X CLOSE
Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 5

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 5

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 5

MENIKMATI HIDUP​

“halo bos..”

“halo.. bagaimana..? apa info terbaru..?”

“biasa bos.. hanya informasi ringan yang akan menemani bos untuk minum kopi pagi ini..”

“kelihatannya menarik informasinya..”

“siap bos..”

“apa itu infonya..?”

“ternyata benar apa yang bos katakan.. bajingan lendir yang membuang pejuhnya dimana – mana itu, sekarang telah mempunyai tujuh orang anak..”

“waw.. tujuh.. luar biasa bajingan lendir lendir itu.. kamu dapat info siapa aja anak bajingan lendir itu..?”

“siap bos.. anak bajingan lendir yang ‘resmi’ dan diketahui oleh sibajingan lendir itu ada empat orang.. sedangkan hasil buang pejuh sembarangannya dan sibajingan itu tidak mengetahuinya, ada tiga orang bos.. hehehehe..”

“hahahaha.. bangsat.. terus – terus siapa aja mereka..?”

“anak pertama bernama Badai bos.. anak itu hasil hubungannya dengan Wulan atau Tiara.. Badai sekarang berada dikota pendidikan dan sekarang dia kos dipondok merah.. saya yakin itu anaknya bajingan lendir bos.. karena kalau badai emosi, dia memiliki mata merah seperti bajingan lendir..”

“oh iya..? baguslah kalau dia sekarang dikota pendidikan.. terus lanjut lagi..”

“anak kedua dan ketiga hasil dari hubungannya dengan bu dosen Jenny, sikembar Purnama dan Bulan.. Purnama sekarang kuliah dikampus teknik kuru jurusan teknik arsitek semester lima.. sedangkan adeknya yang bernama Bulan, kuliah dikampus negeri semester lima jurusan arsitektur.. kenapa saya yakin mereka berdua itu anak bajingan lendir bos… karena kalau Purnama emosi, dia mengeluarkan mata merahnya.. sedangkan adeknya siBulan mengeluarkan mata hitam.. bos pasti tau kan sama Purnama..?”

“hahahaha.. assuuu.. jadi Purnama yang diblack house itu anaknya bajingan lendir..? hahahaha.. terus lanjut.. lanjut lagi..”

“anak keempat, kelima, keenam dan ketujuh, anaknya hasil dari pernikahannya dengan merry.. anak keempat bernama Angger.. dia sedang dikota pendidikan dan ingin kuliah dikampus negeri.. Angger kos digedung putih bos.. anak kelima bernama Gagah.. dia masih dipulau seberang bersama adeknya yang kembar, Banyu dan Bening..”

“jiancookkk.. dari tujuh anak sibajingan itu, dua kembar ya..? asuu.. asuu..”

“iya bos.. seperti itulah info ringan yang baru saya dapatkan..”

“bagus.. bagus.. terus cari info tentang mereka ya..”

“siap bos.. saya pamit dulu ya..”

“oke.. nanti aku transfer duitmu ya..”

“siap bos.. terimakasih ya..” ucap orang itu lalu pamit dan pergi dari rumah si bos..

Dan setelah kepergian anak buahnya tadi.. sibos lalu menyeruput kopinya.. dan setelah itu dia pun mengambil Hpnya untuk menghubungi seseorang..”

“halo yah..”

“halo nak.. dimana sekarang..?”

“lagi dikosan yah..? gimana ada kabar apa yah..?”

“engga.. Ayah cuma mau mau mengucapkan selamat ulang tahun ya buat kamu hehehehehe..”

“siap yah.. terimakasih.. hehehehe..”

“kamu minta kado apa nak..?”

“ga usah yah.. ananda mendengar suara Ayahanda yang tersenyum saja sudah senang sekali kok..”

“hehehe.. senang sekali Ayah mendengarnya nak.. tapi Ayah mau kasih kado sebuah info buatmu nak..”

“apa itu yah..?”

“ini tentang sahabatmu Purnama..”

“waw.. ada apa dengannya yah..? apa kita manfaatkan dia lagi untuk menghancurkan pondok merah dan kampus teknik kita..?”

“nanti aja itu nak.. ada waktunya lagi itu..”

