbata dan dia langsung menunduk..

Aku pun langsung balik lagi dan mengambil tas wanita itu yang tidak jauh dari penjambret yang terkapar dengan wajah berdarah – darah dan tangan kanan yang patah itu.. dia masih sadar dengan mata yang melotot menahan sakit ditubuhnya..

Beberapa orang pun datang dan langsung mengerumuni penjambret itu.. dua orang yang berpakaian security pun langsung menggotong penjambret itu ke pos yang tidak jauh dari tempat kami berdiri..

“mas.. bawa mbanya itu kerumah sakit.. siapa tau dia terluka..” ucap seseorang kepadaku dan aku langsung menoleh kearah wanita tadi.. lalu aku berjalan kearahnya sambil membawa tasnya dan dia masih terus menunduk..

“Tante ga apa – apa..?” tanyaku dan dia hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menunduk..

Duuhhh.. kenapa ya Tante ini..? apa dia trauma dengan kejadian ini..? dan perlahan aku melihat pundaknya bergetar..

Loh.. lohh.. kenapa Tante ini nangis..? wadduuuhhhh..

“Tante.. Tante..” ucapku dan aku langsung mendekatkan tubuhku ke arah nya.. dan..

BRRUUUUKKKK..

Wanita itu langsung menubrukku dan langsung memelukku dengan eratnya.. akupun sampai terkejut dibuatnya, sampai aku hanya terdiam dan berdiri mematung.. wawwwww.. ada apa ini..? kenapa dia memelukku..? apa ini sebagai ungkapan terimakasih karena aku telah menolongnya..? ahhh.. masa cuma sebuah pelukan sih..? gimana kalau ditambahin dengan lumatan memakai bibirnya yang seksi itu..? ga nolak kok aku.. hehehehehe.. kurang ajar aku ini.. kenapa aku berpikiran seperti ini ya..? harusnya kan aku menenangkan dia yang sedang menangis didadaku, bukan malah berpikiran mesum seperti ini.. bajingaannn..

Akupun menepis semua pikiran mesum yang ada dipikiranku.. tapi tangisnya tidak berhenti dan itu makin membuat dadanya bergetar.. tau kan artinya..? kalau dadanya bergetar, nenennya yang lumayan besar itu makin menggesek – gesek dadaku dengan lembutnya.. anjenggg.. anjeenngg.. gimana mau menepis pikiran mesum kalau begini..? dan perlahan aku pun mengangkat kedua tanganku dan membalas pelukannya..

Tangan kananku yang memegang tasnya, hanya aku sandarkan dipunggung bagian bawahnya.. sementara tangan kiriku yang kosong.. langsung meraba punggungnya bagian tegah lalu keatas dengan perlahan.. uuuhhhhhh..

Mimpi apa ya aku semalam..? kok dipeluk wanita setengah baya seperti ini.. gilaaa.. gilaaa.. dan keringat yang membasahi tubuhnya pun, tidak mengurangi aroma parfumnya yang wangi itu..

Kami berpelukan cukup lama sampai..

“sudah merabanya..” ucapnya sambil tetap menempelkan wajah sampingnya didadaku dan tetap memelukku..

Buuuaaajingaaann.. pertanyaan macam apa ini..? dan saking menikmati pelukan ini, aku sampai ga sadar kalau wanita ini sudah berhenti menangis.. akupun langsung dengan refleknye melepaskan pelukanku..

“maaf ya Tante.. maaf..” ucapku lalu tertunduk malu..

“harusnya Tante yang minta maaf sudah membuat kamu susah..” ucapnya dan aku langsung mengangkat wajahku dan melihat wajah cantik wanita setengah baya dihadapanku ini..

Matanya agak sedikit sembab dan senyum langsung keluar dari bibir seksinya..

“santai aja Tante.. ini tasnya..” ucapku sambil meyerahkan tas kecilnya yang berwarna coklat itu..

“terimakasih ya..” ucap Tante itu lalu dia tersenyum lagi..

“Gagah Tante.. Gagah Irawan Sandi..” ucapku lalu aku menjulurkan tangan kananku.. Tante itu langsung terkejut setelah aku menyebutkan nama lengkapku.. ada apa nih sama Tante..? apa dia takjub dengan namaku yang keren atau takjub karena akunya yang keren..? hehehehe.. lalu perlahan Tante itu menjulurkan tangannya juga..

“Amel.. Amelia Putri..” ucap Tante itu sambil menjabat tanganku.. huuu.. tangannya lembut banget gaesss.. anjeeeenngg.. itu kalau sampai ngocok batangku.. waahhh.. pasti luar biasa sekali rasanya.. bajingaannnn..

Lagian dah lama juga air maniku ini ga dikeluarkan.. pasti sudah membatu didalamnya.. hehehehehe..

Tapi entar dulu.. kenapa aku bisa lupa dengan kegalauan dan kangenku dengan Mita ya..? anjeeeenngggg.. Tante Amel ini luar biasa kok.. senyumnya aja bisa menghilangkan kegalauanku dalam sekejap..


Amelia Putri​

Dan pandanganku yang tertuju diwajah cantiknya, pelan – pelan turun kearah nenennya yang tertutup dress seksinya itu.. uuuhhhh.. itu nenennya pasti lumayan besar gaess.. kalau aku boleh meremas.. aahhhhh.. bahagia sekali aku hari ini.. dan itu pasti akan menjadi kado terindah untuk ulang tahunku tahun ini.. hahahahaha..

“dasar mesum..” ucapnya lalu melepaskan jabatan tangan kami dan aku langsung malu dibuatnya.. dan tanpa sadar, aku langsung membetulkan batangku yang miring kekiri lalu membelainya pelan..

“ihhh.. ga sopan ya..” ucap Tante Amel lalu melotot..

“maaf Tante.. maaf..” ucapku lalu aku menggaruk kepalaku dan aku salah tingkah dibuatnya..

“eh iya.. Tante ga apa – apa..?” tanyaku dan aku langsung mengalihkan pembicaraan untuk menghilangkan sikap salah tingkahku..

“ga apa – apa.. Tante cuma kaget aja.. apalagi lihat kamu berkelahi seperti itu..” ucap Tante Amel..

“maaf kalau membuat Tante agak takut waktu Gagah berkelahi tadi.. tapi Tante beneran ga apa – apa..?” tanyaku sekali lagi..

“engga apa – apa..” ucap Tante Amel dan dia tersenyum lagi..

“kita ketaman itu dulu yok Tante.. disini panas banget..” ajakku ke Tante Amel..

“eh.. iya.. panas banget memang disini..” ucap Tante Amel..

Lalu kami berduapun berjalan kearah taman tempat aku duduk tadi.. Tante Amel pun terlihat santai dan cuek ketika duduk dipinggir taman ini bersamaku.. mantap nih Tante.. aku suka sekali gayanya.. walaupun dandanan dan pakaiannya seperti ini, Tante Amel ga malu duduk ditaman ini..

Posisi duduk kami pun berhadapan dan tanpa ada meja yang menghalangi.. aku memandang Tante Amel dari ujung rambut sampai ujung kakinya.. waw.. memang benar – benar cantik dan manis Tante Amel ini, kulitnya pun memang benar – benanr putih, bersih dan mulus.. seandainya ada nyamuk yang mau hisap darahnya, pasti bisa terpeleset itu.. hehehehe.. gila… suaminya pasti beruntung sekali mendapatkannya..

“kenapasih lihatin Tante gitu..? kamu nafsu ya..? hiihihihi..” ucap Tante Amel sambil menatapku dengan pandangan yang menggoda..

Uuuhhh.. tatapanmu Tante.. bikin cenat – cenut bijiku yang isinya sudah lama ga dikeluarin.. hehehehehe..

“Gagah loh lihatin lutut Tante.. kenapa itu biru..? gara – gara tadi ya Tante..?” tanyaku yang langsung tertuju pada lututnya yang membiru..

“eh iya ya.. pasti terbentur pot bunga yang besar itu..” ucap Tante Amel sambil mengelus lututnya yang membiru itu..

