X CLOSE
Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 10

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 10

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 10

DIMULAI DENGAN KETEGANGAN DIAKHIRI DENGAN..​

Pov angger

Hari ini adalah hari terakhir orientasi dikampus negeri.. setelah empat hari yang menyenangkan ini, kami semua sedang mempersiapkan untuk acara malam keakraban..

Dan dikelompokku, aku yang disuruh tampil untuk mengisi acara itu.. tapi teman – temanku duluan yang tampil dipanggung.. mereka menampilkan salah satu tarian dari daerah dari timur sana, baru kemudian aku yang tampil menutup pertunjukan dari kelompokku..

Ahh gila nih teman – temanku.. kenapa juga aku disuruh tampil..? kan mereka sudah menunjukan suatu tarian, kenapa aku harus tampil juga..? dan aku juga ga boleh menolak.. terus aku harus menampilkan apa..? apa aku menunjukkan keahlianku makan permen lolliop gitu..? ga jelas..

Dan ketika waktu istirahat tiba.. akupun langsung menuju kearah belakang gedung.. aku ingin buang air kecil dulu.. dan ketika keluar dari kamar mandi.. aku melihat ada keributan di sekertariat panitia..

Dengan memberanikan diri.. aku pun melangkahkan kakiku keruangan itu.. dan dari arah samping ruangan, aku melihat beberapa panitia keamanan berkumpul didepan pintu.. sedangkan didalam aula yang lumayan besar dan disulap menjadi sekertariat kegiatan orientasi itu, berdiri dua orang yang siap untuk berduel.. seorang laki – laki dan seorang perempuan..

Apa..? seorang perempuan..? ga salah nih..? memang sih aku tidak melihat wajah perempuan itu, karena dia membelakangi aku.. tapi yang membuat aku yakin itu adalah perempuan.. rambutnya yang panjang dan lurus serta bokong yang semok.. emang ada cowo berambut panjang dan lurus serta bokong semok..?

Waahhh.. mantap juga ini.. ada duel antara perempuan dan laki – laki.. akupun makin mendekatkan diri kearah jendela..

Dan ketika aku sudah berdiri didekat jendela.. yang laki – laki maju duluan sambil berlari.. dan yang perempuan berdiri dengan santainya.. dan ketika sudah didekat perempuan itu.. laki – laki itu meloncat sambil mengarahkan lututnya dari arah samping kearah wajah perempuan itu..

TAAPPPP..

Siperempuan menahan serangan itu dengan lengan kanannya.. lalu..

BUHHGGGGG..

Perempuan itu melayangkan pukulannya dengan tangan kiri, kearah dada laki – laki itu dengan kuatnya..

“huupppppp..” laki – laki yang posisinya masih melayang itupun langsung terhempas dan roboh kebelakang sambil memegang dadanya..

“tuhkan.. sudah kubilang jangan duel sama Bulan.. masih aja dia ngotot sih..” ucap seorang panitia yang tidak jauh dari aku..

Apa..? dia Bulan..? waw.. mantap juga tangkisan dan pukulannya ya.. gila perempuan satu ini..


Bulan Mahardini Darmawan​

Karena semua sedang konsentrasi dengan duel didalam ruangan.. para panitia ini tidak sadar kalau ada maba yang ikut melihat duel ini..

Dan sekarang laki – laki itu pun bangun lagi sambil mengelus dadanya.. Bulan pun langsung maju mendekati laki – laki itu.. dan kembali laki – laki itu menyerang Bulan ketika sudah didekatnya.. laki – laki itu menendang kearah perut Bulan..

TAAPPP..

Bulan langsung memblok tendangan itu dengan kedua tangannya, lalu laki – laki itu melayangkan pukulan kearah wajah Bulan..

TAAPPP..

Kembali Bulan menangkisnya dengan tangan kanan sambil terus maju kearah laki – laki itu.. laki – laki itu pun mundur sambil terus melayangkan pukulan kearah wajah, dada dan perut Bulan..

