X CLOSE
Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 17

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 2

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 2

MAHLUK MISTERIUS​

“siapa yang namanya panji..” ucapku sambil berdiri didepan pintu sebuah kosan..

Dan seketika itu juga, sekelompok orang yang sedang berpesta minuman diruangan tengah itu, langsung melihat kearahku dengan tatapan yang tidak menyenangkan.. akupun dengan santainya mengisap dalam – dalam rokokku sambil menatap mereka satu persatu..

“bangsat ini.. berani – beraninya kamu datang kekos ini.. kamu siapa..? terus dari kampus mana..?” ucap seseorang yang sangat emosi dan dia berdiri sambil menunjukku..

“Gibran.. duduk..” ucap seseorang yang sedang memegang botol minuman dan dia kelihatan tenang sekali, lalu orang itu menuangkan minuman kedalam gelasnya lalu meminumnya..

“tapi mas panji.. dia kurang ajar sekali.. berani sekali dia datang kepondok merah terus cari sampean seperti itu.. ga terima aku mas..” ucap laki – laki yang dipanggil gibran itu kepada sang bandar yang ternyata orang yang aku cari..

Iya.. aku sekarang ada di kos pondok merah.. kos – kosan yang katanya tempat berkumpulnya preman – preman dari kampus teknik kita.. dan katanya lagi, kosan ini menjadi momok bagi kosanku black house.. kosanku selalu takluk dengan pondok merah.. bajingann.. jadi penasaran aku, seberapa kuat sih mereka ini..? kok teman – temanku pada ketakutan.. anjing..

Oh iya.. namaku purnama.. purnama mahardika darmawan.. aku mempunyai saudari kembar, namanya bulan mahardini darmawan.. kami berdua lahir dan tinggal diluar negeri sana sampai umur kami tujuh tahun.. setelah itu, keluarga kami pindah ke negeri ini lagi dan menetap di ibukota negeri khayangan sampai saat ini..

Dan aku sekarang kuliah dikampus teknik kuru jurusan arsitek semester empat akhir.. sebenarnya omah yanti kakak dari mamahku jenny kusuma, memaksaku untuk kuliah dikampus teknik kita.. tapi aku menolaknya, karena aku lebih tertarik dikampus teknik kuru.. sedangkan adekku bulan.. dia kuliah di kampus negeri jurusan arsitek sama seperti jurusan yang aku ambil..

Sekarang kembali lagi kepondok merah.. aku sudah menantikan waktu untuk datang kekosan ini selama dua tahun.. gila, aku memendam rasa penasaranku selama aku kuliah dikota ini.. sekarang lah saatnya aku untuk menyelesaikan semua pensaran yang ada dikepalaku..

Aku masih santai dan menikmati rokokku sambil melihat mereka semua.. dan aku datang sendiri saja kekosan ini.. katanya orang, kalau kita menantang salah satu penghuni kos pondok merah.. biasanya kita akan berduel saja dengan yang kita cari.. aku sih ga perduli benar atau tidak tentang itu.. kalau mereka mau maju semuapun, aku tidak takut.. aku pasti bisa menyelesaikan mereka satu persatu saat ini juga..

“masuk lah.. ga baik bertamu dan berdiri didepan pintu seperti itu..” ucap panji sambil menuangkan minumannya dan diserahkan kepada temannya..

“aku lagi ga pengen bertamu.. aku cuma ada urusan sama kamu, setelah urusanku denganmu selesai.. aku akan pergi dari kosan ini..” ucapku lalu aku menghisap rokokku dengan santainya..

“pukimai ko..” ucap seseorang yang berkulit agak gelap dan rambutnya digimbal..

“ben.. tenanglah.. ga baik seperti itu sama tamu..” ucap panji menenangkan orang itu..

“mas.. dorang kurang ajar sekali e.. boleh sa pakukah..?..” (mas.. dia kurang ajar sekali.. boleh saya pukul kah..?) ucap orang itu sambil menatapku dengan tajam..

“tenang beni.. aku yang dia cari.. jadi kamu minum aja nih..” ucap panji sambil menyerahkan minuman itu kepada orang yang bernama beni itu..

“oh iya.. jadi beneran kamu ga mau gabung sama kami.. minum – minumlah dulu.. baru nanti kita selesaikan apa maumu dan tujuanmu kemari..” ucap panji kepadaku..

Bangsaattt.. tenang sekali dia ini.. tidak ada ketakutan sedikitpun ketika dia berbicara kepadaku.. apa karena lagi dimarkasnya..? tapi bukan berarti itu membuatku takut sedikitpun atau mengurangi rasa penasaranku dengan dia.. aku justru makin bersemangat untuk mengajaknya berduel denganku..

“sudahlah ga usah basa – basi.. aku cuma mau duel sama kamu..” ucapku dengan santainya dan mereka semua kecuali panji, langsung berdiri dan menatapku..

“bangsat, anjing, cukimai, tai laso, jiancookk, jiamput, assuuu, bajingaann..” satu persatu makian mereka arahkan kepadaku dan aku cuma tersenyum sambil menggelengkan kepalaku..

“kalau orang itu bisanya cuma memaki, biasanya pukulannya ga lebih kuat dari wanita.. hehe..” ucapku lalu aku hisap rokokku..

“maksudmu apa..? bangsaaattt..” maki mereka bersama dan ketika salah satu ingin maju kearahku..

“reihan.. duduk..” panggil panji yang tetap ditempat duduknya lalu dia membakar rokoknya lalu menghisapnya perlahan..

“tapi mas..” ucap laki – laki bernama reihan itu sambil melihat kearah panji lalu melihat kearahku lagi dengan tajamnya..

“sudahlah duduk aja.. dan untuk yang lain duduk juga ya..” ucap panji.. anak – anak kos pondok merah pun satu persatu duduk dengan tidak ikhlasnya..

“yang dicari itu aku, bukan kalian semua.. jadi aku harap semua duduk aja, jangan ada yang berdiri.. apapun yang terjadi..” ucap panji lalu berdiri dan menghisap rokoknya..

“nah begitu kan bagus.. jadi ga perlu ada yang tertumpah darahnya kecuali kamu..” ucapku sambil melihat kearah panji dan dia hanya tersenyum saja..

Satu persatu anak kos pondok merah terlihat sangat emosi dan duduk sambil mengepalkan tangan mereka.. tapi mereka patuh dengan panji dan tidak ada yang berdiri lagi..

Gila.. boleh juga panji ini.. sikapnya yang tenang dan ga mudah tersulut emosi, membuat dia memang pantas sebagai panglima dipondok merah.. dan aku mulai sedikit mengagumi sikap kepemimpinannya.. sedikit aja ya kagumnya, ga banyak.. karena sebentar lagi, aku akan menghancurkan ketenangannya itu.. hehehe..

“jadi gimana..? apa maumu datang kekos ku ini..?” tanya panji sambil menatapku dengan santainya sambil menghisap rokoknya..

“sudah kubilang.. aku kesini itu mau duel sama kamu.. itu saja..” jawabku..

“sebutkan alasannya kenapa aku harus menerima tantanganmu..?” tanya panji..

“bagi seorang panglima pondok merah sepertimu.. ga perlu memakai alasan untuk menantang duel.. karena kamu pasti pahamkan resikonya sebagai panglima itu seperti apa.?.” ucapku lalu aku hisap dalam – dalam rokokku lalu aku membuang puntung rokokku.. setelah itu aku mengeluarkan asapnya perlahan..

“hehe.. aku suka gayamu..” ucap panji lalu menghisap rokoknya dan membuang puntungnya juga sambil berjalan kearahku, panji mengeluarkan asap rokok dimulutnya perlahan..