Duhhh.. Tante.. cara ngelus lututmu itu kok gitu sih..? menggoda banget.. kamu sengaja ya bikin aku sange..? coba batangku aja yang dielus..? dah lama ini ga dielus loh.. anjeeenngg..

“ini pasti mesum lagi kan yang dipikirin..?” ucap Tante Amel sambil menatapku dan terus mengelus lututnya.. adduhhh.. cukup Tante.. cukuuup.. kok jadi seperti batangku yang dielus ya..? terus tatapannya itu loh.. binal banget.. tapi entar dulu.. ini yang binal tatapannya atau pikiranku yang binal ya..? hahahahahaha.. bajingaannn..

“hehehe..” dan aku hanya tertawa saja..

“oh iya, Tante tinggal dimana..?” tanyaku..

“Tante sekarang tinggal di ibukota khayangan..” ucap Tante Amel lalu menegakkan tubuhnya..

“wihh jauh banget..? terus ngapain Tante kepulau seberang..?” tanyaku lagi..

“ada urusan sedikit di ibukota propinsi.. sebenarnya Tante itu asli ibukota propinsi ini, tapi sekarang Tante tinggal di ibukota khayangan sana, ikut suami Tante yang seorang gitaris terkenal..” jawab Tante Amel dengan santainya..

“oh iya..? siapa nama suami Tante..?”

“kamu itu terlalu banyak tanya.. harusnya kamu itu senang Tante sendirian aja dikota ini..” jawab Tante Amel lalu tersenyum menggoda kepadaku..

Anjeeenggg.. maksudnya apa nih Tante Amel..? dia mau nantang aku supaya aku menggodanya..? ooooo.. jangan salahkan Gagah kalau sampai Tante bertekuk lutut dihadapan Gagah, terus ngemut batangnya Gagah ya Tante.. hahahaha..

“loh kok bisa gitu Tante..?” tanyaku basa basi..

“tuh kan.. terlalu banyak tanya dan suka basa – basi seperti..” ucapnya terpotong..

“seperti siapa Tante..?” tanyaku yang penasaran..

“ga tau..” ucap Tante Amel lalu berdiri..

Apasih maksudnya Tante ini..? ga jelas banget..

“Tante mau kemana..?” tanyaku lagi..

“mau balik kehotel.. mau istirahat..” ucapnya sambil melihat kearah yang lain..

“dihotel..? Tante nginap dihotel..?” tanyaku terus menerus..

“ya iyalah.. masa iya Tante tinggal dirumah Gagah..? emang boleh gitu..?” ucap Tante Amel lalu melihatku lagi..

“hehehehe..” dan aku tertawa sambil menggaruk kepalaku lagi lalu aku berdiri..

“Gagah antarin ya Tante..” ucapku lalu aku tersenyum..

Semoga mau.. semoga mau.. semoga juga aku diajak kekamarnya.. siapa tau aku bisa mencicipi bibirnya yang seksi itu..

“enggah ah.. entar Gagah cium Tante lagi.. hihihihi..” ucap Tante Amel lalu membalikkan tubuhnya dan meninggalkan aku yang terbengong karena Tante Amel bisa membaca pikiran mesumku.. anjeeennngg..

Dan setelah beberapa langkah, Tante Amel menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya dan menatapku..

“loh.. katanya mau antar tadi..?” ucapnya sambil menatapku..

Anjeeennggg.. beneran ini..? katanya tadi ga mau..? kok sekarang malah tanya sih..?

“tadi bilang ga mau..?” ucapku..

Gobloook.. kenapa sih harus seperti ini aku ngomongnya..? kenapa ga langsung aja datangin Tante Amel.. terus kalau Tante Amel mencabut perkataannya dan langsung pergi kehotel sendirian, apa ga nyesal aku..? bajingaann..

“dasar laki – laki ga peka..” ucapnya lalu balik lagi dan meninggalkan aku..

Whattt.. ga peka..? anjeeeengg.. ini bukan bercanda ya..? Tante Amel serius pakai banget..?

Akupun langsung berlari kearah Tante Amel dan setelah dibelakangnya, aku melambatkan jalanku..

“Tante.. serius kan mau diantarin Gagah..?” tanyaku meyakinkan pertanyaanku tadi..

Tante Amel pun langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya kearahku.. setelah itu Tante Amel langsung menggelengkan kepalanya..

“yaaaaaa.. berarti Tante ga mau diantarin Gagah nih..?” ucapku dengan kecewanya..

“hihihihihi..” Tante Amel cuma tertawa dengan manisnya..

“Gagah naik apa tadi kesini..?” tanya Tante Amel..

“naik mexi..” jawabku dan Tante Amel langsung mengerutkan kedua alisnya..

“mexi..?” tanyanya..

“Nmax seksi Tante..” ucapku lalu tersenyum..

“oooo.. terus mana meximu..?” tanya Tante Amel..

“disana..” ucapu sambil menunjuk kearah dekat kami duduk tadi..

“terus kenapa kita jalan kaki, kalau meximu dekat tempat kita duduk tadi Gagah.?.” ucap Tante Amel dengan sedikit cemberut.. dan wajahnya yang cemberut itu, tidak mengurangi sedikitpun aura cantik diwajahnya..

“hehehe.. iya.. ya..” ucapku lalu kembali aku menggaruk kepalaku..

“kamu itu ternyata oon juga, seperti..” ucapnya terpotong lagi..

Anjeeennggg.. dibilangin oon lagi aku.. kurang ajar nih Tante.. terus mau dibandingkan sama orang lain lagi.. dan wajahku pun langsung kubuat cemberut..

“tuh kan.. kalau ngambek juga sama seperti..” ucap Tante Amel lalu memencet hidungku sambil tersenyum..

“iiihhhhh..” ucap Tante Amel sambil terus memencet hidungku..

“apasih Tante ini..? dari tadi kok menyamakan aku dengan seseorang..? siapa sih dia itu..? apa suami Tante..?” tanyaku sambil menahan tangan Tante Amel yang memencet hidungku..

“ada deh.. hihihihi..” ucap Tante Amel lalu tersenyum.. aneh nih Tante.. cepat banget berubah moodnya.. dan Tante Amel ga marah sama sekali, ketika aku memegang punggung tangannnya dan menahan supaya tidak memencet hidungku lagi..

Lalu tangannya pun diturunkan dari hidungku dan tanganku tetap memegang punggung tangannya yang lembut itu..

Kami sempat bertatapan sebentar.. dan sepertinya Tante Amel menyembunyikan sesuatu dari aku, entah apa itu.. tapi kalau mendengar dari tadi ucapannya dan membandingkan aku dengan seseorang itu.. mungkin dia kangen sekali dengan orang yang mungkin mirip dengan aku itu.. entah siapa dia.. mungkin mantan pacarnya, selingkuhannya, atau bahkan suaminya sekarang.. aku ga tau juga..

“terus kita disini terus sampai gosong gitu..?” ucap Tante Amel dan aku langsung melepaskan pegangan Tante Amel..

“iya ya Tante.. mana panas lagi..” ucapku sambil membersihkan keringat didahiku akibat teriknya matahari siang ini..

“terus Gagah mau berdiri disini terus gitu..?”

“hehehehe.. Gagah ambil motor dulu ya Tante..” ucapku lalu aku balik dan berjalan kearah mexiku terpakir..

Anjjeeeenngg.. jauh juga aku jalan tadi sama Tante Amel.. hahaha.. dan itu ga berasa sama sekali gaess.. sekarang giliran aku jalan sendiri ngambil mexi, baru terasa capeknya.. hahaha.. kurang ajar memang..

Dan setelah sampai diparkiran mexi.. akupun langsung menaikinya dan menarik gas mexi menuju Tante Amel yang menungguku dipinggir jalan..

“ayo Tante..” ucapku kepada Tante Amel..