TAAPPP.. TAAPPP.. TAAPPP.. TAAPPP.. TAAPPP.. TAAPPP..

Bulan dengan mudah menangkis serangan laki – laki itu.. gila.. hebat juga nih Bulan..

TAAPPP.. TAAPPP.. TAAPPP.. TAAPPP.. TAAPPP.. TAAPPP..

Laki – laki itu tidak putus asa.. dia terus menyerang Bulan sambil memundurkan langkahnya..

Dan ketika diserangan kesekian kalinya..

TAAPPP..

Bulan menangkis pukulan tangan kiri laki – laki itu dan..

BUHHGGG..

Tinjuan laki – laki itu dengan tangan kanan, akhirnya mengenai pipi Bulan sampai wajah Bulan melayang kearah kanan..

Bajingaannnn..

Akupun dengan refleknya langsung berlari kearah pintu dan aku langsung dihadang beberapa panitia keamanan..

“mau kemana kamu..?” tanya panitia itu sambil mendorong dadaku..

“kamu ini laki – laki apasih..? didalam ada laki – laki sama perempuan duel kok dibiarin..?” ucapku sambil membenarkan kaca mataku yang melorot..

“sudahlah.. ga usah ikut campur kamu..” ucap panitia yang lain..

“pergi kamu.. pergi..” ucap panitia yang lain lagi sambil mendorong dadaku..

Emosiku pun langsung naik kekepala, apalagi ketika melihat Bulan yang terkena tinjuan tadi..

Aku lalu mendorong dada salah satu panitia dengan keras sampai dia tersandar didinding.. kemudian aku cengkram lehernya dengan kuat dengan tangan kiriku.. lalu aku tatap matanya dengan tajam..

“kalau kamu ga bisa melerai.. aku yang melerai.. jadi jangan yang menghalangi aku, atau kupatahin hidungmu ini..” ucapku lalu mengeratkan gigiku sambil menunjuk wajahnya..

“AARGGHHHHH..” wajahnya memerah dan nafasnya tersesak akibat cengkramanku dilehernya.. kedua tangannya pun mencoba melepaskan cengkraman tangan kiriku ini, tapi tidak berhasil.. lalu..

BUHHGGGGG..

Aku meninju dinding tepat disebelah kanan wajah panitia ini dengan kerasnya..

Setelah itu aku melepaskan cengkramanku dilehernya lalu menatap beberapa panitia lainnya..

Mereka pun akhirnya menyingkir dari pintu dan aku langsung masuk keruangan itu..

Dan aku sekarang berada tidak jauh dari belakang Bulan.. aku melihat Bulan menoleh kearah samping sambil membersihan bibirnya yang berdarah.. lalu setelah itu dia menegakkan wajahnya dan menatap laki – laki yang memukulnya itu.. aku hanya bisa melihat punggung dan rambut Bulan.. sedangkan wajah laki – laki yang dihadapannya itu, terlihat memucat.. loh kenapa dia memucat..? apa dia merasa bersalah karena meninju Bulan tadi..?

“Bulan..” panggilku.. dan baru pertama kali ini aku memanggilnya.. dan tujuan ku memanggilnya supaya duel ini berakhir.. aku ga tega melihat dia ditinju seperti itu tadi.. dan ketika Bulan ditinju tadi.. entah kenapa, justru aku yang merasa sakit..

Bulan tidak menghiraukan panggilanku dan..

BUHHHGGGG..

Sebuah pukulan Bulan dari arah samping kanan, menghantam laki – laki itu sampai dia oleng.. dan..

BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG..

Bulan melanjutkan serangannya kearah wajah laki – laki itu dengan kedua tangannya secara beruntun..

“AARRHHGGG..” laki – laki itu kesakitan dengan darah yang mulai keluar dari wajahnya..

Gilaaaaa.. mengerikan sekali cara Bulan menghajar laki – laki itu.. dan pandanganku masih kearah punggung Bulan yang membelakangi aku..

BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG..