“terus gimana yah..? apa info itu dan apa yang harus ananda lakukan..?”

“tenang nak.. Ayah cuma mau kasih tau, kalau Purnama sahabatmu itu ternyata anaknya bajingan lendir..”

“oh iya..? serius yah..?”

“iya nak.. jadi wajar aja dia gila waktu bertarung, ternyata itu sudah turunan dari bajingan lendir..”

“terus gimana ini yah..? apa kita mulai saja pertempuran ini..?”

“jangan nak.. justru ini yang membuat rencana kita untuk menguasai kota pendidikan, ibukota propinsi serta menghancurkan PT Djati Luhur, kita tunda lagi..”

“kenapa yah..? ananda sudah tidak sabar lagi untuk membalas dendam kematian mbah herman yah..”

“nak.. sabarlah.. sekarang itu telah berkumpul empat orang anak bajingan lendir dikota pendidikan..”

“empat..? siapa aja yah..?”

“Purnama dan Bulan.. lalu ada Badai yang sekarang kos di pondok merah.. dan yang terakhir ada Angger yang kos di gedung putih..”

“apa..? anak baru di gedung putih itu anaknya bajingan lendir..?”

“iya nak.. dan sekarang tinggal tiga anak bajingan lendir yang belum kuliah.. mereka bertiga masih dikota pendidikan..”

“terus kenapa kita harus menundanya yah..? kita manfaatkan saja lagi Purnama untuk menyerang pondok merah.. dan ananda yakin, bukan hanya Panji yang ditumbangkan lagi.. tapi Badai juga akan dilibasnya.. setelah itu, giliran Angger yang akan kita habisi melalui tangan Purnama..”

“itu dia nak.. maksud yah juga begitu.. tapi jangan sekarang.. tunggu saja dua tahun lagi.. Ayah yakin ketiga anak bajingan lendir yang dipulau seberang, akan menyusul dikota pendidikan.. dan disaat itulah.. kita adu mereka semua untuk saling membantai tanpa perlu mengotori tangan kita nak.. hehehehe..”

“kenapa harus menunggu selama itu yah..? ananda sudah tidak sabar lagi..”

“nak.. Ayah saja sabar menunggu sampai detik ini.. masa ananda tidak sabar sih..?”

“iya yah.. maafkan ananda ini..”

“nak.. Ayah sangat menantikan saat itu.. saat balas dendam kematian Ayahku herman.. kematian Ayahku sangat menyedihkan sekali nak.. dan itu membekas dihatiku.. aku sudah cukup lama mempersiapkan ini semua.. mereka semua mungkin tidak sadar kalau kita telah mempunyai kekuatan besar yang akan menghancurkan semua keturunan jati.. Ayah ingin mereka merasakan sakitnya kehilangan orang yang kita cintai.. kita lebih besar dari aliansi selatan nak.. bahkan kekuatan kita sekarang, lebih besar dari pada kelompok utama cakra..”

“tapi kalau bajingan lendir turun tangan dengan mata merah dan hitamnya gimana yah..?”

“Ayah sudah punya kekuatan untuk menghadapinya nak.. Ayah telah mempunyai ilmu itu.. dan tangan Ayah ini sendiri yang akan membunuh bajingan lendir itu..”

“jadi ananda harus gimana yah..?”

“sabar nak.. biarkan mereka bersenang – senang dua tahun kedepan.. biarkan mereka bercanda dan menikmati detik detik terakhir kematian mereka, yang akan kita buat paling menyakitkan bagi mereka semua.. saat itu akan tiba nak.. jadi sekarang.. kamu hanya perlu menjalin kedekatan yang lebih lagi dengan Purnama.. ya.. sesekali bolehlah kamu mainkan percikan pertempuran diantara mereka.. tapi cukup sedikit saja.. biar mereka semua tidak curiga..”

“iya yah.. ananda akan lakukan itu..”

“oh iya nak.. indentitasmu belum terbuka kan nak..?”

“belum yah.. mereka taunya ananda ini hanya dari panti asuhan dan ananda bisa kuliah karena mendapatkan beasiswa..”

“bagus nak.. pertahankan itu..”

“siap yah.. terimakasih..”

“iya nak.. Ayah kangen denganmu nak.. Ayah ingin memelukmu..”