Tante Amel pun langsung naik dengan posisi duduk menyamping karena dress mini yang dipakainya itu.. dan aku sempat melirik kebelakang ketika Tante Amel naik ke mexi.. anjeeeenng.. dressnya tertarik sampai setengah pahanya kelihatan.. memang benar – benar putih mulus pahanya.. gilaaaaaa..

“ihhh.. matanya itu loh..” ucap Tante Amel yang sadar ketika aku melihat pahanya.. Tante Amelpun mencubit perutku pelan..

“duhh.. duhh.. Tante ini loh..” ucapku pura – pura kesakitan..

“makanya mata itu dijaga.. kayak ga pernah lihat paha aja..” ucap Tante Amel lagi..

“kalau lihat paha ayam sering dipasar Tante.. kalau lihat paha wanita yang mulus gini, jarang.. hehehehehe..” ucapku lalu aku menarik gasku pelan..

“kurang ajar.. pahaku disamakan sama paha ayam.. iihhhhh..” ucap Tante Amel lalu mencubit lagi perutku..

“duh.. duh.. sudah Tante.. entar nabrak lagi kita..” ucapku lalu Tante Amelpun langsung merangkul perutku..

Anjeeenngg.. rangkulannya itu nikmat banget gaesss.. apalagi ketika nenennya bagian kanan menggesek punggungku.. rasanya lembut dan kenyal banget.. bajingaaannn..

“terus Gagah mau bawa Tante kemana ini..?” tanya Tante Amel yang langsung membuatku memelankan tarikan gasku..

“iya ya.. hehehehehe.. hotelnya dimana Tante..?” tanyaku lalu aku tersenyum..

“hotel yang dididekat pantai sana..” ucap Tante Amel singkat..

“siaaappp..” ucapku dengan semangatnya lalu aku menarik gas mexi agak kencang..

Dan setelah beberapa saat, akhirnya kami sampai dihotel tempat Tante Amel menginap.. akupun menghentikan mexiku tepat didepan lobby hotel..

“kok berhenti disini..?” tanya Tante Amel..

“katanya Tante nginap disini..” jawabku dengan agak bingung..

“maksud Tante itu, kenapa ga diparkiran..? Gagah mau langsung pulang..? ga singgah dulu dikamar Tante..?” ucap Tante Amel yang masih duduk dibelakangku..

Stop.. stop.. ini maksudnya apa ya..? apa Tante Amel mengajak aku kekamarnya..? serius ini..? anjeeeenggg.. beneran kan ini..? apa aku menolaknya..? ya nggalah.. bodoh aja kalau sampai aku menolak ajakan Tante semok satu ini..

“oh iya Tante.. Tante turun aja dulu.. Gagah parkirkan mexi dulu..” ucapku dan Tante Amel pun langsung turun dari mexi..

“ya udah.. Tante masuk dulu.. nanti Gagah langsung naik aja ya.. kamar Tante dilantai delapan nomor tujuh..” ucap Tante Amel yang sudah berdiri didekatku..

“siap Tante..” ucapku sambil tersenyum..

Tante Amel pun langsung membalikkan tubuhnya dan menaiki tangga masuk hotel.. waaawww.. bokongnya semok dan padat bangeeettt gaessss.. anjeeenngg.. nanti aku boleh meremas bokong semok itu gak ya..? hahahaha..

Dan setelah Tante Amel masuk kedalam hotel, akupun langsung menuju parkiran sepeda motor.. dan setelah memarkirkan mexi, aku bukannya turun dari mexi.. tapi aku langsung mengambil rokokku dikantong.. bajingaann.. dari tadi aku ga rokokkan.. kecut banget ini mulutku..

Aku lalu membakar rokokku dan menghisapnya pelan.. hiuufftttt.. huuuu..

Tiba – tiba saja, bayangan Mita langsung datang dikepalaku.. bajingaannn.. jadi merasa bersalah sekali aku kalau aku naik kekamar Tante Amel.. aku yakin kalau aku naik kesana, pasti akan terjadi hal – hal yang ada dipikiranku sejak tadi..

Bukannya aku ke geeran loh ya.. bukan.. tapi dari cara menatap Tante Amel, senyum Tante Amel dan gerakan tubuh Tante Amel.. aku yakin seyakin – yakinnya, aku dan Tante Amel akan berhubungan badan..

Dan itu yang membuat rasa bersalahku terhadap Mita, muncul dikepalaku.. masa iya aku mau menghianati Mita..? tapi, sayang juga kalau aku ga naik keatas.. tubuh Tante Amel itu terlalu semok untuk ditolak.. hahahaha… apa aku gak mau cobain bersetubuh dengan wanita setengah baya dan pasti penuh pengalaman seperti itu..? gila aja.. ini bukan kesempatan emas lagi.. tapi ini kesempatan berlian gaesss.. hahahaha..

Maafin aku mit.. maaff.. godaan ini terlalu bangsat kalau aku sampai menolaknya.. apalagi isi didalam kantong kemihku ini sudah membatu dan ingin dikeluarin.. semoga kamu memaafkan ‘kesalahan batangku’ ini ya mit.. tapi tenang aja kok.. cinta dan sayangku masih untukmu..

Dan setelah bergulat dengan perasaanku, akupun langsung membuang rokokku yang sudah hampir habis ini.. setelah itu aku turun dari mexi dan berjalan kearah hotel.. dan setelah sampai didalam hotel, aku langsung menuju ke lift dan naik kelantai delapan..

Kamar nomor tujuh.. aku sudah berdiri didepan kamar ini.. dan dengan agak grogi, aku lalu mengetuk pintu kamar ini..

TOK.. TOK.. TOK..

Akupun mengetuk pintu kamar itu.. dan ga berapa lama, Tante Amel membukakan pintu kamarnya.. anjeeenggg.. Tante Amel sudah pakai kimono aja.. gilaaaaa.. mana belahan nenennya kelihatan lagi.. uhhhhh.. ini nih yang bikin batangku langsung bangun dan tegak berdiri..

“kirain Gagah ga jadi naik tadi..” ucap Tante Amel lalu balik dan berjalan kedalam kamarnya tanpa mempersilahkan aku masuk..

“Gagah haus Tante..” ucapku dan aku tidak menanggapi perkataan Tante Amel tadi.. akupun langsung masuk kemarnya dengan cuek lalu menutup pintu kamarnya..

“itu ada teh kotak..” ucap Tante Amel sambil menunjuk beberapa teh kotak di meja dekat tempat tidur.. lalu Tante Amel balik dan melihat kearahku.. dan nenennya Tante Amelpun makin terlihat aja dibalik kimono yang dipakainya..

“engga ah.. minuman apa itu Tante..? Gagah maunya minum susu..” ucapku dengan polosnya sambil melirik belahan dada Tante Amel..

Tante Amel yang melihat aku menatap nenennya, langsung meliriku dengan tatapan yang menggoda..

“mau dituangin atau mau minum dari ‘wadahnya’ langsung..?” ucap Tante Amel sambil menundukkan sedikit tubuhnya dan itu makin membuat nenennya sebagian menyembul keluar dari balik kimononya.. puttingnya nya yang merah kecoklatanpun, sedikit mengintip malu – malu..

Anjeeeng nih… beneran boleh minum dari ‘wadahnya’ langsung..?

“beneran kah Tante..?” ucapku dengan semangatnya dan aku pun langsung berjalan kearah Tante Amel.. Tante Amel pun hanya mengangguk dan tersenyum yang membuat bijiku bergetar dengan hebatnya..

Dan ketika aku sudah didekatnya.. Tante Amel langsung membenarkan kimononya dan menutupi nenennya..

“ambil dikulkas ya, susu sekalian wadahnya.. hihihihihi..” ucap Tante Amel lalu tersenyum dan berjalan melewati aku..

Anjeennnnggg.. ditipunya aku.. kurang ajarrr… pintar banget nih Tante mempermainkan gejolak nafsuku.. hahahaha..