“tapi aku ga suka gayamu..” ucapku sambil melangkah kedepan mendekati panji lalu..

WUUUUTTTT..

Aku mengarahkan pukulanku kearah wajah panji setelah aku didekatnya.. panji menunduk dengan cepat untuk menghindari seranganku, lalu..

BUUUHHHGGGGG..

“huuuuuppppp..” aku menahan nafasku setelah panji menunduk sambil memukul perutku dengan kerasnya.. lalu..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Panji menyerangku lagi dengan kepalan tangan kanan dan tangan kirinya secara bergantian..

Pipi, rahang dan pelipisku langsung terkena pukulan beruntun panji.. gila.. kuat juga panji ini.. gerakannya juga kuat dan tepat.. bajingaannn.. pantas aja di jadi panglima tempur pondok merah..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Panji terus menyerangku dan aku langsung melindungi wajahku dengan kedua lenganku yang tertekuk..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Aku masih terus menunduk sambil melindungi wajahku dan..

BUUUHHHGGGGG..

“huuuppppp..” nafasku tertahan dan aku langsung termundur kebelakang setelah panji menginjak perutku dengan telapak sepatunya..

Anjjiiinngg..

Akupun langsung menunduk sambil memegang perutku..

“hahahahaha.. segitu aja kemampuanmu..? begitu mau menantang mas panji.. harusnya kamu nantang aku dulu..” ucap gibran sambil tertawa mengejekku..

Panji pun terlihat menggoyangkan pergelangan tangan kanannya keatas dan kebawah..

“hehe.. cuma segitu aja ya kemampuan seorang panglima tempur pondok merah.. aku bahkan ga ngerasakan sakit sedikitpun sama pukulannya.. pukulan adik wanitaku bahkan lebih kuat dari panji ini.. hehehe..” ucapku lalu aku menagakkan tubuhku dan tersenyum mengejek kearah panji dan melirik semua penghuni pondok merah..

“bangsaattt.. sombong sekali kamu..” ucap gibran dan terlihat dia kembali emosi kepadaku..

Panji pun maju sambil mengarahkan injakannya kearahku dadaku..

WUUUUTTTTT…

BUUUUMMMM..

Aku menghindar kesamping, sehingga injakan panji hanya mengenai angin.. dan ketika kaki kanannya sudah menyentuh lantai..

BUUUHHHGGGGG..

Aku melayangkan kepalan tangan kiriku tepat dihidung panji dengan kerasnya..

“aarrgggghhhhh..” panji kesakitan sampai kepalanya terdanga.. aku lalu berputar dengan cepat sambil mengangkat kaki kananku dan aku menghantamkan tumit sepatuku kearah wajah panji..

BUUUHHHGGGGG..

Panji sempat memblok tendanganku dengan kedua lengannya dan dia sampai termundur.. lalu aku maju dan mengarahkan kepalan tangan kiri dan tangan kananku secara beruntun..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Panji memblok pukulanku dengan kedua tangannya lagi.. dia terdesak dengan darah yang mengalir dari hidungnya.. lalu aku mengarahkan uppercutku dengan tangan kiri dari arah bawah kearah dagunya..

BUUUHHHGGGGG..

Kali ini pukulanku masuk lagi dengan telak didagunya.. dan aku langsung loncat sambil menghantamnya dengan tinju tangan kananku tepat diantara kedua alisnya..

BUUUHHHGGGGG..

“aaaarrrggggg..” ucap panji dan tubuhnya melayang kebelakang.. dan ketika mau roboh..

BUUUHHHGGGGG..

Aku menginjak dadanya dengan keras..

“huuupppppp…” ucap panji dengan nafas yang tertahan lalu roboh kebalakang..

BUUMMMMMMM..

Panji terlentang dengan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya..

Semua penghuni pondok merah pun langsung terkejut dan terdiam setelah melihat panglima perang mereka tumbang oleh seranganku..

Panji yang terlentang tampak mengangkat wajahnya sambil menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri.. kelihatannya efek seranganku selain membuat dadanya sesak.. kepalanya juga pasti pusing..

Aku lalu membersihkan darah yang menetes diujung bibir kiriku.. anjing.. berdarah juga aku.. bajingaannn..

“Cuma segini aja kemampuan panglima perang pondok merah..?” ucapku lalu tersenyum melihat panji yang masih terlentang..

“lubang puki ni..” maki beni lalu maju..

“ben..” panggil panji lalu panji pun duduk dari terlentangnya..

Beni pun langsung berhenti, dia lalu melihat kearah panji..

“dia urusanku pace.. ko mundur..” ucap panji lalu dia membersihkan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya..

Gila.. kuat juga panji ini.. biasanya, setiap musuhku yang terkena seranganku seperti tadi.. pasti akan pingsan..

Panji lalu mengepalkan tangannya kelantai lalu berdiri perlahan sambil menunduk.. dan setelah dia berdiri tegak.. panji lalu memutarkan kepalanya sambil menatapku dengan wajahnya yang garang itu..

“lumayan juga kamu..” ucap panji lalu dia mengepalkan kedua tangannya didepan dada dan wajahnya.. dia terlihat seperti bersiap untuk menyerangku lagi..

Aku lalu berinisiatif menyerangnya lebih dulu dengan tinjuku dari arah kanan dan kiri secara bergantian..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Panji menangkis setiap pukulanku..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Dan aku terus menyerangnya dengan tinjuanku..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Bangsaattt.. kuat juga pertahanan panji ini..

Aku lalu meraih kepala belakang panji dan kuarahkan kelututku..

BUUUHHHGGGGG..

Panji kembali memblok lututku dengan kedua tangannya lalu..

BUUUHHHGGGGG..

“aarrhhhgggggg..” panji menanduk hidungku dengan keningnya..

Bajingaannnn.. hidungkupun langsung keluar darah segarnya.. dan aku termundur sambil memegangi hidungku yang terus mengeluarkan darah.. lalu panji maju lagi sambil mengarahkan tendangannya dengan kaki kanan.. aku lalu reflek coba menghindar kekanan.. tapi..

BUUUHHHGGGGG..

Panji langsung menghantamku dengan tangan kirinya.. bajingaannn.. rupanya tendangan tadi tipuan aja.. dan pukulan panji lagi – lagi masuk dengan telak diwajah sebelah kananku..

Lalu..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Panji menghajar wajahku dan aku tidak bisa membloknya lagi..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Dia terus menghajarku sampai darah menutupi sebagian wajahku.. gila.. kalau begini caranya bisa kalah telak aku..

Aku lalu menubruk tubuh panji dan mendorong dadanya.. setelah itu..

BUUUHHHGGGGG..

Aku injak dadanya dengan keras…

“huuupppp..” nafasnya sesak dan aku langsung menyerangnya lagi..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Aku terus menghajar pipi, rahang, pelipis, mulut dan dada panji dengan membabi buta..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Sekarang aku diatas angin.. panji seperti sudah kewalahan dengan seranganku yang bertubi – tubi ini.. wajahnya pun tampak banyak mengeluarkan darah..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

BUUUHHHGGGGG.. BUUUHHHGGGGG..

Tapi aku terus menghajarnya dengan sekuat tenagaku sampai panji tersandar didinding.. dan setelah dia sudah bisa mengangkat tangannya.. aku lalu memutar tubuhku dan mengarahkan tendangan balik dengan menggunakan tumitku tepat diwajah sebelah kanan panji..

BUUUHHHGGGGG..

BUUUMMMMMMM..

Panji pun langsung roboh kearah kiri.. dan terlihat dia membuka mata dan menatapku.. aku lalu mendekatinya dan mengangkat kaki kananku.. dan ketika wajahnya akan aku injak..