“iya yah.. ananda juga kangen..”

“nak.. berhati – hatilah dengan hatimu..”

“maksudnya yah..?”

“Ayah tau kalau kamu sangat mencintai Bulan.. Ayah tidak melarangnya.. tapi Ayah harapa kamu tidak melupakan dendam kita terhadap keluarga jati..

“ma.. maksud Ayah..?”

“sudahlah nak.. jangan kamu sembunyikan itu dari Ayah.. aku ini Ayahmu..”

“i.. iya yah..”

“okelah nak.. Ayah harap kamu berhati – hati setelah ini.. pikirkan semua langkahmu sebelum bertindak..”

“iya yah.. terimakasih sekali lagi..”

Dan mereka berduapun menutup pembicaraan itu..

Pop Purnama..

Aku sekarang sedang dalam perjalan mengantar adekku Bulan kekosnya memakai mobilku.. kami berdua tadi dari kosan gedung putih.. aku sering main kesana, karena sahabatku Uzi kos disana.. dan hari ini tadi, ada yang special ketika aku main dikos sahabatku itu.. aku bertemu dengan seorang penghuni baru dikos gedung putih.. anak culun dan berkaca mata..

Yang special dari pertemuan kami ini, ketika aku menatap anak itu dan dia membalas tatapanku dengan santainya.. gilaa.. seumur – umur belum pernah ada yang berani menatapku lama – lama ketika aku menatapnya.. mereka yang aku tatappun pasti akan menunduk dan ketakutan dengan sendirinya..

Tapi berbeda dengan anak itu.. dia terlihat santai sekali.. dan ada sesuatu dihatiku yang bergetar ketika dia menatapku.. bukan karena aku mencintainya loh ya.. bukan.. aku bukan hom – hom.. tapi ketika aku menatapnya, aku seperti menatap saudaraku sendiri.. gilaaa.. masa iya mamah punya anak selain aku dan Bulan..?

Bulan Mahardini Darmawan​

“de.. kamu lihat tatapan anak yang berkaca mata itu..?” tanyaku kepada Bulan yang ada disebelahku..

“hemm.. kenapa memangnya mas..?” tanya adekku..

“kamu merasakan ada yang beda dengan tatapannya ga..?” tanyaku lagi..

“biasa aja..” ucapnya dan dia seperti menutupi sesuatu..

Ada apa dengan adekku ini..? kenapa dari siang tadi dia kok seperti sedang melamun dan memikirkan sesuatu..? apalagi ketika dia tadi menatap anak baru digedung putih itu, dia seperti menatap dengan hatinya.. apa Bulan mencintai anak itu..? ah gila.. tapi aku merasa demikian sih.. adikku ini kelihatannya menyukai anka itu.. bagaimana aku tau..? kami berdua ini kembar.. aku bisa merasakan apa yang dia rasakan.. tatapanku beda dengan tatapan adekku terhadap anak itu.. adekku lebih memakai hatinya sedangkan aku memakai perasaanku.. ah gilaaa..

Adekku ini sangat susah sekali jatuh cinta, sama seperti aku.. banyak temanku yang menyukai adikku ini, tapi adikku selalu menolaknya.. dan aku tidak pernah melarang teman – temanku untuk menyampaikan perasaannya kepada adikku ini, asal serius.. kalau main – main, aku sendiri yang patahkan tulang mereka satu persatu..

“kamu suka sama anak itu ya de..?” tanyaku.. dan adikku hanya melirikku sebentar lalu menghadap kedepan lagi..

“pertanyaan yang mas sudah tau jawabannya kan..?” ucap adekku ini dengan dinginnya..

“hehehe..” dan aku hanya tersenyum sambil tetap fokus kemenyetirku..

“mas.. gimana omah yanti..?” ucap adekku mengalihkan pembicaraan..

“ya biasa.. kamu taulah..” ucapku dengan santainya..

“kamu sih.. siapa suruh nyerang kos pondok merah.. sudah tau itu kos punya omah yanti..” ucap adekku..

“namanya juga penasaran de.. kamu juga kalau penasaran kan begitu.. nekat..” ucapku sambil meliriknya sebentar..