Tante Amelpun langsung masuk kedalam kamar mandi dan langsung menutup pintu kamar mandinya.. gila gila.. jadi nafsu banget aku sama Tante Amel ini.. apalagi lihat cara jalannya kekamar mandi tadi, itu jalannya seperti menggodaku untuk meremas bokong semoknya.. wuuuu.. anjennnggg.. kenapa juga aku ga ditawarin masuk kemar mandi ya..? pasti aku ga menolaknya kok.. hahahaha..

Dan ga berapa lama, Tante Amel membuka pintu kamar mandinya dan memunculkan kepalanya saja..

“mau mandi sekalian ga Gagah..?” ucap Tante Amel dan kembali dia menggodaku lewat perkataan dan tatapannya itu..

“serius Tante..?” ucapku dengan penuh nafsu..

“dasar muka mesum.. hihihihihi..” ucap Tante Amel lalu masuk lagi dan menutup pintu kamar mandinya..

Anjeeennnggg.. dibuatnya main – main terus ini nafsuku.. tunggu pembalasanku ya Tante.. tunggu saja..

Akupun akhirnya duduk dikursi sofa sambil menyandarkan kepalaku, lalu aku menyelonjorkan kakiku.. setelah itu aku membenarkan posisi batangku yang miring kekiri.. aku beristirahat sejenak untuk menenangkan nafsuku yang sudah diubun – ubun kepalaku ini.. tapi suara gemercik air dari arah kamar mandi, justru semakin membuat batangku berdiri dengan tegaknya..

Duh… ini Tante Amel pasti lagi nggosok nenennya pakai sabun.. anjeennnggg.. coba aku diajak mandi, pasti aku yang nyabunin nenennya itu.. uhhh.. enak kali ya ngeremes nenen Tante Amel terus jilatin putingnya.. wawwwww.. pasti enak pakai banget itu.. gilaaa…

Pikiranku pun makin tidak karuan.. nafsuku benar – benar menguasai seluruh kepalaku..

Dan beberapa saat kemudian, suara gemercik air itupun akhirnya terhenti.. dan ga berapa lama, Tante Amelpun keluar dengan memakai kimono itu lagi..

Anjenngggg.. rambutnya yang basah itupun membuat batangku berdiri dan menyundul di ujung sempakku.. kurang ajar.. batangku aja mau berontak, masa aku ga bisa memberontak juga..? tapi tenang.. tenang.. sabar.. Tante Amel ini kelihatannya ga bisa langsung diseruduk.. sepertinya harus dipancing pelan – pelan dulu.. hehehehe..

“Gagah ga mandi..?” tanya Tante Amel dengan santainya sambil memainkan rambut basahnya..

Aku pun tidak menjawabnya.. aku hanya berdiri dan menatap mata Tante Amel lalu aku berjalan mendekatinya pelan..

“Gagah mau ngapain..?” tanya Tante Amel dan terlihat agak gugup ketika aku tatap dan aku dekati..

Aku tetap diam sambil terus mendekatinya.. dan ketika aku sudah dihadapannya, Tante Amel langsung mundur perlahan..

“Gagah.. ini ga lucu ya..?” ucap Tante Amel sambil terus melangkah mundur..

Aku terus mendekatinya dan menatap matanya.. akupun tidak tersenyum sama sekali..

“Gagah..” ucap Tante Amel yang terus mundur dan akhirnya tertahan dinding dibelakangnya..

Aku tidak menghentikan langkahku.. aku terus mendekati Tante Amel sampai tubuh kami merapat.. Tante Amel pun tidak bisa menghindari aku lagi.. tubuh belakangnya tertahan dinding dan dihadapannya aku terus merapatkan tubuhku..

Heeeeemmm.. aroma wangi dari tubuh Tante Amelpun, tercium karena rapatnya tubuh kami..

Tangan kanan dan kiriku pun langsung aku angkat lalu aku sandarkan didinding tepat disamping wajah Tante Amel.. dan aku terus menatap matanya..

“ga.. Gagah..” ucap Tante Amel terbata..

Aku tetap diam lalu memiringkan kepalaku kekanan sedikit, dan entah Tante Amel sengaja atau tidak, dia memiringkan wajahnya juga tapi berlawanan arah dengan wajahku..

Aku lalu mendekatkan wajahku lagi kewajah Tante Amel dan sangat dekat.. aroma nafasnya pun sampai tercium olehku.. dan mata Tante Amel perlahan terpejam.. bibirnya bergetar lalu perlahan terbuka sedikit..

Waw.. seksi banget nih Tante.. anjenggg.. anjenggg..

“lubang hidungnya kok berair Tante..?” ucapku sambil menyentuh kedua lubang hidung Tante Amel dengan lembutnya menggunakan jempol kananku.. dan aku langsung memundurkan wajahku..

Tante Amel pun langsung menegakkan kepalanya dan membuka kedua matanya.. lalu matanya terlihat melotot kearahku..

“Gagah kekamar mandi dulu ya Tante..” ucapku dengan santainya lalu meninggalkan Tante Amel yang terlihat geregetan sekali itu..

“pasti mau coli kan..?” ucapnya dan terdengar jengkel sekali..

Akupun langsung masuk kemar mandi tapi aku memunculkan kepalaku keluar dan melihat kearah Tante Amel..

“coliin dong Tante.. hehehehe..” ucapku dengan kurang ajarnya lalu aku tersenyum..

“iihhhhhh..” ucap Tante Amel sambil mengepalkan kedua tangannya..

“hahahahaha..” aku tertawa lalu masuk kedalam kamar mandi dan menutupnya.. hem kena Tante ya.. siapa suruh godain Gagah dari tadi.. hahahahaha..

Aku lalu berjalan kearah wastafel lalu aku meletakkan kedua tanganku diwastafel sambil berkaca..

Anjeennggg.. bisa juga aku nahan nafsuku tadi ya.. gila.. padahal, aku sudah ga tahan mau nyedot bibirnya pas terbuka sedikit tadi.. gila.. gila..

“sabar jon.. sabar..” ucapku sambil mengelus batangku yang berdiri tegak.. dan aku menyebut batangku jono.. hehehehe..

“sabar.. sabar.. matamu itu..” tiba – tiba ada suara terdengar disekitarku..

Anjengg siapa ini yang bersuara..? masa si jono yang bersuara..? wah ga bener ini.. ga bener.. apa karena lama ga dikeluarin, jadi aku bisa berhalusinasi seperti ini..? gila.. ini gila banget namanya.. akupun langsung menegakkan tubuhku dan menoleh kekanan dan kekiri..

Dan disudut kamar mandi.. pakde jago berdiri sambil melihat kearahku..

Kurang ajar.. itu suara pakde jago toh..? tapi ngapain dia didalam kamar mandi ini..? terus bagaimana dia bisa masuk..? apa dia sudah didalam sini waktu Tante Amel mandi..? anjeeennngg.. enak banget dong pakde jago bisa lihat Tante Amel mandi..

“ngapain pakde jago disini..?” tanyaku sambil mataku melotot kearahnya..

“biasa aja.. ga usah melotot gitu.. dasar muka mesum..?” ucapnya sambil meledekku..

“maksudnya apa nih..?” tanyaku dengan sedikit emosi..

“loh kan memang bener.. kamu itu muka mesum.. beraninya cuma melihat tapi ga berani menyentuh.. padahal sudah dikasih kode gitu sama sisemok Amel.. aku jadi sangsi sama kejantanannmu itu.. paling kamu beraninya cuma membayangkan tubuh semok Amel sambil ngocok jonomu itu kan..? hahahahaha..” ucap pakde jago yang terus mengejeku..

“kurang ajar.. pakde ngejek aku ini..?” tanyaku..

“bukan ngejek sih.. tapi kamu itu kelihatannya sama seperti tukang coli yang ada disini.. beraninya cuma nyentuh batangnya sendiri terus ngocok.. hahahahaha..” ucap pakde jago dan dia tertawa dengan senangnya..

“berani – beraninya pakde ngejek aku..?” ucapku lalu aku berdiri..