“purnamaaa…” seseorang wanita memanggilku dari arah pintu kos..

Aku pun langsung menurunkan kakiku dan aku langsung membalikkan tubuhku.. aku melihat kearah suara yang memanggilku..

Bangsaattt.. didepan pintu kos, berdiri omah yanti dengan tatapan tajamnya kearahku..

Bajingaann.. kalau sudah seperti ini, aku pasti sudah tidak bisa apa – apa.. dan aku itu paling takut kalau omha yanti marah seperti ini.. marahnya omah ini lebih menyeramkan dari pada mamahku..

“kamu pulang sekarang, atau omah kirim balik kamu ke ibukota kayangan..” ucap omah yanti dengan tegasnya.. aku pun hanya menunduk lalu aku berjalan gontai meninggalkan panji yang sudah tidak berdaya ini..

Dan ketika aku sudah dihadapan omah..

“jangan pulang kekosan.. pulang kerumah omah.. tunggu omah dirumah..” ucap omah sambil menatapku dengan tajamnya.. akupun hanya mengangguk pelan lalu pergi meninggalkan omah dipondok merah.. omahku ini adalah pemilik pondok merah.. dan wajar saja sih omah marah.. karena aku telah membuat keributan dikos miliknya ini..

Aku lalu berjalan kearah luar gang sambil membersihkan darah diwajahku.. setelah itu, aku mengambil rokokku dan membakarnya..

Bangsaattt.. pestaku ga mencapai klimaks.. anjingggg…

Pov angger..

“mbah ini angger.. angger mau kuliah dipulau ini mbah.. entah kenapa, keinginan ini sangat kuat dihati angger.. ayah dan bunda sih sempat melarang angger untuk kuliah dikota pendidikan.. walaupun akhirnya, ayah dan bunda luluh juga..” ucapku sambil memegang batu nisan yang ada dihadapanku..

Aku sekarang ada didesa jati luhur.. dan aku sekarang ada dikuburan mbah irawan.. disebelah kuburan mbah irawan, ada kuburan kedua orang tua mbah irawan.. mbah buyut jati dan mbah buyut putri..

“angger mohon restunya ya mbah..” ucapku sambil mengelus batu nisan ini..

Dan setelah beberapa saat, aku lalu berdiri dan jongkok dikedua makam buyutku.. dan kembali aku meminta restu kepada beliau berdua..

Setelah itu aku berdiri dan berjalan meninggalkan area pemakaman tua ini.. aku berjalan kearah parkiran diluar area pemakaman.. aku lalu naik mexi merahku dan memacunya menuju rumah mbah gito untuk meminta restunya juga.. lalu setelah itu, aku kedesa jati bening untuk kerumah eyang putri anjani..

Dan selama perjalanan kedesa jati bening.. akupun menikmati permen lollipop yang ada dimulutku..

Aku sudah beberapa hari ini didesa jati bening.. tujuanku pertama kepulau ini, ya kedesa jati bening untuk mengambil sepeda motor kesayanganku ini.. mexi ini lebih dulu dikirim kesini sebelum aku berangkat kepulau ini..

Dan sekarang aku mau pamit ke eyang putri untuk kekota pendidikan..

Dan setelah sampai dirumah eyang putri.. aku lalu memarkirkan mexiku..

“sudah dari kuburan mas..?” ucap eyang putri yang menyambutku didepan pintu..

“iya eyang..” ucapku sambil tersenyum kepada beliau..

“jadi ini langsung berangkat kekota pendidikan..?” tanya eyang..

“iya eyang.. takut kemalaman kalau berangkat agak siang lagi.. lagian kan angger mau cari kosan dulu..” ucapku..

“iya sudah.. hati – hati dijalan ya mas.. ingat pesan eyang.. tujuan mas angger kekota pendidikan itu mencari ilmu.. jadi, ga usah macam – macam ya disana..” ucap eyang anjani dan aku langsung meraih tangan kanan beliau dan menciumnya..

“iya eyang..” ucapku lalu eyang mencium keningku..

“mas angger hapal jalan kesana..?” tanya eyang..

“kan ada HP eyang.. tinggal cari lokasinya.. terus diikuti.. hehehehe..” ucapku sambil tersenyum..

“iya sudah.. jangan buru – buru dijalan, kalau capek langsung istirahat ya..” ucap eyang dan aku langsung mengangguk.. setelah itu aku mengambil jaketku dan memakainya.. lalu aku mengambil tas ranselku yang besar dan aku menggendongnya dipunggung..

Aku lalu naik kemexi.. dan sebelum aku jalankan.. aku meletakkan Hpku diholder yang telah aku pasang didekat spion.. lalu aku aku mencari kota pendidikan dan aku tekan penunjuk arahnya.. aku lalu tersenyum dengan eyang dan aku memakai helmku..

“pamit ya eyang..” ucapku dan eyang mengantar kepergianku dengan senyumnya..

Waw.. akhirnya, sampai juga aku dipulau ini.. tempat yang aku impikan untuk melanjutkan pendidikan.. hehehe.. luar biasa sekali rasanya..

Dan dengan bermodalkan penunjuk arah diHpku.. aku terus memacu mexiku kearah kota pendidikan.. perjalanan yang panjang pun aku nikmati dengan semangat yang ada didada..

Dan setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya aku sampai juga dikota pendidikan.. kota yang sejuk dan hawa nya yang dingin langsung menyambutku..

Tujuan pertamaku adalah melihat calon tempatku kuliah.. dan setelah sampai dikampus yang dituju.. pemandangan yang luar biasa langsung menyambutku.. kampus ini ternyata sangat besar sekali.. walaupun aku sudah melihatnya di internet.. tapi tetap saja, tidak mengurangi rasa kagumku terhadap kampus ini..

Kampus ini terlihat seperti sebuah kerajaan.. gapuranya pun berbentuk seperti candi.. luar biasa calon kampusku ini.. dan setelah itu.. akupun mencari kos – kosan.. karena hari mulai sore, akupun menuju kearah belakang kampus ini.. dan setelah melewati sebuah jembatan.. aku melihat ada perumahan.. akupun memasuki kawasan perumahan itu dan padanganku langsung tertuju pada sebuah bangunan bercat putih yang sangat megah..

Wahhh.. kelihatannya, tempat ini cocok untuk tempat tinggalku.. akupun menghentikan mexiku tepat didepan bangunan itu.. tampak tertulis dipagar bangunan itu ‘gedung putih’ keren juga nama tempat ini..

Dan sebelum masuk ke gedung putih, aku kemini market seberang jalan.. aku ingin membeli minuman dan permen kesukaanku.. stok permen lollipopku sudah menipis ditasku..

Dan setelah aku memarkirkan mexiku.. aku lalu melepas helmku dan masuk kedalam mini market itu.. dan ketika didalam minimarket, aku bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik.. tapi walaupun dia cantik, dia memiliki pandangan yang sangat tajam.. gila.. tatapannya seperti.. sudahlahhh.. ga bisa diungkapkan..


??????​

Dia terlihat terus menatapku dan aku hanya melihatnya sebentar lalu berlalu mencari minuman dan permen..

Gila.. aku sampai salah tingkah dibuatnya.. tapi aku tetap berusaha santai ketika ditatapnya tadi.. lagian dihatiku sudah ada lia kok.. loh lia..? gimana kabarnya ya dia..? dia kos dimana sekarang ini..? dia kan sudah duluan kekota ini..

Malam itu dipulau seberang..

TIT.. TIT.. TIT..