“iya.. tapi untungnya omah yanti ga cerita sama mamah.. kalau sampai cerita, bisa disuruh pulang ke ibukota khayangan kita mas..” ucap adekku dan kembali aku hanya tersenyum..

“terus gimana mas..? ini pasti ada lanjutannya setelah ini.. mas sudah merusak perdamaian antara blackhouse dan pondok merah yang sudah berlangsung belasan tahun ini..” ucap adekku..

“ya santai aja.. kalau mereka membalas menyerang kosan blackhouse, kubantai satu persatu anak pondok merah itu..” ucapku lalu aku mematikan ACku dan aku membuka kaca samping mobilku.. aku lalu mengambil rokokku dan membakarnya..

“mas ga takut sama omah yanti..?” tanya adekku lagi..

“aku kan menyerang pondok merah..? jadi santai aja..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“tapi aku juga penasaran mas.. kalau pondok merah nyerang blackhouse, terpaksa aku juga turun tangan..” ucapnya lalu mengambil bungkusan rokokku dan mengambilnya sebatang.. lalu adekku pun membakar dan menghisap rokokku itu.. adekku ini memang tomboy dan suka berkelahi.. dia juga perokok dan peminum seperti aku.. aku sudah melarangnya, tapi dia selalu berkata.. kalau aku berhenti dengan kebiasaanku itu, maka dia juga akan menghentikannya juga.. gila..

“apasih kamu itu.. aku juga masih sanggup kalau menghadapi anak kos pondok merah..” ucapku..

“tapi tanganku gatal mas.. lama ga mukul orang..” ucap adekku lalu menghisap rokokknya..

“kurang ajar.. hehehehe..” ucapku lalu tertawa..

Hanya dengan adekku aku bisa tertawa dan tersenyum seperti ini.. kalau dengan orang lain.. bawaanku selalu diam dan tidak seperti ini.. entah kenapa.. sampai semua temanku menjuluki aku “sidingin yang gila..” bajingan..

Pov Badai

Anjing.. kepalaku berat banget.. gila, minuman apa semalam itu..? belum pernah aku merasakan minuman yang membangsatkan seperti itu.. dua botol lagi.. bajingaannn.. minuman itupun ga ada dipropinsi seberang.. tapi aku dengan cueknya malah menanggapi tantangan mas Panji.. assuuu..

Oh iya, tapi siapa laki – laki berkaca mata yang mengemut permen semalam itu ya..? kok tatapannya seperti aku sangat mengenalnya sangat dekat sekali.. dan aku merasa, dia seperti saudara dekatku.. kenapa bisa begitu ya..? aku kan anak satu – satunya dikeluargaku..? sepertinya, aku harus mengenalnya lebih dekat dengan anak itu..

Dan satu lagi.. mas Panji.. aku suka dengan orang satu itu, kelihatannya dia itu dedengkot dikos ini.. dia itu sepertinya sangat tenang tapi mematikan.. tidak seperti penghuni yang lain, terlalu cepat emosi.. aku juga merasa seperti mempunyai ikatan batin dengannya.. tapi tidak sedekat laki – laki berkaca mata itu sih.. assuudahlah.. bingung aku..

Aku pun langsung membuka mataku perlahan.. sebenarnya aku malas bangun pagi ini, karena kepalaku masih berat dan aku masih ingin tidur.. selain itu, hawa dingin kota ini membuatku malas untuk beranjak dari kasur.. tapi aku harus mendaftar kuliah, kalau terlambat.. bisa ga kuliah aku.. bajingannn..

“sudah bangun kamu Dilan..?” tanya sesorang yang duduk bersandar didinding dekat pintu kamarku.. anjing.. itukan suaranya Kenzie, sahabatku waktu SMK dulu.. dia satu – satunya yang memanggilku Dilan.. asssuuu.. dan dia sedang menikmati rokoknya..

“ngapain kamu disitu zie..? kamu habis ngemut kontolku ya waktu aku tidur tadi..?” ucapku lalu aku duduk dan menyandarkan punggungku didinding..

“anjing.. mulutmu dari dulu itu ga berubah ya Dilan..” ucap Kenzie lalu menghisap rokoknya..

“apa yang harus dirubah zie.. aku itu ya begini ini.. kan kamu kenal aku dari dulu.. hehe..” ucapku lalu aku meraih bungkusan rokokku dikantong belakang yang penyet karena tertindis waktu aku tidur semalam..