“jiahh.. marah dia.. hahahahaha.. salam olahraga..” ucap pakde jago sambil mengangkat tangan kanannya, lalu membentuk jari – jari tangan kanannya itu menjadi huruf O lalu digoyangkan seperti orang yang sedang onani..

“kurang ajar..” ucapku dan pakde jago hanya tertawa dengan kerasnya..

TOK.. TOK.. TOK..

“lama bener sih dikamar mandi..? Gagah coli beneran nih..?” tanya Tante Amel dari luar kamar mandi..

“Gagah buang air besar Tante..” ucapku berbohong sambil melihat kearah pintu kamar mandi..

“buang air besar, apa buang lendir..?” tanya Tante Amel dengan cueknya..

“apasih Tante ini..? entar buang lendirnya sama Tante aja..” ucapku membalas ucapan Tante Amel..

“ga sopaaannn..” ucap Tante Amel lalu tidak ada suara lagi terdengar dari luar kamar mandi..

Aku lalu melihat kearah sudut ruangan tadi.. dan pakde jago pun tidak terlihat lagi ada disitu.. gila.. kemana itu pakde jago..? kok ngilang dia..

Anjeenggg.. kuat bener sih halusinasiku ini..? akupun langsung membuka seluruh pakaianku dan aku mulai membersihkan seluruh tubuhku.. dan setelah menyabuni dan membilas tubuhku, akupun mengeringkan tubuhku..

Aku keluar kamar mandi, pakai pakain atau pakai handuk aja ya..? tapi entar kalau pakai handuk aja Tante Amel langsung marah dan teriak gimana..? wah bisa panjang urusannya nanti..

Tapi Tante Amel aja cuek pakai kimono, masa aku ga boleh pakai handuk aja..? dan akhirnya akupun melilitkan handukku dipinggang.. setelah itu akupun keluar kamar mandi dengan santainya..

Tante Amel yang duduk dikursi sofa langsung melirikku.. dan posisi Tante Amel duduk dengan kaki kanannya dinaikkan dikaki kirinya..

“kok pakai handuk aja..?” tanya Tante Amel..

“kenapa Tante pakai kimono aja..?” jawabku lalu aku duduk disebelahnya dan aku langsung menyandarkan kepalaku dikursi..

“Tante kan mau ngeringin badan sama rambut..” ucap Tante Amel yang terlihat santai aja aku duduk disebelahnya..

“sama..” ucapku sambil melihat kearah Tante Amel.. Tante Amel duduknya agak kedepan, jadi aku bicara sambil melihat punggungnya..

“eleh.. alasan..” ucap Tante Amel..

“Tante juga alasan kan.. weee…” ucapku lalu aku memeletkan lidahku..

“ihhhh..” Tante Amel pun langsung mencubit paha kiriku..

Akupun dengan refleknya menghindari cubitan dipahaku dan bukannya kearah dalam atau menutup pahaku.. tapi aku membuka lebar pahaku sampai handukku terbuka dan batangku langsung terkeluar.. batangku pun langsung berdiri tegak dan menantang..

“Gagahhhhh..” teriak Tante Amel lalu menutup mulutnya dengan tangan kanan, karena melihat batangku yang besar dan berurat ini berdiri dengan Gagahnya..

“Tante sih..” ucap ku lalu aku menututup batangku dengan kedua tanganku bukan dengan handukku..

Karena besar dan berdiri dengan tegak.. akupun tidak bisa menutupi semua batangku dengan tanganku..

“pakai handuk Gagah..” ucap Tante Amel langsung melihat kearah yang lain..

“pakai tangan Tante aja gimana..?” ucapku yang memang sudah terlalu nafsu ini..

Gilaaaaa.. ceplas – ceplos banget sih aku ini..

“ihhhhh..” ucap Tante Amel lalu mencubitku tapi tidak melihat kearahku.. aku pun menepis pelan tangan Tante Amel sampai tangan Tante Amel tidak sengaja menyentuh batangku yang berdiri..

“gagaaaaahhhhh..” teriak Tante Amel yang sadar ketika menyentuh batangku..

“ihhhh.. Tante sengaja ya pegang punya Gagah..” ucapku meledek Tante Amel lalu dia balik dan melihat kearahku..

“kamu yang arahin tangan Tante ke batangmu..?” ucap Tante Amel sambil melotot kearahku.. dan aku hanya tersenyum dan tidak menutupi batangku yang berdiri tegak ini..

Masa bodoh dah dibilang kurang ajar.. dah terlanjur nafsu ini.. siapa suruh membangunkan jono yang lagi tidur.. hehehehe..

“ihhhh.. dibiarin terbuka lagi..” ucap Tante Amel dan kembali membuang mukanya.. dan kimononya langsung terbuka lagi.. akupun langsung menegakkan tubuhku.. anjeenggg.. dan dari arah samping ini, nenennya Tante Amel bagian kiri terlihat seutuhnya.. putingnya yang merah kecoklatanpun terlihat jelas…

“tutupin batang Gagah dong Tante..” ucapku sambil melihat wajah samping Tante Amel yang tidak melihat kearahku lalu melihat nenennya yang terbuka itu.. Tante Amelpun seperti tidak sadar nenennya terlihat seutuhnya itu.. tidak sadar atau sengaja ya..?

“ga mauuuu..” ucap Tante Amel dengan manjanya dan tidak melihat wajahku..

“gimana kalau Tante nutupin batang Gagah.. terus Gagah nutupin nenen Tante..” ucapku dengan penuh nafsunya..

“ihhhh.. Gagah..” ucap Tante Amel lalu menunduk dan menutupi nenennya yang terbuka itu..

Uhhhh.. Tante ini sengaja buat aku tersiksa kah..? kenapa dia seolah ‘menginginkan’ tapi ‘menolak’.. ini ingin atau nolak sih..?

“Tante..” ucapku dan Tante Amel langsung melihat kearahku.. dan wajahnya pun terlihat memerah..

Waw.. kelihatannya Tante Amel sudah nafsu ini.. tapi kuat bener ya dia nahannya.. memang pengalaman yang berbicara kalau sudah saat seperti ini.. mungkin dia ingin, tapi dia ga mau memulainya..

Ini kalau aku ga memulainya, ga akan mulai – mulai ‘acaranya..’ batangku sudah ga kuat ini.. bajingaannn..

Akupun langsung memajukan bibirku dan mencoba mencium bibir Tante Amel.. dan dengan gesitnya, Tante Amel menghindari ciumanku.. dan bibirkupun hanya mengenai bahu Tante Amel yang tertutup kimono..

“dasar mesum.. hihihi..” ucap Tante Amel langsung berdiri.. tapi karena aku sudah bernafsu.. aku langsung menarik tangan Tante Amel sampi Tante Amel roboh dipelukanku..

BRUUKKKK..

Aku lalu merobohkan tubuhku dan menyandarkan kepalaku dikursi sofa sambil menarik tangan Tante Amel dan aku langsung memeluk tubuh Tante Amel yang jatuh tepat didadaku..

Dan posisi sekarang.. aku yang bersandar di kursi sofa dengan batang yang terbuka dan kaki yang aku selonjorkan.. sementara Tante Amel, berada diselangkanganku dengan wajahnya di depan dadaku dan punggungnya aku tahan..

Tangannya pun menghalangi dadanya yang ada didadaku.. dadanya yang tergencet dan kimononya pun sebagian tersingkap..

“jahat banget sih..” ucap Tante Amel dengan bibir yang bergetar dan dekat dengan wajahku..

“Tante sendiri yang jahat.. dari tadi nyiksa aku terus..” ucapku sambil mengelus punggungnya..

“apasih..” ucap Tante Amel dengan wajah yang semakin memerah.. aku pun langsung memajukan wajahku dan..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Aku menyambar bibir Tante Amel dan langsung mengulumnya..