Bunyi pesan diHpku.. aku lalu mengambil Hpku dan melihat layarnya.. dan disitu langsung terlihat nomor tidak dikenal.. dan ketika aku melihat foto profilnya.. gilaaaaa.. ini lia.. lia kirim pesan keaku.. ada apa ya ini..? terus dapat dari mana lia nomorku..? kami kan ga pernah saling tukar nomor dan jarang ngobrol.. dan kalau keluarga kami saling bertemu, aku pun jarang sekali mengobrol dengan lia, aku lebih asyik dengan Hpku aja ketika kami semua berkumpul.. dimedia sosialpun hanya sekedarnya aja kami menyapa.. ahh.. ada pertanda apa ini..? apa aku senang..? apa aku bahagia..? ya pastilah.. siapa yang ga senang dan bahagia kalau disapa wanita secantik lia.. tapi bingung dan agak grogi juga sih.. soalnya aku kan ga pernah dekat dengan wanita manapun juga selama ini..

Aku pun langsung menyimpan nomer itu dan dilanjut membuka pesannya..

*Lia
Hai mas.. datang ke lapangan tengah kota ga..

Waduh.. kenapa lia selalu manggil aku mas ya..? kenapa dia ga manggil angger aja..

*Aku
Iya lia.. ini lagi siap – siap.. kamu kesana ga..?

*Lia
Lia..? kok lia sih..?

*Aku
Loh kan namanya angelia.. emang ga boleh ya kalau aku manggil lia..?

*Lia
Boleh kok mas.. malah lia senang banget.. soalnya cuma mas aja yang manggil angel ini lia..

*Aku
Oh.. kirain ga boleh..

*Lia
Santai aja mas.. oh iya, mas sama siapa kesananya..?

*Aku
Sendiri aja.. emang kenapa..?

*Lia
Lia boleh bareng ga..? soalnya papah dan mamah ga ngijinin kalau lia berangkat sendiri.. inikan acaranya sampai malam..

Waduh.. lia minta jemput sama aku..? ga salah nih..? serius..? gilaaaaa…

*Aku
Emang cowoknya lia kemana..?

Busyet.. kenapa aku balas begini ya..? kenapa ga langsung aku iyakan aja..? ahhh angger.. kenapa polos banget sih kamu itu.. entar kalau lia nya beneran sudah punya pacar terus dia ga jadi minta jemput, kamu ga nyesal..? bodoh banget sih kamu itu..

*Lia
Ihhh.. mas angger ini cerewet loh.. mau jemput apa ngga..?

Wahhhh.. asyyiiiikkkk..

*Aku
Iya deh.. aku jemput..

*Lia
Asyiikkk.. lia tunggu ya mas..

*Aku
Oke lia..

Aku lalu meletakkan Hpku dan menangkan hatiku sejenak.. waw.. mimpi apa aku semalam..? kok tiba – tiba dapat pesan dari lia dan dia minta jemput lagi.. huuuuuu… gilaaaa..

Dan setelah hatiku tenang.. aku lalu berdiri dan bercermin dikaca.. waduh padahal aku sudah rapi dan siap untuk berangkat.. kaos dan celana jeans yang aku pakai ini terlihat bagus sekali menemaniku menjemput lia.. tapi kok kurang sopan ya..? apa aku ganti kemeja aja ya..?

Baiklah.. akupun membuka kaosku dan celana jeansku.. kemudian aku mengambil kemeja putih dan celana kain warna hitam lalu memakainya..

Bah.. aku mau melamar kerja kah ini..? kok seperti ini sih pakaiannya.. aku pun mengganti kemeja putihku dan mencari kemeja warna lain.. dan pilihanku, aku memakai kemeja berwarna merah..

Ihhh.. kok warna merah ya..? ga cocok banget malam – malam gini pakai kemeja warna merah.. emang aku mau kampanye..? akupun mengambil pakaianku yang lain lagi.. dan pilihanku sekarang, aku memakai baju batik.. wiihhhh.. ini nih baru keren.. baju batik dan celana kain.. jadi ganteng banget kalau aku begini.. hehehehehe..

Aku lalu bercermin lagi sambil membenarkan posisi kaca mataku.. dan setelah memakai parfum, aku lalu keluar kamar.. dan diruang tengah, ayah bunda dan sikembar sedang menonton televise.. dan ketika melihat aku keluar kamar, pandangan seluruh keluargaku langsung tertuju kepadaku..

“mau kondangan mas..?” tanya sikembar barengan dan aku hanya tersenyum..

“mas.. mau kemana sih..?” tanya bunda dengan herannya dan ayah melihatku sambil tersenyum..

“anu bunda.. mau ke pesta perpisahan di lapangan tengah kota..” ucapku dengan malu – malu..

“loh.. pesta perpisahan dilapangan kok pakai batik..?” tanya bunda lagi..

“hahahahaha..” sikembarpun langsung tertawa..

Kenapa sih mereka ini..? salah ya dengan kostumku..? ini kan rapi dan sopan.. ga jelas sikembar ini..

“anu bun.. soalnya mau jemput lia dulu.. ehh.. engga mau jemput teman..” ucapku dan aku langsung menutup mulutku.. aduuhhh.. kok keceplosan begini sih aku..? ahhh.. bisa diledekin lagi aku ini..

“LIA…” ucap sikembar, bunda dan ayah barengan..

“a.. anu..” ucapku sambil menggaruk kepalaku dan aku menunduk malu..

“lia siapa mas..?” tanya bening dengan semangatnya..

Bening Bramantya Sandi​

“waahhhhh.. mas angger sudah punya pacar.. hahahahaha..” sahut banyu lalu tertawa..

“lia siapa mas..?” giliran ayah yang bertanya..

“maksudnya angel mas..?” ucap bundaku dan aku hanya mengangguk..

“angel..?” sikembar menyahut bersama sambil mengerutkan kedua alisnya..

“angel siapa nda..?” tanya ayah kebunda..

“angel anaknya aldo sama lia yah.. angel mana lagi..” ucap bunda sambil melihat kearah ayah dan ayah langsung tersenyum dengan lebar..

“mba angelia..” ucap sikembar dan lagi – lagi mereka berbicara dengan kompaknya..

“iya..” ucap bunda sambil melirikku..

“cieeeeeeeeeee.. mas angger.. tuit.. tuit.. ha.. ye..” ucap banyu dan bening mengejekku lalu mereka berdua tos dengan semangatnya..

Duhh.. kenapa sih kok mereka senang banget..? senang apa mengejek ya..? tapi kenapa juga aku keceplosan tadi..? gilaaa gilaaaa..

Dan aku hanya tertunduk malu..

“kenapa pakai batik sih mas..? terus kenapa juga pakai celana kain..? mas mau lamaran kerumah mba angel..?” tanya bening..

“bening..” panggil ayahku kebening.. ayah melihat aku yang tertunduk langsung menegeur adkku itu..

Beningpun lalu berdiri dan mendatangi aku.. kemudian bening menarik tanganku kekamarku.. dan setelah sampai dikamarku, bening langsung melihat pakaianku yang berantakan dikasur, karena aku belum sempat merapikan setelah aku memilih pakaian tadi..

Bening lalu melepaskan pegangan tangannya ditanganku.. setelah itu, adekku itu mengambil kaos yang pertama aku gunakan tadi dan celana jeansnya juga..

Setelah itu bening langsung menempelkan kaosku ketubuhku sambil memegang celana jeansku..

“mas.. batik mas dan celana kain ini bagus kok mas pakai.. tapi kalau untuk datang kepesta dilapangan.. masku ini tambah ganteng banget kalau pakai kaos dan celana jeans ini..” ucap bening sambil tersenyum..

“tapi de..” ucapku terpotong..

“kenapa..? mau jemput mba angel ya..? kaos ini sopan mas.. jadi pakai aja..” ucap bening meyakinkan aku..