“bangsat.. kukira selama dipenjara kamu berubah, ga taunya sama aja..” ucap Kenzie sambil melirikku dan menyenderkan kepalanya didinding..

“aku ya aku zie.. Badai yang seperti dulu..” ucapku sambil merapikan sebatang rokokku supaya menjadi bulat lagi.. setelah itu aku membakarnya dan menghisapnya..

“tapi ga selamanya kamu selengean kayak gini Badai.. kamu sekarang itu mau kuliah bukannya mau jadi preman..” ucap Kenie dan dia sangat serius sekali..

“loh.. emang apa yang salah sama aku zie..?” tanyaku dengan santainya lalu kuhisap rokokku dalam – dalam..

“gayamu yang seperti mengajak orang berkelahi semalam itu loh Badai.. jangan seperti itulah.. disini itu kumpulannya para bajingan dikampus teknik kita.. dan mereka semua saling menghormati bukan saling menunjukan kekuatannya..” ucap Kenzie sambil melirikku..

“aku ga pernah menunjukkan kekuatanku zie.. kamu kayak baru kenal aku aja sih..?” ucapku lalu aku tersenyum dengan sahabatku ini..

“iya.. tapi gayamu itu seperti menantang kami semua semalam itu.. ga nyadar betul sih kamu ini..?” ucap Kenzie yang masih terlihat serius itu..

“anjing.. aku cuma bercanda aja itu.. hehehehe..” ucapku lalu tertawa..

“taik.. bercandamu itu bikin gatal lubang pantatku..” ucapnya sambil tersenyum yang dipaksakan..

“kalau gatal.. masukin gagang sapu.. hehehe..” ucapku bercanda..

“bangsat.. kenapa ga pake kontolmu aja masukinnya..?” ucapnya lalu tersenyum dan sekarang sudah agak iklas..

“jijik anjing.. lubak pepe (meki) masih enak tau..” ucapku..

“hahahahaha.. mulutmu itu loh Badai Badai.. rusak..” ucapnya sambil menggelengkan kepalanya..

“hehehehe..” dan aku hanay tertawa..

“gimana kabar Devi..?” tanya lagi dan sudah terlihat santai..

“baik aja.. aku baru ketemu dia sebelum kesini..” jawabku lalu aku menghisap rokokku..

“marah ga dia sama kamu..?” tanyanya..

“menurutmu..?” dan aku membalikkan pertanyaannya..

“ya pasti marahlah.. gila aja.. kamu ninggalin dia dua tahun dan kamu ga memperbolehkan dia menjenguk kamu sekalipun.. bangsaattt..”

“waktu aku sampaikan pesanmu aja dia marah kok.. ga bisa bayangkan aku marahnya Devi waktu ketemu kamu pertama kali..” ucap Kenzie lagi..

“hehehehe..” dan aku tertawa lagi..

“anjing.. masih bisa ketawa kamu..? apa kamu ketawa gini waktu ketemu pertama kali sama Devi..?” tanya Kenzie dengan herannya dan aku hanay menganggukan kepala..

“bajingan selangkangan kamu itu.. assuuu.. tapi aku yakin marahnya Devi cuma sebentar.. habis itu kamu merayunya terus kalian berdua..” ucapnya terpotong sambil menatapku penuh dengan pertanyaan.. dan lagi – lagi aku hanya tertawa..

“bangsaattt kamu itu.. wanita semarah apapun sama kamu, bisa juga kamu kentot..? manusia biadab kamu itu.. anjinggg..” maki Kenzie dan dia langsung menggelengkan kepalanya..

“punya ilmu apasih kamu itu..?” ucap Kenzie yang terus berbicara..

“ilmu semburan belalai gajah.. hahahaha..” ucapku lalu tertawa..

“bajingaaannnnn.. hahahahaha..” maki Kenzie lalu tertawa..

Lalu kami terdiam beberapa saat sambil menikmati rokok masing – masing..

“eh zie, semalam itu siapa ya..? yang berkaca mata sambil ngemut permen itu loh..” tanyaku..

“ohhh.. itu angger.. dia keponakan mas Panji.. kenapa..? kamu naksir dia..?” ucap Kenzi sambil mengejekku..