Anjeeeennggg.. akhirnya kesampaian juga melumat bibir seksi Tante semok ini..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Perlahan namun pasti.. Tante Amelpun membalas kulumanku dibibirnya..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Dan sambil mengulum bibirnya, aku merapatkan pelukanku sampai tubuh Tante Amel naik kearahku.. tangannya yang menahan dadanya pun langsung diturunkan dan dirangkulkan dileherku..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Ciuman kami semakin bernafsu.. dan aku terus menarik tubuh Tante Amel merapat kearahku.. perlahan Tante Amel mengangkat kedua kakinya dan duduk diantara selangkanganku sambil terus mengulum bibirku.. kedua tangannya pun sekarang bukan dileherku, tapi memegang kedua wajah sampingku..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Kami saling mengulum dengan diselingi lidah yang bergantian masuk dimulut kami masing – masing..

Kimono Tante Amelpun perlahan terturun dan tertahan dikedua lengannya.. nenennya meyembul dan menggesek dadaku.. dan dengan posisi yang duduk mengangkang diselangkanganku, membuat meki Tante Amel menggesek batangku yang berdiri tegak..

“heeeemmmmm.:” desah kami berdua disela kuluman bibir kami..

Lalu sambil terus mengulum bibir Tante Amel.. kedua tanganku langsung menggapai nenen Tante Amel dengan lembutnya..

“hemmmmmm..” desah Tante Amel ketika buah dadanya aku sentuh dan aku remas perlahan..

Anjeeennnggg.. walaupun sudah setengah baya, nenen Tante Amel masih agak padat kenyal sekali.. gilaaaaaaa.. remasanku pun aku kuatkan sedikit..

“heeeemmmm..” desahku sambil terus meremas nenen Tante Amel lalu aku memelintir sedikit putting Tante Amel..

“aaahhhhhhh..” Tante Amel mendesah lalu melepaskan kuluman bibir kami dan mendangakkan kepalanya keatas..

Waawwwww.. seksi sekali Tante ini.. gilaaaaa..

Akupun langsung memajukan wajahku dan mencium dada Tante Amel..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP..

Aku menciumi dada Tante Amel dan Tante Amel langsung meremas rambut belakangku..

Dan ciumanku semakin mengganas didada Tante Amel.. aku menciumi sambil sesekali menjilat dadanya lalu pindah kenenennya

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP..

Aku menciumi kedua putting Tante Amel bergantian sambil meremasnya..

“aaahhhhhh..” Tante Amel semakin meremas rambutku dan menegakkan wajahnya lalu menunduk melihatku yang melumat kedua puttingnya..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP..

Aku mengecup lalu mengemut putting kanan Tante Amel.. sementara nenen kirinya aku remas terus..

“ahhhhhh.. Gagah..” ucap Tante Amel mendesah keenakan..

Emutanku pun aku pindahkan ke nenen yang sebelah kiri..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP..

Lalu sambil mengemut putting kiri Tante Amel.. tangan kananku aku turunkan dan aku arahkan ke belahan meki Tante Amel yang mengangkan diselangkanganku..

“aaahhhh… hemmmmm..” desah Tante Amel..

Jari tengah kananku pun langsung menggesek belahan meki Tante Amel yang telah basah itu.. aku lalu memainkan bibir meki Tante Amel dengan pelan lalu memasukkan sedikit kedalam meki Tante Amel..

“aahhhhhh..” desah Tante Amel..

Basah, lembab dan sempit.. itu yang kurasakan ketika jari tengahku terus masuk kedalam meki Tante Amel..

“uhhhhhh..” desah Tante Amel lagi.. jari tengahku pun aku goyangkan dengan cepat.. jari tengahku seperti menari nari di lobang kenikmatan Tante Amel..

“jangan terlalu dalam pur.. ahhhhh..” ucap Tante Amel dan lagi – lagi nama pur yang terdengar.. akupun langsung menghentikan tarian jari tengahku dilubang kenikmatan Tante Amel.. dan aku mendiamkan jari tengahku dilubang yang terasa sempit itu..

“siapa sih pur itu Tante..?” tanyaku sambil menatap matanya yang sayu..

“banyak tanya kamu itu..” ucap Tante Amel dan langsung memegang kedua pipiku lalu melumat bibirku..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Tante Amel melumat bibirku dengan penuh nafsu dan aku tetap mendiamkan jari tengahku dan aku juga tidak membalas lumatannya..

Tante Amelpun langsung melepaskan lumatannya dan menatapku..

“kenapa..?” tanya Tante Amel..

“Gagah ga mau melanjutkan kalau pikiran Tante bersama orang lain..” ucapku dan menatap dalam mata Tante Amel..

“maaf..” ucap Tante Amel lalu menundukkan kepalanya.. dan suasana langsung hening seketika..

Anjeengggg.. kok jadi begini sih..? jadi ga nyaman banget suasananya..

Tante Amel tetap menunduk dan tangannya langsung menarik kimononya untuk menutupi nenennya..

Wahhh.. ga bener ini.. ga bener..

Akupun langsung menggoyangkan jari tengahku dilobang Tante Amel..

“iiihhhh.. Gagah..” ucap Tante Amel lalu menatapku sambil menggigit bibir bawahnya..

“bawa Gagah ketaman asmara ya Tante.. Gagah mau menikmati indahnya kenikmatan ini bersama Tante..” ucapku sambil menatap mata Tante Amel sambil terus menggoyangkan jari tengahku..

“ahhhhhh.. jahat..” ucap Tante Amel dengan manjanya lalu merangkul leherku lagi..

“boleh Gagah masukin ya Tante..” ucapku dengan bibir yang bergetar dan Tante Amel hanya menganggukan kepalanya..

“tapi pelan – pelan ya pur..” ucap Tante Amel lalu diam..

“maaf.. Gagah maksud Tante..” ucap Tante Amel dan langsung melumat bibirku..

Anjeenggg.. akupun membalas lumatan bibir Tante Amel.. aku ga mau merusak suasana yang sudah mulai enak lagi ini..

Jari tengahku pun aku cabut dari meki Tante Amel.. lalu aku memegang batangku dan menggenggamnya.. setelah itu aku menggesekkan batangku kebelahan meki Tante Amel.. akupun sedikit kesusahan ketika menggesek batangku ini.. Tante Amel yang menyadari itu langsung mengangkat pinggulnya dengan bertumpuan pada kedua lututnya disofa..

Dan dengan posisi seperti itu, aku makin mudah menggesekkan batangku dimeki Tante Amel.. aku terus menggesekkan batangku sambil kami terus saling mengulum..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

“heemmmm..” desah kami berdua..

Dan ketika meki Tante Amel telah benar – benar basah.. kepala batangku mulai aku arahkan ke meki Tante Amel..

“heeeemmm..” desah Tante Amel ketika kepala batangku mulai menerobos belahan mekinya..

Ciuman kami pun terlepas.. kening Tante Amel pun langsung menempel dikeningku sambil wajahnya menunduk dan melihat kearah bawah..

“uhhhhhh..” desah kami berdua..

Perlahan – lahan batangku terus masuk sampai setengahnya menerobos kedalam meki Tante Amel..

“aahhhhhh..” Tante Amel langsung mengangkat kepalanya dan mendangakkan kepalanya keatas..

Aku langsung menahan pinggulku dan kubuka kimono Tante Amel.. aku menciumi dada Tante Amel lagi sambil meremas kedua buah dadanya..

“auuhhhhh..” desah Tante Amel dan lagi – lagi Tante Amel menjambak rambut belakangku..

Dan perlahan akupun menekan pinggulku dan batangku menerobos masuk lebih dalam meki Tante Amel..

“aahhhhhhh..” desahku ketika batangku benar – benar masuk kedalam meki sempit Tante Amel..

“uuhhhhhh..” desah Tante Amel sambil matanya melotot kearahku..

Gila.. mekinya Tante Amel masih sempit banget gaesss… apa ini jarang dimasukin sama batang suaminya…?

Dan ketika sudah mentok batangku didalam sana.. Tante Amel langsung memelukku dengan erat lalu menggigit pundakku..

“aaahhh Tante.. sakit tau..” ucapku..