“mas.. bening tau kalau mba angel itu wanita pertama yang dekat dengan mas.. dan bening juga tau, kalau masnya bening ini menyimpan hati untuk mba angel itu.. jadi bening harap, mas angger tetap menjadi diri mas sendiri.. mas yang nyantai, cuek dan cuulll.. bening yakin kok, mba angel juga suka dengan mas angger apa adanya..” ucap bening lalu tersenyum..

“mas.. cinta itu bukan hanya tentang penampilan.. jadi mas ga perlu merubah seusatu yang sudah baik.. cinta itu tentang rasa mas.. apalagi rasa yang ga pernah terjamah sampai saat ini.. itu pasti indah sekali mas..” ucap bening sambil menatapku..

Gila.. tatapan bening ini sama seperti bunda, menyejukkan sekali ketika kita larut didalamnya..

“kamu ya de.. kok paham sekali masalah cinta..? belajar dari mana..?” tanyaku ke bening..

“cinta itu datangnya dari hati mas.. lalu dipoles oleh ayah dan bunda dengan kesehariannya.. jadi ga perlu belajar kemana – mana..” ucap bening..

Gila.. betul juga kata adekku ini.. kenapa aku bodoh sekali ya..? cinta itu ada disekelilingku dan aku merasakannya setiap hari.. ayah dan bunda selalu mencontohkannya dalam kehidupan sehari – hari.. ahhh.. kenapa aku ga nyadar sih..

“kamu bisa aja deh..” ucapku lalu memencet hidung adekku yang cantik ini..

“ihhhhh.. jangan pencet hidung kenapa sih..?” ucap bening sambil meraju..

“hehehehe..” dan aku hanya tertawa saja..

“sekarang ganti baju.. sudah jam berapa ini..? nanti kalau mba angel nunggu gimana..? cepat sana..” ucap adekku dan aku langsung tersadar..

Oh iya.. gila.. entar kalau lia dijemput orang lain gimana..? bisa ambyar hatiku.. hehehehehe..

Akupun langsung masuk kedalam kamar mandi didalam kamarku dan mengganti pakaianku lagi.. dan setelah memakai kaos dan jeansku, aku lalu keluar dari kamar mandi.. bening pun menyambutku dengan senyuman.. aku lalu melangkah mendekati bening.. dan bening langsung membenarkan kacamataku..

“nah.. ini baru masnya bening.. hehehehe..” ucap bening lalu..

CUUPPP..

Bening mengecup pipi kiriku..

“bening suka dengan mba angel mas.. semoga mas bisa bersama mba angel..” ucap bening lalu tersenyum..

“tugas bening cukup sampai disini.. sekarang tugas hatinya mas angger yang melanjutkan perjalanan cintanya malam ini.. jangan kecewakan bening ya..” ucap bening lagi..

“apasih de.. kami loh cuma berteman..” ucapku malu – malu..

“bagus loh itu mas.. cinta diawali dengan pertemanan.. sesuatu banget rasanya.. hehehehe..” ucap bening lalu menggandengku keluar kamar..

“nahhhhhhhh.. ini baru mas angger..” sahut banyu ketika aku keluar kamar..

“apasih de.. biasa aja kali..” ucapku.. ayah dan bunda pun hanya tersenyum melihat ku..

“ayah.. bunda.. angger pamit dulu ya..” ucapku dan aku melepaskan pegangan bening lalu mendekati ayah lalu salim kepada beliau..

“senyum mas.. jangan tegang gitu.. masa mau ketemu ‘calon’ kok tegang banget..” ucap ayahku ketika aku mencium tangan beliau..

“apasih ayah ini..” ucapku dengan malu – malu.. ayah lalu menepuk pundakku sambil tersenyum.. setelah itu aku mendekati bunda dan salim juga kepada beliau..

“hihihi.. anak bunda ganteng banget deh..” ucap bunda menggodaku.. dan ketika aku sudah mencium tangan beliau.. bunda langsung meraih pipiku dan mencium keningku..

CUUPPP..

“ciuman bunda ini pasti bisa membuat anak bunda yang ganteng ini ga tegang lagi.” Ucap bunda lalu tersenyum kepadaku..

Aahhh.. gilaaaaa… bener banget apa yang dikatakan bunda.. ciuman bunda ini langsung membuat tenang hatiku.. dan aku sudah ga setegang tadi bro..

“angger pergi dulu ya bun..” ucapku dan bunda langsung tersenyum dengan manisnya..

Akupun langsung berjalan kearah pintu rumahku..

“semangat mas angger..” teriak sikembar dan aku langsung menoleh kearah mereka berdua..

“emang angger mau kemana sih..? kok sampai segitunya..? emang mau perang apa..?” tanyaku kepada sikembar..

“memang mas angger mau perang.. perang menaklukkan hatinya mba angel..” ucap banyu lalu tersenyum..

“santai aja mas.. mas ga sendiri kok.. doa kami menyertai mas angger..” ucap bening menyahutnya..

“SEMANGAT MAS..!!!” teriak sikembar, bunda dan ayah barengan sambil mengepalkan tangan kanan mereka keudara..

“apasih.. hehehehe..” ucapku sambil menggelengkan kepala lalu balik dan keluar rumah.. dan dengan mengendarai mexi merahku, aku langsung menuju rumah lia.. dan sambil mengemut permen lollipop, aku menikmati perjalanan ini..

Perasaan tegang, senang, bahagia dan sedikit takut, menemaniku dalam perjalanan.. tapi semuanya langsung lenyap ketika aku menyentuh keningku.. hemmm.. kecupan bunda ternyata ampuh banget ya..

Dan setelah sampai dikomplek perumahan mewah kota ini.. aku lalu stop di pos penjagaan dan menyerahkan KTPku lalu masuk keblok rumah lia.. dan setelah sampai didepan rumah lia, aku lalu membuang batang putih permen lollipop yang telah habis..

Aku lalu menarik nafasku dalam – dalam.. setelah itu langsung memencet bel rumahnya..

TENG TONG…

Dan ga berapa lama.. keluarlah seorang wanita setengah baya yang masih sangat cantik..

“malam tante..” sapaku.. ya dihadapanku sekarang berdiri tante lia, mamahnya lia.. gila.. cantiknya lia memang turunan dari bundanya..

“loh angger.. sama siapa..?” tanya tante lia lalu tersenyum kepadaku.. aku pun lalu mendekati tante lia..

“sendiri tante..” ucapku lalu aku meraih tangan tante lia dan mencium punggung tangannya yang lembut..

“oh..” ucap tante lia..

“mohon maaf tante.. lia nya ada..?” tanyaku dan tante lia langsung mengerutkan kedua alisnya..

“loh.. ini lia yang berdiri didepan angger..? tapi kenapa angger cari tante sih..?” ucap tante lia sambil agak gimana gitu menatapku.. gila.. kenapa aku nyebut nama lia sih..? harusnya kan angel.. ahhhh.. pasti tante lia nganggap aku ga sopan nyebut namanya tanpa sebutan tante.. bodoh kamu ngger.. bodoh..

“maksudnya bukan lia kamu yang.. tapi angelia.. kok ga paham sih..” ucap om aldo yang keluar dari dalam rumah..

“malam om..” ucapku lalu aku meraih tangan kanan beliau dan menciumnya juga..

“oooooo.. angel.. jadi angger manggil angel itu lia..? kok gitu ya..? emang angger ini terpukau dengan kecantikan tante ya? sampai nyebut angel itu lia..?hihihihihi..” ucap tante lia lalu tersenyum dengan manisnya lagi..