Bulan terus menghajar laki – laki itu sampai tersandar didinding.. dan laki – laki itu tidak bisa melawan seperti tadi… dia tersandar didinding dengan wajah yang penuh darah..

Ini kalau ga dihentikan.. bisa hancur laki – laki itu.. dan sekarang aku bukan ingin menolong Bulan lagi, tapi aku justru kasihan dengan laki – laki itu..

BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG..

Bulan terus menghajar laki – laki itu.. dan sampai ketika Bulan berputar dengan cepatnya, sambil mengarahkan tendangan balik kearah wajah samping laki – laki itu dengan kuatnya..

BUUUHHGGG..

BUUMMMMMM..

Laki – laki itupun langsung tumbang setelah tendangan balik Bulan mengenai wajah sampingnya dengan telak dan keras..

Dan ketika laki – laki itu roboh.. Bulan menginjak wajah laki – laki itu dengan brutalnya..

BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG.. BUHHHGGGG..

“BULAAANNN..” teriakku sambil berlari kearahnya..

Dan ketika aku sudah didekatnya aku lalu menarik tangan kirinya dengan tangan kananku..

Tubuh Bulan pun sampai terputar menghadapku.. dan Bulan langsung mengarahkan tinjuan tangan kanannya kearah wajahku..

TAAPPPP..

Aku langsung menangkap kepalan tangan kanan Bulan dengan tangan kiriku..

“Ho.. ho..ho.. ho..” nafas Bulan terdengar berat dan menyeramkan..

Pandanganku kearah wajah Bulan terhalang oleh tangan kiriku yang menangkap tangan kanannya..

Kurang ajar.. kuat juga pukulan Bulan ini.. pantas aja, laki – laki ini tumbang seperti ini.. akupun dengan sekuat tenaga menurunkan kepalan tangan Bulan ini sampai aku melihat wajahnya.. dan.. pemandangan mengerikan terlihat jelas dihadapanku.. seluruh bola mata Bulan menghitam dan menyeramkan.. gilaaa.. kerasukan apa nih Bulan..? kenapa bisa matanya seperti ini..?

Wajahnya yang cantik dan putih itu, terlihat sangat menakutkan dengan bola mata yang hitam.. seisi ruangan inipun tidak ada yang bersuara.. tegang dan menakutkan.. itulah suasana diruangan ini..

“Ho.. ho..ho.. ho..” nafas Bulan terus terdengar berat dan menyeramkan..

Apa aku takut ketika melihat Bulan menatapku seperti ini..? tidak.. aku justru menemukan hal lain didalam tatapan mata Bulan.. tatapan ini seperti menguatkan ikatan yang selama ini aku rasakan, ketika dia menatapku sebelum – sebelumnya..

Aku seperti sangat dekat sekali dengannya.. jiwaku seperti menyatu dengannya.. ada apa ini..? kami berdua memiliki ikatan apa..? kenapa bisa seperti ini..?

Dan perlahan kepalan tangan Bulan yang keras itu melemah.. nafas Bulan pun mulai terdengar teratur, tapi bola matanya tetap menghitam.. telapak tangan kanannya yang melemah itupun, langsung menggenggam tangan kiriku dengan eratnya.. sementara tangan kananku yang memegang pergelangan tangan kirinya tadi pun, sudah memegang telapak tangan kiri Bulan.. kami berhadapan dan bertatapan dengan kedua tangan saling memegang lalu..

BUHHGGGG..

Bulan melepaskan pegangan tangannya dan langsung memelukku dengan erat.. tubuhnya pun terasa panas ketika memelukku.. dan perlahan, aku pun membalas pelukan Bulan, lalu aku mengelus punggungnya perlahan..

Tubuh panas Bulan pun terasa mulai mendingin.. dan beberapa saat kemudian, aku merasa dada Bulan pun bergetar.. dan..

“hikss.. hikss.. hikss.. hikss..” Bulan menangis sesenggukan didadaku..

Aku pun terus membelai punggungnya lalu naik kekepalanya dan membelai rambutnya.. Bulan.. kenapa bisa seperti ini..? pelukan ini kenapa terasa sangat mendamaikan..? tenang dan adem rasanya ketika aku memeluk Bulan..