“besar banget sih..” ucap Tante Amel lalu mengakkan tubuhnya dan menunduk sebentar lalu melihat wajahku lagi..

“tapi enak kan..?” ucapku dan..

CUUPPPP..

Aku mengecup bibir Tante Amel..

“apasih..” ucap Tante Amel malu – malu..

“boleh digoyang Tante..” ucapku..

“entar dulu Gagah.. jangan buru – buru ya sayang..” ucap Tante Amel yang mulai memanggilku sayang.. dan..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Tante Amel kembali melumat bibirku..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Dan aku membalas lumatan bibir Tante Amel sambil meremas nenennya..

Posisi Tante Amel yang bersimpuh dengan kedua lututnya bersandar disofa.. lalu pelan – pelan menggoyangkan pinggulnya kedepan dan belakang.. gilaaaaaa.. kok malah Tante yang goyang sihh..?

“aaahhh..” desah kami berdua..

Tante Amelpun terus memaju mundurkan pinggulnya sambil merangkulku dan kami sudah tidak berciuman lagi..

“ahhhhh… ahhhhh.. ahhhh..” desah Tante Amel yang merangkul leherku..

Gerakan Tante Amel seperti sedang menunggangi kuda liar.. hahahaha.. anjeenggg..

“ahhh.. ahhhhh..” desah kami bersaut sahutan.. dan keringat keluar dari kening kami masing – masing..

Lalu Tante Amel menghentikan goyangannya dan dia langsung duduk dengan kedua kakinya diangkat dan telapak kakinya bertumpu pada sofa..

Waahhhh.. Tante Amel mau gaya apa lagi ini..? gila nih..

“Tante coba naik turunkan ya..?” ucap Tante Amel dan aku hanya menganggukan kepalakau..

Tante Amel pun langsung memegang kedua bahuku untuk dijadikan tumpuan.. lalu Tante Amel mengangkat pinggulnya sedkit dan menekannya.. lalu mengangkat lagi dan menekannya lagi..

“aaahhhh… gilaaaa.. enak banget Tante..” ucapku dan Tante Amelpun makin semangat menaik turunkan pinggulnya..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Bunyi ketika batangku keluar masuk dimeki Tante Amel..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“aaahhhh.. ahhhh.. ahhh..” desah Tante Amel sambil menggoyangkan kepala kekanan dan kekiri..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Tante Amel terus memainkan pinggulnya naik dan turun sampai beberapa saat kemudian.. Tante Amel menurunkan pinggulnya sampai batangku mentok kedalam mekinya dan berhenti…

Hu… hu… hu… hu.. hu…

“gila.. enak banget Gagah.. tapi Tante ga kuat lagi sayang..” ucap Tante Amel lalu kedua kakinya diturunkan dan bersimpuh dengan kedua lututnya disofa..

“Gagah aja yang goyang ya Tante..” ucapku dan Tante Amel langsung menganggukann kepalanya..

Kedua tangaku pun langsung memegang kedua bokong seksi Tante Amel dan mengangkatnya sedikit.. dan sambil meremas bokongnya yang padat itu.. aku pun menggoyangkan pinggulku..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“aahhhhh..” desah Tante Amel dan langsung memelukku dengan erat..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“Tante mau keluar sayang.. ahhh.. ahhh..” desah Tante Amel ditelingaku..

“iya Tante.. keluarin aja..” ucapku sambil meremas bokongnya dan mengoyang kan pinglgulku..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“aahhhh.. ahhhhh..” desah Tante Amel dan makin mengeratkan pelukannnya..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Tubuh Tante Amelpun langsung mengejang keatas..tapi aku langsung menahannya dan makin mempercepat goyanganku..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“aaahhhhh.. ahhhhh…” desah Tante Amel dan aku merasa mekinya mulai berkedut..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Dan setelah itu Tante Amel langsung berdiri dengan bertumpu pada lututnya sambil memelukku dan..

Srettt.. srettt.. sretttt.. sretttt.. sretttt.. seerrrrrrrrtttttt..

Cairan pun mengalir deras dari meki Tante Amel dan membasahi perutku.. Tante Amel mengejang sambil merangkul leherku dengan kuatnya..

“aaaahhhhhhhhhhhh…” desah panjang Tante Amel menikmati orgasmenya..

“aaaahhhhhh.. uhhhhhhh..” racau Tante Amel..

Aku pun membalas pelukannya sambil mengelus punggung Tante Amel dengan lembutnya..

Dan setelah sedkit tenang, Tante Amelpun menurunkan bokongnya dan duduk lagi diselangkanganku.. mekinya pun menduduki batangku tapi tidak masuk.. batangku hanya menyentuh belahan meki Tante Amel..

“hu.. hu.. hu.. hu..” nafas Tante Amel memburu sambil keningnya ditempelkan dikeningku..

“huuuuu.. huuuu… huuuu..” Tante Amel berusaha mengatrur nafasnya..

“kamu belum ya sayang..? huuuu.. huuuu..” ucap Tante Amel lalu mengangkat wajahnya dan menatapku..

Akupun hanya tersenyum saja sambil melihat wajah Tante Amel yang memerah dan sangat menikmati orgasmenya itu..

“kamu itu ya..” ucap Tante Amel sambil memencet hidungku..

Dan setelah istirahat sejenak Tante Amelpun mengangkat pinggulnya dan langsung berdiri.. setelah itu Tante Amelpun jongkok sambil menggenggam batangku.. dan ketika mulutnya didekatkan kekepala batangku..

“jangan Tante..” ucapku yang langsung menahan wajahnya dengan memegang kedua pipinya..

“kenapa sayang..?” tanya Tante Amel sambil melihat wajahku dan menggenggam erat batangku..

“jangan.. kurang ajar banget kalau Gagah membiarkan itu..” ucapku sambil mengangkat wajah Tante sampai mendekati wajahku..

Walaupun tindakan kami ini sudah kelewatan dan diluar batas.. aku ga mau menambah kekurang ajaranku dengan Tante Amel menghisap batangku.. cukup mekinya aja yang aku masukin.. mulutnya jangan.. aku ga mau kurang ajar banget, masa wanita setengah baya ini harus mengemut batangku sih..?

Aku pun langsung berdiri dan menarik Tante Amel supaya berdiri juga.. lalu aku melumat bibirnya dengan lembut..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

“pakai ini aja ya Tante..” ucapku sambil melepaskan lumatanku dan meraba belahan mekinya..

Tante Amelpun tersenyum lalu menarik tanganku menuju kasurnya.. kami berduapun naik keatas kasur.. setelah itu Tante Amel tidur dan mengangkangkan kedua pahanya.. akupun langsung jongkok diselangkangannya sambil menggenggam erat batangku dan menggeseknya dimekinya..

Lalu perlahan, aku mulai membelah meki Tante Amel dengan kepala batangku..

“aaahhhhh..” desah Tante Amel ketika batangku mulai masuk lagi kedalam mekinya..

Dan setelah batangku masuk sepenuhnya.. aku lalu menindih tuh Tante Amel dengan bertumpu pada kedua sikutku dan kembali aku melumat bibir Tante Amel..

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Dan setelah itu aku memaju mundurkan lagi pinggulku pelan..

“aaahhhh…”

“uuhhhhh..”

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

CUUPPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCHHHH..

Sambil terus menggoyangkan pinggulku dan melumat bibirnya.. tangan kananku pun meremas lembut nenen bagian kiri Tante Amel..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“heeemmmm..” desah kami berdua disela kuluman kami..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Aku terus menggoyangkan pinggulku dan kali ini aku menggoyangkan pinggulku dengan agak cepat..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“Tante.. kita doggy yukkk..” ucapku sambil menghentikan goyanganku..

“uhhhhh.. dasar anak muda.. kuat juga ya kamu itu..” ucap Tante Amel sambil memencet lagi hidungku..

Aku lalu menarik tangan Tante Amel dan Tante Amel langsung duduk dan membalikkan tubuhnya, setelah itu memposisikan tubuhnya seperti merangkak dihadapanku..