Uuuuhhh.. kamu memang cantik tante.. sama seperti lia.. hehehehehe..

“apasih yang.. jadi malu tuh anggernya..” ucap om aldo sambil merangkul pundak tante lia dengan mesranya..

“ternyata dia ga seperti ayahnya.. bajingan lendir.. upsss..” ucap tante lia lalu menutup mulutnya sambil melirik om aldo dan om aldo langsung meremas lembut pundak tante lia..

Bajingan lendir..? maksudnya tante lia ini apa ya..? emang ayahku itu penjahat lendir..? lendir apa..? ingus gitu maksudnya..? masa ayahku dulu ingusan sih..? ahh ga jelas nih tante lia..

“emang mau kemana sama angel ngger..?” tanya om aldo kepadaku..

“mau ke acara perpisahan dilapangan kota om..” ucapku sambil agak mengangguk..

“ohhh.. jadi barengan angger ya kesananya..?” tanya tante lia..

“iya tante.. angger mohon ijin mau jemput lia.. eh maksud angger mau jemput angel..” ucapku..

“dih.. ga apa – apa kalau angger manggilnya lia juga..” kata tante lia sambil melirik om aldo..

“iya sudah.. om sama tante ijinin.. tapi kalau sudah bubaran, langsung pulang ya.. jangan ngeluyur kemana – mana.. kalau mau lanjut ngobrol dirumah ini aja..” ucap om aldo engan santainya..

“oh iya om.. terimakasih.. nanti kalau sudah bubaran, angger langsung antar lia balik..” ucapku dengan sopannya..

“yang panggil angelnya dong..” ucap om aldo dan tante lia langsung mengangguk dan masuk kedalam rumah..

“om masuk dulu ya ngger.. kamu ga masuk juga..?” ajak om aldo kepadaku..

“engga om.. sudah jam tujuh.. takut telat nanti keacaranya..” jawabku..

“oh.. ya udah.. om masuk dulu ya..” ucap om aldo lalu masuk kedalam rumahnya.. dan beberapa saat kemudian.. seorang wanita cantik keluar dari arah pintu.. dan wanita itu tersenyum dengan cantiknya..

Waawwww.. cantik banget sih lia ini.. jadi jatuh cinta aku sama dia kalau begini caranya.. gilaaaaa..

Anggelia Putri Aldo​

“hai mas..” panggil lia dengan lembutnya..

“ha.. ha.. hai.. lia..” jawabku dengan terbata..

Bah.. kenapa juga sih aku terbata begini..?

“dari tadi ya mas..?” tanya lia sambil melihatku lalu menunduk..

Uuhhhh.. kok lia juga malu – malu begini sih..? apa dia merasakan juga apa yang aku rasakan..?

“baru aja..” ucapku lalu aku menunduk juga.. setelah itu kami sama – sama diam..

“jadi begini aja..?” ucap lia mengagetkan aku..

“eh.. maksudnya ya’?” tanyaku..

“maksud lia itu, kita disini aja..? ga pergi keacara..?” tanya lia dan dia menyebut dirinya lia bukan angel..

“oh iya.. kita berangkat sekarang.. nanti telat lagi..” ucapku sambil melihat kearah pintu rumah..

“cari siapa mas..?” tanya lia..

“mau pamit sama om aldo dan tante lia..” jawabku..

“ooo.. papah sama mamah lagi pacaran.. jadi ga usah diganggu..” ucap lia lalu berjalan kearahku dan melewati aku..

“beneran ga pamit dulu..?” tanyaku..

“udah.. ayo kita berangkat.. tadi lia sudah pamit kok..” ucap lia dan sekarang dia sudah santai tidak menunduk seperti tadi lagi..

“oh gitu.. ya udah..” ucapku lalu berjalan kearah lia dan langsung naik kemexiku..

Lalu aku mengambil permen lolipopku dan membuka bungkusnya.. setelah itu aku mengemutnya..

“ih.. mas ini ngemut permen terus.. ga takut rusak ya giginya..?” tanya lia yang masih berdiri..

“yang penting rajin gosok gigi..” ucapku sambil mengambil permennya dan memegang dengan tangan kanan..

“ayo ah.. entar telat loh..” ucapku dan lia kembali tersenyum lalu duduk dibelakangku..

Uhhh.. dan sebelum naik tadi.. lia sempat memegang pinggangku sebagai tumpuannya untuk duduk diatas mexi.. buseettt.. baru dipegang pinggulku aja sudah deg degan aku.. gila.. gila.. ampun bunda… ampuunnnn.. angger kok begini bunda..

Lia pun duduknya agak dekat tapi ga rapat.. akupun langsung memasukkan permen lolipopku kedalam mulutku lalu menjalankan mexiku dengan santainya.. dan akupun berhenti dipos satpam untuk mengambil KTPku..

“loh.. temannya non angel toh mas ini..” ucap satpam itu sambil menyerahkan KTPku..

“iya pak.. jadi kalau besok – besok mas ini kesini lagi, ga pakai titp KTP lagikan..?” tanya lia..

“ga usah non.. aman aja..” ucap satpam itu sambil melihatku..

“oke deh pak.. termikasih ya..” ucapku..

“siap mas.. hati – hati dijalan ya..” ucapnya..

Aku lalu menarik gas mexi dengan kecepatan sedang.. dan perlahan tangan lia langsung naik kearah pinggangku dan duduknya merapat..

Buseeeetttt.. seumur – umur baru kali ini aku dipeluk pinggangku sama wanita bro… gilaaaaaa.. rasa bahagia pun langsung menguasai semua tubuhku.. aaahhhh..

Dan makin lama pengangan tangan lia bukan hanya dipinggang, tapi melingkar diperutku lalu duduknya tambah merapat.. sehingga dadanya yang aku ga tau ukurannya itu menempel erat dipunggungku..

Waaaaaaa… bundaaaaaa.. nenennya lia nempel dipunggung angger bundaaaa… aaaaa…

Dan tiba – tiba, dagu lia disandarkan dibahuku sebelah kanan.. dan itu membuat wajah samping lia agak terlihat ketika aku melirik kekanan..

Meleleh hatiku brooo.. meleleh.. belum pernah aku dipeluk serapat ini oleh wanita selain keluargaku, dan belum pernah aku merasakan kekenyalan nenen dipunggung selama seumur hidupku.. gilaaaaa..

Tapi aku ga merasa sange sama sekali bro.. ga tau kenapa, justru yang ada timbul rasa cinta dihatiku.. aku sangat menikmati ini semua.. dan aku berharap.. semoga ga sampai lapangan tengah kota dengan cepat bro… dan aku makin memperlambat kecepatan mexi.. terus terang, aku merasa nyaman dengan pelukan lia ini.. pelukan ini seperti menjawab kegundah gulana an hatiku selama hampir delapan belas tahun bro.. gilaaaaa..

Kami berdua sama – sama diam selama perjalanan menuju lapangan.. dan ketika sudah sampai hampir setengah perjalanan, aku membuang batang putih sisa permen lolipopku..

“mas..”

“lia..” ucap kami barengan..

“eh.. apa lia..?” ucapku..

“mas mau ngomong apa..?” tanya lia..

“tadi kan lia duluan manggilnya..” ucapku

“engga kok.. mas duluan yang manggil..” ucap lia..

“lia dulan..”

“mas duluan..”

“lia..”

“mas..”

Ihhh.. kenapa sih kami berdua ini..? tadi sama – sama diam.. sekarang malah berebutan saling menyuruh untuk bicara..

“iya udah.. aku aja duluan tanyanya..” ucapku..

“ya gitu dong.. emang mas mau tanya apa..?” tanya lia..