“asssuuu.. kamu kuliah dikota ini kok tambah rusak gitu..? kamu hom – hom kah zie..?” ucapku sambil menegakkan dudukku..

“bangsaatttt..” ucapnya memakiku..

“hahahahaha.. dimana kamarnya Angger itu..?” tanyaku lagi..

“harusnya dikamar ini.. tapi dia ga mau, dia kos gedung putih..” jawab kenzie..

“kenapa dia ga mau tinggal dikamar ini..?” tanyaku penasaran..

“karena ada kamu.. mana mau Angger sekamar sama kamu.. entar kena ilmu semburan belalai gajahmu lagi..” ucap Kenzie dengan cueknya..

“bangsaattt kamu zie..” ucapku lalu berdiri..

“hahahaha.. mau kemana kamu dilan..?” Kenzi tertawa lalu bertanya kepadaku..

“mau mandi lah.. aku mau daftar kuliah..” ucapku sambil berjalan kearah tasku..

“kamu mau daftar jurusan apasih..?”

“sipil..” jawabku sambil mengambil perlengkapan mandiku ditas..

“cuukkk.. kamu mau ngecor siapa Badai..? kok ambil jurusan sipil..?” tanyanya lalu menatapku..

“mau ngecor mulutmu, biar ga banyak tanya..” ucapku dengan cueknya lalu keluar dari kamarku..

“anjiinggg..” maki Kenzie dan dia langsung berdiri lalu keluar kamarnya..

Dan ketika aku sudah diluar kamarku, diruang tengah sedang sepi dan tidak ada yang berkumpul seperti semalam.. pasti masih pada tidur semua penghuni kos ini.. aku pun langsung menuju kamar mandi.. dan setelah menikmati air yang sangat dingin ini, aku lalu menuju kamarku dan berganti pakaian.. lalu setelah itu, akupun menuju kampus sambil membawa semua berkas – berkas untuk pendaftaran kuliahku..

Bangsaatt.. ini toh kampus teknik kita yang melegenda itu.. gila.. ini kampus keren banget loh.. mahasiswa sama mahasiswinya cuek – cuek dan santai dalam berpakaian.. dan kelihatannya kebersamaan didalama kampus ini sangat kuat sekali.. anjingg.. aku suka sekali ini.. suka…

Aku pun memasuki ruang pendaftaran bersama puluhan pendaftar lainnya.. dan setelah menyelesaikan pendaftarannya, aku pun berkeliling untuk melihat suasana kampus teknik kita ini.. dan aku berhenti di sebuah kantin.. perutku lapar banget setelah semalam aku mabuk ga karuan..

Dan setelah aku mengambil makanan dan minumanku, akupun menikmati sarapanku dikursi luar kantin.. banyak sekali mahasiswa yang berlalu lalang didalam kampus ini.. dan terlihat dari pakaian mereka, ada yang mahasiswa lama dan ada mahasiswa baru..

Dan ketika aku sedang menikmati sarapanku ini, aku melihat ada seorang wanita yang usianya antara 35 sampai 40 tahun keluar dari perpustakaan.. gila.. cantik banget sih wanita ini.. apa dia dosen..? atau pegawai dikampus ini..? ga tau lah, yang jelas dia sangat menawan sekali dengan hijab yang menutupi kepalanya..

?????​

Wanita itu berjalan dengan anggunnya kearahku.. what..? berjalan kearahku..? beneran nih..? dan tanpa aku menyadarinya, aku terus menatap wanita itu terus menerus sampai dia sudah berjalan didekatku..

Dan ketika sudah dihadapanku, wanita itu berhenti dan menatapku juga.. aku yang terpukau dengan kecantikannya pun, masih terus melihatnya dengan sendok masih aku pegang ditangan kanan dan garpu ditangan kiri…

“ehem..” ucapnya dan langsung mengagetkanku..

“oh maaf bu.. maaf..” ucapku lalu aku pun meletakkan sendok dan garpu yang kupegang, aku langsung mengambil es teh yang ada dihadapanku..

“bu.. bu.. sejak kapan aku jadi ibumu..?” ucapnya dan aku langsung melihatnya sambil terus meminum es tehku dengan sedotan..