Bongkahan bokong Tante Amel yang seksi itupun menjadi santapan liar mataku.. aku meremasnya perlahan lalu menggesek belahan mekinya yang sempit itu..

Aku lalu berdiri dengan bertumpu pada kedua lututku.. lalu aku menggesek belahan meki Tante Amel dan menusuknya perlahan dengan batangku..

“aaahhhhh..” desah Tante Amel..

Aku lalu memegang pinggul Tante Amel dan mulai menggoyakan lagi pinggulku..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Uuhhhhh.. dengan posisi seperti ini.. aku merasa batangku lebih dalam masuk kedalam meki Tante Amel.. gilaaaaaa..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Lalu tanganku yang berada dipinggul Tante Amel, aku pindahkan kenenennya sambil memajukan sedikit tubuhku..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Anjeeengggg.. nikmat banget meki Tante Amel ini gaesssss.. dan aku terus memompanya sambil meremas kedua nenennya..

“aahhhh.. ahhhh.. ahhhhh..”

“uhhh.. uhhhhh.. uhhh..”

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Tubuh Tante Amelpun langsung ambruk kekasur dengan kakinya masih bertumpu pada kedua lututnya..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“aaahhh.. Tante.. Gagah mau keluar..” ucapku sambil memompa dengan cepat..

“iya sayang.. iya.. Tante juga mau keluar lagi..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“ahhhhhh.. ahhhhh.. ahhh…”

“ahhhhhh.. ahhhhh.. ahhh…”

“ahhhhhh.. ahhhhh.. ahhh…”

Dan air maniku pun sudah menumpuk diujung kepala batangku..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

“jangan didalam sayang.. hu… hu.. hu..” ucap Tante Amel..

“kenapa Tante..?” ucapku sambil terus menggoyangnya..

“pokoknya jangaaannn.. uhhh.. uhhhhh..” ucapnya sedkit berteriak..

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok.. plok…

Dan ketika air mainiku mau keluar.. tubuh Tante Amel sudah mengejang…

“aaaahhhhh.. ahhhhhhh..” lalu Tante Amel melepaskan batangku dengan tengkurap dikasur lalu..

Srettt.. srettt.. sretttt.. sretttt.. sretttt.. seerrrrrrrrtttttt..

“aaahhhhhhhhhh..” desah panjang Tante Amel..

Akupun langsung mengocok batangku dan..

Crottt… crottt.. crottt.. crottt.. crottt. crottt.. crottt…

Air maniku tertumpah dipunggung Tante Amel…

“aaahhhhhhh..” ucapku mendesah dan aku langsung tertelungkup diatas tubuh Tante Amel…

“huuu.. huuu.. huuuu..” nafas kami besahut sahutann..

Akupun langsung mengecup punggung Tante Amel..

CUUPPPPP..

“hhuuuuuu.. huuuuu.. huuuuuuu..”

“Gagah.. bisa angkat tubuhnya ga..? berat banget sayang..” ucap Tante Amel dan aku langsung merebahkan tubuhku kesamping dan aku langsung terlentang..

Kami sama – sama mengatur nafas.. Tante Amel masih tengkurap dan aku terlentang disampingnya..

Huuuu.. huuuuu.. huuuu..

Gilaaaaaa.. ini luar biasa gaessss… baru kali ini aku berhubungan dengan wanita setengah baya.., dan ini adalah wanita yang keempat yang pernah berhubungan badan denganku..

Pertama Mita, kedua dan ketiga teman – teman wanitaku.. dan dengan teman – temanku itu, kami hanya melakukan untuk senang – senang.. padahal waktu itu aku masih berhubungan dengan Mita.. gilaaa.. gilaa…

Dan wanita keempat yang berhubungan denganku adalah Tante Amel.. wuuuuu.. luar biasa sekali rasanya gaessss… anjenggg.. anjenggg..

Dan setelah kami sudah sama – sama tenang..

Ra maido sapa wong sing ora kangen (tak bisa dipungkiri siapa yang tak kangen)
Adoh bojo pingin turu angel merem (jauh dari kekasih, ingin tidur mata pun sulit terpejam)

*lagu layang kangen

Suara nada dering Hpku sayup – sayup terdengar dari arah kamar mandi..

“Hpnya bunyi terus loh dari tadi..” ucap Tante Amel sambil menoleh kearahku dan tetap dengan posisi tengkurap..

“biar aja Tante.. huuuu.. huuuu..” ucapku lalu mengeluarkan nafasku perlahan..

“angkat dululah.. siapa tau penting..” ucap Tante Amel lalu tangannya membelai pipiku..

“entar aja Tante..” ucapku..

“Gagahh..” ucap Tante Amel..

“iya.. iya..” ucapku lalu aku pun bangun dan duduk dipinggir kasur..

Setelah itu aku berdiri dan berjalan gontai kearah kamar mandi..

Ra maido sopo wing sing ora trenyuh (tak bisa dipungkiri siapa yang tak merasa terenyuh)
Ra kepethuk sawetara pingin weruh (Lama tak jumpa, sebentar saja ingin memandang)

Percaya aku, kuatna atimu (percayalah padaku, kuatkanlah hatimu)
Cah ayu entenana tekaku (cantik, tunggulah kedatanganku)

Suara Hpku terus berbunyi.. lalu mati..

Aku lalu mengambil Hpku dikantong dan melihat siapa yang menelpon.. gila nyaring bener sih bunyi nada deringnya ini..

Dan terlihat dilayar Hpku.. teman – temanku menelpon ku bergantian.. anjeeeenngg.. mereka pasti menungguku untuk pesta nanti malam nih.. kurang ajar.. padahal kan ini masih sore..

Dan kembali Hpku berdering.. tapi kali ini lagunya beda.. dan dilayar panggilan telpon muncul foto kekasihku mita..

Gilaaaaa.. perasaan bersalahpun langsung menyerangku lagi.. anjenggg.. masa habis enak – enak gini, aku galau lagi..? bajingaannnn..

Saben wayah lingsir wengi.. mripat iki ora biso turu..
(Setiap malam menjelang.. mata ini tidak bisa tidur..)

Tansah kelingan sliramu.. wong ayu kang dadi pepujanku..
(Selalu teringat dirimu.. wanita cantik yang menjadi pujaanku..)

Bingung rasane atiku.. arep sambat nanging karo sopo..
(Bingung rasanya hatiku.. ingin mengeluh namun entah pada siapa..)

Nyatane ora kuwowo.. nyesake atiku sansoyo nelongso..
(Kenyataannya tak sanggup.. merasakan hatiku yang semakin sengsara..)

Wis tak lali-lali.. malah sansoyo kelingan..
(Kucoba tuk terus lupakan.. malah semakin teringat..)

Nganti tekan mbesok kapan nggonku.. mendem ora biso turu..
(Entah sampai kapan.. aku tergila-gila tidak bisa tidur..)

Opo iki sing jenenge wong kang lagi ke taman asmoro..
(Apakah ini yang dinamakan.. orang yang sedang tertambat asmara)

Prasasat ra biso lali.. esuk awan bengi tansah mbedo ati..
(Seolah tak mungkin untuk melupakan.. pagi siang malam terus menggoda hati.)

Dan aku hanya bisa memandang layar Hpku sampai lagu ini selesai.. gilaaaa.. aku takut sekali mengangkat panggilan dari Mita ini.. anjeennnggg.. ternyata nafsu gilaku ini, mengalahkan rasa sayang dan kangenku dengan Mita.. bajingaaannn..

#cuukkk..setelah bersenang – senang sampai ketaman asmara bersama Tante Amel.. mendengar lagu ketaman asmoro ini, benar – benar meng ambyarkan hatiku saat ini.. maafkan aku mit.. maafkan.. bajingaaan..

(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 5)Sebelumnya | Selanjutnya(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 7)

Banyak Film lain di Banyak Film Indoxxi

Banyak Game lain di Banyak Game