“anu.. kenapa kok lia manggilnya mas..? kenapa ga angger aja..?” tanya ku..

“ohh.. itu.. emang kenapa mas manggil angel itu lia..?” tanya lia balik..

Ini apasih..? tadi aku disuruh tanya.. gilaran aku sudah tanya, bukannya dijawab malah tanya balik.. aneh memang wanita ini..

“kok malah tanya balik..? jawab dong..” ucapku..

“mas jawab dulu dong.. soalnya pertanyaan ini kan saling terkait..” ucap lia dengan santainya sambil terus memelukku..

“kalau tau gitu kan lia tanya aja duluan.. jadi aku yang jawab..” ucapku..

“ihhh.. mas ini loh.. tinggal jawab aja kok ribet..” jawab lia..

Apa..? aku yang ribet..? ga salah ini..? kan aku yang tanya duluan.. arrrgghhhh.. kok aneh begini ya mahluk yang namanya wanita ini..? apa memang semua mahluk yang namanya wanita itu seperti ini..? gilaaaaaa…

Tapi bunda ga begini kok kalau sama ayah.. atau memang seperti ini, tapi aku aja yang gak tau..? aaahhh.. ribet amat ya..

Oke deh.. kalau gitu aku aja yang jawab duluan..

“ya aku seneng aja kalau manggilnya lia gitu..” jawabku..

“sama.. lia juga senang kok kalau manggilnya mas..” jawab lia dengan entengnya..

Apa..? gitu aja jawabannya.. sama.. gila.. ini gila.. jadi apa untungnya aku bertanya dan apa juga untungnya aku menjawab, kalau hasilnya sama aja.. buseeeetttt..

“kok sama sih jawabannya ya’..?” tanyaku..

“emang gitu kok..” jawab lia dan dia makin mengeratkan pegangannya diperutku..

Wwuuuuu.. waktu dia mengeratkan pegangannya diperutku.. nenennya menggesek – gesek dipunggungku broo.. jadi tambah tegang aja aku.. waduhh.. bukan bawahku loh ya yang tegang.. tapi hatiku yang tegang..

Dan perjalanan kami pun akhirnya sampai juga dilapangan tengah kota.. dan setelah aku memarkirkan mexiku.. liapun turun duluan..

Aahhhhhhh.. akhirnya.. terbebas juga aku dari ‘penyiksaan’ nenen lia bro… hahahahaha.. lega rasanya aku..

Lalu akupun turun dari mexi.. kami berhadapan beberapa saat lalu saling pandang dan menunduk sejenak.. ihhh.. kok jadi malu – malu lagi sih..? tadi kan sudah ga pakai acara malu – malu.. meluknya sampai erat gitu kok, sekarang jadi sama – sama malu lagi..?

“ayo kelapangan ya’..” ajakku dan lia hanya mengangguk.. akupun lalu balik dan ketika aku melangkah beberapa langkah.. lia masih berdiri didekat mexi.. duh.. kenapa lagi sih lia ini..? akupun balik lagi dan dengan kurang ajarnya.. tangan kananku langsung memegang telapak tangan kiri lia dan menariknya pelan.. aduuhhhh.. kok jadi begini sih..? marah ga ya lia ini..? kalau marah gimana..? terus kalau ngadu sama tante lia, terus tante lia ngomong sama bundaku..? waduhhh.. bisa tamat riwayatku ini.. gilaaaa..

“ayolah ya’ konsernya mau dimulai tuh..” ucapku sambil memegang telapak tangannya.. dan lia tidak marah sama sekali.. uuuuhhhh.. lia malah memandangku dan tersenyum bro.. dan dia kembali menganggukan kepalanya.. gila.. setelah tadi dia memelukku, sekarang malah mau menerima gandengan tanganku.. hahahahaa..

Setelah itu kami berdua berjalan kearah lapangan.. aku merasa telapak tangan lia merespon pegangan tanganku dan menggenggamnya dengan erat.. wiihhhhh.. sinyal apakah ini sudara – saudara..? apa kami sudah pacaran kalau sudah begini..? atau Cuma teman saja..? masa teman pakai acara meluk terus pegangan tangan seperti ini..? aaahhhh.. gilaaaaa..

“mas duduk dulu yo dipinggir.. kelihatannya belum dimulai acaranya..” ucap lia kepadaku..

“ayo.. disitu enak kelihatannya..” ucapku sambil menunjuk pinggir lapangan.. dan disana kami duduk dipinggir jalan beton yang agak tinggi dari rumput yang kami injak..

Kamipun duduk dan melepaskan pegangan tangan kami.. kami duduk sangat dekat sekali..

“ehemmm.. gimana anak muda..? enak ya rasanya nenen dipunggung..?” ucap seseorang yang duduk tidak jauh dari aku.. aku pun langsung menoleh kearah suara itu..

Pakde jago..? ngapain dia ada disini..? bukannya dia pulau sana..? terus sama siapa dia kesini..? apa sama mayang..?

Aku lalu melihat sekeliling dan mencari mayang disekitarku duduk..

“aku sendiri aja kesini ngger..” ucapnya sambil tersenyum..

“ngapain pakde jago disini..?” tanyaku..

“jawab dulu pertanyaanku.. enak ga rasa nenennya lia dipunggungmu.. hehehehehe..” ucap pakde jago lalu tersenyum..

“apasih… biasa aja kali..” ucapku dengan ketusnya..

“biasa aja kok sampai sange gitu.. hahahahaha..” ucap pakde jago lalu tertawa..

“sange apa..?” ucapku sambil menatapnya..

“eleh.. emang peliharaanmu ga berdiri..?” tanya pakde jago dengan santainya..

“engga juga..” jawabku singkat..

“eleh.. masih ga ngaku kamu ngger.. itu nenen baru nempel dipunggung.. coba nenen itu nempel ditelapak tanganmu.. nikmatnya luar biasa loh.. kenyal – kenyal gimana gitu.. hehehehe..” ucap pakde jago sambil melihatku dan menggodaku..

“apasih..? ga sopan banget sih..” jawabku..

“hahahaha.. ternyata kamu polos sekali anak muda..” ucap pakde jago lalu tertawa..

“sudah deh pakde jago.. ga usah mulai lagi..”

“hahahaha.. kamu ga bosan ya.. ‘peliharaanmu’ selama ini dipakai buat kencing aja..? hahahahaha..” ucap pakde jago dan terus mengejekku..

“pakde.. titidmu sudah besar kah, kok sombong sekali kalau bicara..” ucapku dengan entengnya..

“besar dan kecil itu relative anak muda.. yang penting digunakan sebagai mana mestinya.. bukan hanya kencing loh ya.. hahahahaha..” kembali pakde jago tertawa dengan kerasnya..

“ga sopaaannn..” ucapku..

“hahahahaha.. ya udah.. aku pergi dulu ya..” pamit pakde jago lalu berdiri..

“ya udah pergi sana..” ucapku mengusirnya..

“kenapa kok ngusir..? kamu mau ngeremes nenennya lia ya..?” ucap pakde jago..

“pergi ga..? kalau ngga, angger sentil itu bijinya..” ucapku..

“wah.. rusak kamu ngger.. masa ada pentil disebelahmu, kamu malah mau sentil bijiku.. hahahahaha..” ucap pakde jago lalu tertawa dan pergi entah kemana..

“mas..” panggil lia dan mengagetkanku…

“eh iya ya’..” ucapku lalu menoleh kearah lia..

“ngapain ngelamun..?” tanya lia..

“ngga kok..” jawabku singkat..

“oh ga ngelamun ya..?” ucap lia lalu memandang kearah yang lain..