“hehehehe.. jadi aku harus manggil siapa nih..? tante..? bude..? nyonya atau nona..? wahhh.. ga sopan ya kalau aku manggilnya nona..” ucapku dengan santainya..

Aku memang kalau sudah melihat wanita cantik ya seperti ini, agak gugup pertama.. selanjutnya santai dan bisa menguasai diriku..

“kurang ajar..” ucapnya lalu berjalan kedalam kantin..

Loh.. kok marah sih..? kenapa emangnya..? karena aku menatapnya..? jangan marahlah.. siapa suruh punya wajah cantik.. hehehehehe..

Akupun langsung melanjutkan sarapanku dengan cueknya.. dan ga berapa lama, wanita itu berdiri didekatku sambil membawa sepiring makanan dan segelas minuman..

“aku duduk disini.. didalam penuh..” ucapnya dengan jutek dan dia tidak melihat kearah wajahku.. dia melihat kearah yang lain..

Akupun langsung melihat kearah dalam kantin.. dan memang didalam kantin suasananya sangat ramai dan tidak ada tempat duduk sama sekali.. akupun langsung melihat kearah wanita yang masih berdiri didepanku ini..

“duduklah.. masa mau berdiri gitu..” ucapku dengan santainya..

Dan dengan wajah yang jengkel, wanita itu pun langsung duduk dihadapanku.. anjingg..parfumnya wangi banget bro.. harumnya sampai terasa memenuhi kepalaku.. asssuu.. lebay banget aku ya..? hahahaha.. wajahnya yang terlihat jengkel aja masih kelihatan manis dan cantik.. apalagi kalau senyum.. hahahaha.. bisa diembat ga ya wanita ini..? persetan lah kalau dia punya suami.. siapa suruh punya istri cantik gini terus dibiarin kekampus, sendirian lagi.. hahahahaha.. assuuu..

Tapi gimana dengan Devi ya..? ahhh.. kenapa juga aku harus mikirin dia sih..? mumpung aku masih muda, aku mau nikmati semuanya disini.. dikota pendidikan.. kalau memang Devi jodohku, ya sudah.. kami akan bersanding juga nantinya.. hehehe.. gampangkan.. gitu aja kok dibikin susah.. hidup ini terlalu indah untuk dibuat susah bro..

Dan wanita dihadapanku ini langsung menunduk sambil menyantap makanannya.. anjinggg.. caranya makan aja bikin aku nafsu broo… bibirnya yang tipis itu loh, enak banget ketika bergerak mengikuti kunyahan didalam mulutnya.. ini kalau ciuman, pasti nyedot habis dah.. hahahahaha.. bajingaannnn…

“kenapa sih ngelihatin aku terus dari tadi..?” ucapnya dengan jutek lalu meletakkan sendoknya dan menatapku.. waw.. dia marah begini aja tambah bikin aku nafsu bro.. hahahaha..

“siapa suruh punya wajah cantik..” ucapku dengan santainya lalu aku meletakkan sendokku dan sarapanku sudah habis.. aku lalu meminum es tehku dan mengambil rokokku lalu membakarnya..

“dasar mata keranjang..” ucapnya dengan wajah yang memerah lalu menunduk dan melanjutkan makannya.. wajahnya memerah itu kenapa ya..? dia malu atau marah..? ah ga perduli.. yang penting kamu sudah mendapatkan tatapan special dari Badai.. Badai sitampan ini.. hahahahaha..

“ga apa – apa mata keranjang, itu bagus buat aku.. aku malah bisa menampungmu dan hatimu kalau perlu..” ucapku lalu aku menghisap rokokku dalam – dalam..

“kamu ga malu ngerayu wanita yang umurnya jauh diatasmu..?” ucapnya sambil melihatku sambil memegang sendok dan garpunya..

Uhhh.. tatapannya brooo.. bajingaannn.. pengen kusosor aja itu bibirnya.. hahahaha..

“apa sih artinya usia kalau hati sudah bicara..?” ucapku dengan cueknya lalu aku menyandarkan tubuhku dikursi sambil membalas tatapannya.. dan dia langsung tertunduk lagi ketika aku menatapnya dengan dalam..