“nanti lanjut dimana ya’..?” tanyaku.. walaupun aku tau lia akan melanjutkan kekota pendidikan dari bunda.. tapi kan lebih pas lagi kalau dengar dari lia langsung..

“kota pendidikan mas..” jawab lia lalu memandangku..

“oh iya..? rencananya dikampus mana..?” tanyaku..

“kampus negeri..” jawabnya..

Lahh.. kok sama dengan aku sih..?

“jurusan apa ya’..?” tanyaku lagi..

“sipil..” jawab lia lagi..

“duhhhh..” ucapku yang terkejut..

“kenapa mas..?” tanya lia..

“kok sama ya’..?” ucapku singkat..

“serius nih.. sama – sama kampus negeri dan sama – sama jurusan teknik sipil..?” tanya lia dengan senangnya.. dan aku hanya mengangguk..

“assyyiiikkk.. lia ada temannya dong..” ucap lia dengan mata yang berbinar – binar..

“nanti sama – sama daftarnya ya mas..” ucap lia kepadaku..

“iya.. emang kapan lia berangkat..?” tanyaku..

“besok lusa.. lia berangkat sama sepupu lia yang lagi liburan disini.. dia kakak tingkat kita loh nanti..” ucap lia..

“oh gitu ya.. kalau aku berangkatnya seminggu lagi..” ucapku..

“ya udah.. nanti kabarin aja kalau disana ya..” ucap lia..

“iya..” jawabku singkat..

Dan ketika aku menjawab pertanyaan lia tadi, aku merasa ada dede gagah berjalan kearah tengah lapangan.. duhhh.. dede gagah ada disini..? mau apa dia..? diakan belum lulus.. tapi ngomong – ngomong, tadi dede gagah lihat ga ya aku sama lia disini..?

Semoga saja tidak.. dari pada nanti aku diejek lagi dirumah..

Aku dan lia pun sama – sama diam lagi, sampai seseorang berdiri diatas panggung dan menyapa kami semua..

“mas.. kita ketengah yo..” ucap lia lalu berdiri

“oh iya..” jawabku dan aku juga berdiri.. lalu kami berdua berjalan ketengah lapangan..

“kamu senang sama lagu – lagunya the godfather of brokenheart..?” tanyaku sambil terus berjalan..

“lumayan..” jawab lia..

“kalau mas.. senang ga..?” giliran lia yang bertanya..

“lumayan..” jawabku singkat..

“ihh.. mas ini loh ikut – ikutan..” ucap lia sambil mencubitku pelan dan aku dengan refleknya langsung memegang tangan lia yang mencubitku itu..

Dan kami pun langsung berhenti sambil saling bertatapan.. hujan rintik – rintikkpun mengejutkan kami berduan dan kami saling membuang muka untuk menutupi malu..

“hujan e mas.. gimana ini..?” tanya lia sambil menadahkan tangannya keatas..

“emang kenapa kalau hujan..? ada yang salah gitu dengan hujan..?” tanyaku..

“ngga juga sih..” jawab lia singkat..

“ya’ boleh jujur..” ucapku dan lia langsung melihat kearahku..

“a.. apa mas..?” ucap lia dengan terbata..

“aku bahagia malam ini..” ucapku..

“untuk..?” tanya lia..

“untuk hujan..” jawabku..

“hujan..? kenapa emangnya..?” tanya lia dengan herannya..

“karena aku telah menyampaikan cintaku lewat rintiknya.. dan semoga, rintik itu bisa sampai kehatimu..” ucapku sambil melihat kearah langit lalu melihat kearah wajah lia.. matanya terlihat berkaca – kaca setelah mendengar ucapanku barusan..

“oke.. itu tadi lagu layang kangen.. sekarang.. saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk kalian yang sedang jatuh cinta..” ucap the godfather of brokenheart dan langsung mengagetkan aku dan lia yang saling bertatapan.. aku dan lia langsung melihat kearah panggung sambil berdiri dengan sangat dekat sekali..

Duhhh.. kenapa aku tadi ngomong begitu ya..? apa lia marah sama aku..? buktinya dia sampai berkaca – kaca.. kenapa juga aku terburu – buru sih..? kenapa ga nunggu dilain waktu aja..?

Tapi ga sepenuhnya salah sih.. ini kan masalah hati.. dan kalau ga dikeluarkan, nanti malah jadi penyakit lagi..

Rino wengi tansah kelingan (tiap malam selalu ingat)
Prawan ayu Kalimantan (perawan cantik kalimantan)
Bantal guling tak sayang sayang (bantal guling ku sayang sayang)
Nganti koyo wong kedanan (menanti seperti orang naksir)

The godfather of brokenheart pun mulai menyanyikan lagu itu dan para penontonpun mulai ikut bernyanyi.. dan ketika suara wanita yang lawan duetnya bernyanyi.. liapun ikut bernyanyi..

Waw.. rupanya lia hafal juga dengan lagu – lagu the godfather of brokenheart.. buktinya dia fasih banget sama lirik lagu ini..

Rancak liwat kasubarang (cepat lewat ke sebrang)
Dalam hati tarasa supan (dalam hati tarasa sopan)
Kumaharap minta ditagur (ku mengharap minta disapa)
Gasan ubat karindangan (ide obat kerinduan)

Dan ketika suara the godfather of brokenheart lagi.. akupun ikut bernyanyi.. gilaaa.. lyric lagu ini sesuai dengan suasana hatiku saat ini brooo..

Saben dino aku ngalamun (setiap hari aku melamun)
Tekan omah atiku bingung (sampai rumah hatiku bingung)
Jane tresno ra wani nembung (sebenarnya cinta tidak berani meminta)
Rasane koyo wong linglung (rasanya seperti orang bingung)

Lia bernyanyi lagi dan entah siapa yang memulai.. tangan kami pun saling berpegangan.. uuuhhhhh.. ini kok jadi romantis banget sih..?

Hiring kiwa bahiring kanan (miring kiri miring kanan)
Paksa mata suruh bapajam (memaksa mata untuk terpejam)
Bamalaman kada taguring (bermalaman tidak tertidur)
Kaingatan si rambut panjang (teringat si rambut panjang)

Kami berduapun makin dekat saja dan tangan kami makin erat menggenggam..

Aduh uma abah aduh (aduh emak abah aduh)
Satiap malam ulun tabayang (setiap malam terbayang
Hati dandaman (hati dambaan)
Apakah kawa ulun manyandang (apakah kamu belum menyandang)

Aduh uma abah aduh (aduh emak aduh bapak)
Ulun takutan ulun takutan (aku takut aku takut)
Disambat urang awak nangganal (disambut orang yang aku tidak kenal)
Masih mambujang (masih membujang)

Beninge banyu Kalimantan (beningnya air Kalimantan)
Biyen sing tak ombe sayang (dulu yang ku minum sayang)
Ngelingake naliko biyen kenalan (mengingatkan dulu saat kenalan)

Dan setelah lagu itu selesai..

CUUPPP..

Lia mengecup pipi kiriku dengan lembutnya.. dan aku langsung terkejut.. seluruh tubuhku terasa merinding setelah dikecup lia.. gilaaaa.. ini pertama kalinya aku dikecup wanita selain keluargaku brooo.. dan yang mengecupnya adalah wanita yang mengisi hatiku ini..

Aku lalu melihat kearah wajah lia sambil mengelus pipiku bekas kecupannya..

“makasih ya mas..” ucap lia lalu tersenyum..

#cuukkk.. makasih buat apa ini..? dia suka sama aku juga..? atau ada hal yang lain lagi..? aahhhh gilaaaa.. kenapa jadi gantung gini sih.. kamu memang mahluk yang misterius lia..

(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 1)Sebelumnya | Selanjutnya(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 3)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game