Assuuu.. kena kamu ya.. baru tau kamu tatapannya Badai ini.. hahahaha.. tatapanku ini seperti angin badai yang bisa memorak porandakan hatimu itu, hey wanita berhijab.. dan aku siap untuk menatanya kembali kalau kamu mau.. hahahahaha.. assuuu.. asuuu..

“sudah ya.. jangan lihatin aku terus..” ucapnya sambil memotong daging ayam dengan sendoknya dan menahannya dengan garpunya.. dan dia melakukannya dengan keras sampai ketika ayam itu terpotong, goresan sendoknya menyentuh piring dengan kerasnya..

“berdosa sekali aku sebagai ciptaanNya, ketika ada ciptaanNya yang berlawanan jenis yang sangat indah, duduk dihadapanku dan aku tidak menikmatinya..” ucapku sambil terus menatapnya..

“ihhhhh..” ucapnya sambil terus menggoreskan sendoknya dipiring..

“gemes sama ayamnya ya..? atau gemes sama aku..?” tanyaku dengan cueknya..

“sama kamu..” ucapnya sambil mengangkat wajahnya dan menatapku dengan emosinya.. assuuu.. walaupun ucapannya terdengar marah dan wajahnya emosi, tapi tatapannya tidak bisa membohongi aku.. wanita ini mulai tergoda dengan aku.. hahahahaha.. kenapa aku bisa seyakin itu..? logika aja bro.. kalau ada wanita yang baru kamu kenal dan kamu rayu, terus dia marah tapi ga beranjak dari tempatnya, berarti dia itu marah karena cinta.. bukan karena benci.. hahahaha..

“ya udah.. jangan marah.. atau marahmu bisa menjadi cinta loh..” ucapku dengan pedenya..

“kepedean banget sih kamu itu..” ucapnya sambil terus menatapku..

“kalau aku ga pede.. aku ga akan bisa duduk dihadapan seorang wanita cantik seperti kamu..” ucapku sambil memajukan tubuhku, lalu aku berdiri dan aku balik lalu berjalan kearah kasir untuk membayar makananku.. aku meninggalkannya yang terbengong melihatku dengan wajah cantiknya itu..

Loh kok cukup merayunya..? ya cukup segitu aja.. ga usah banyak – banyak.. entar dia malah muntah karena rayuanku dan dia akan melayang tinggi keangkasa.. hahahaha.. rayulah secukupnya, pasti dia nanti akan terbayang terus dan akan meminta untuk dirayu lagi atau malah bisa minta lebih.. belaian kasih sayang misalnya.. hahahaha.. bajingaannn..

Akupun membayar makananku dan makannnya sekalian.. ini salah satu trik bro.. suatu saat dan aku sangat yakin.. aku dan dia pasti akan bertemu lagi dan dia pasti akan mengajakku makan, untuk membalas traktiran tidak terduga ini.. mungkin kalian berpikir, aku terlalu berpikiran materialistis ya..? ayolah bro, apasih sih yang gratis hidup dijaman ini..? berak sama kencing aja bayar kok.. apalagi sebuah perhatian.. hehehe..

Emang aku serius dengan wanita yang usianya jauh diatasku ini..? ga tau.. sebenarnya aku hanya mengaguminya saja dan ingin mengenalnya lebih dekat.. aku itu orangnya ga suka terlalu memikirkan kedepan.. cukup menikmati apa yang ada sekarang ini.. untuk esok hari, ya esok lah.. ga usah dipikir sekarang.. gampangkan..? bagiku, nikmati hidup ini selagi masih bisa dinikmati.. hahahaha..

Terus kalau sampai ada cinta..? ya sudah.. dijalanani aja.. sekali – kali merasakan kasih sayang wanita yang umurnya jauh diatas kita.. pasti sensasinya beda kali ya.. hahahaha.. bajingannn..

Dan setelah membayar makanan kami berdua, aku pun berjalan melewati dia dan aku cuma tersenyum saja sambil terus berjalan.. dan dia hanya melihatku terus dan tidak mengucapkan apa – apa.. hahahahaha..

#cuukkk.. nikmat banget ya hidup ini.. assuuu..

(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 4)Sebelumnya | Selanjutnya(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 6)

Banyak Film lain di Banyak Film Indoxxi

Banyak Game lain di Banyak Game