Dan perlahan isakan tangis Bulan pun tidak terdengar lagi dan dia sudah bisa menguasai dirinya..

Kamipun masih saling berpelukan dan aku masih terus membelai rambut Bulan yang lembut ini.. dan setelah itu, kami berdua sama – sama melepaskan pelukan kami dan saling bertatapan lagi..

Mata Bulan pun sudah memutih dan menghitam seperti biasa.. tapi terlihat sembab karena dia habis menangis.. lalu..

CUUPPP..

Tiba – tiba Bulan langsung mengecup bibirku dengan lembutnya..

“terimakasih..” ucapnya lalu menuduk dan berjalan melewati aku..

Bu.. Bu.. Bulan mengecup bibirku..? gilaaaa.. ini kecupan pertamaku dengan seorang wanita.. dan wanita yang pertama kali mengecupku malah Bulan, bukannya Lia cinta pertamaku yang mengecup bibirku..? aku pun sampai berdiri terpaku sambil terus merasakan kecupan Bulan yang langsung menggetarkan hatiku.. kecupan ini seolah menguasai seluruh tubuhku sampai aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.. gilaaaaa.. ini gilaaaa..

Hiuuuffttt.. huuuuu..

Akupun langsung menarik nafasku perlahan dan mengeluarkannya.. bajingaannn.. apa Bulan sudah meruntuhkan hatiku..? wahhh ga bener.. ini ga bener.. aku sangat mencintai Lia dan hanya Lia wanita satu – satunya yang boleh mengisi hatiku.. tidak boleh ada yang lain.. tapi kenapa hatiku bisa goyang seperti ini..? assuuu..

Dan setelah menenangkan dan menguasi tubuhku.. aku pun langsung membalikkan tubuhku lalu berjalan keluar ruangan ini.. aku tidak menghiraukan setiap pandangan yang menatapku.. aku hanya terus berjalan dengan pikiran yang telah terhipnotis oleh kecupan Bulan tadi..

Dan ketika aku sudah diluar ruangan.. aku melihat Lia berdiri disudut sebuah gedung sambil menatapku dengan tajam.. bola matanya menghitam dan nafasnya terlihat cepat.. kedua tangannya mengepal sambil terus menatapku..

AnggeLia Putri Aldo​

Lia..? kenapa pandangan matanya seperti Bulan juga..? gilaaaa.. dan tubuhku langsung merinding ketika Lia menatapku seperti itu..

Kenapa tubuhku bisa merinding ketika Lia menatapku seperti itu..? tatapan Bulan yang sama sepertinya saja, tidak membuatku merinding sama sekali.. gila.. ini gilaa…

Pov Badai

Aku sekarang sedang duduk didepan perpustakaan dan memandang panggung yang sangat besar.. panggung ini dipersiapkan untuk acara penutupan orientasi yang sudah berlangsung selama empat hari ini..

Anjing.. bukan hanya tenaga dan pikiran aja yang dikeluarkan selama kegiatan ini.. keringat bahkan darah pun sampai mengalir ditubuh kami.. kemarin sore adalah puncak emosi dari kami semua.. panitia dan maba pun sampai ada yang menangis mendengar kejadian kemarin itu.. aku yang membantai salah satu panitia terkejam dan menghajar belasan panitia lainnya, mendapat dukungan dari semua maba.. rupanya bajingan yang kuhajar itu juga melakukan hal yang semena – mena kepada semua kaawan – kawan maba.. dan tidak sedikit juga panitia yang mendukungku diluar dari teman – teman pondok merah..

Dan untuk Pak rector dan Wakil Rektor pun menutup kasus perkelahian kemarin itu.. gila.. ampuh sekali orang tua yang misterius kemarin itu.. aku masih penasaran dengan orang tua itu.. siapa ya dia..? kenapa dia punya pengaruh yang sangat kuat..? tapi kalau dia punya pengaruh yang kuat, kenapa dia membiarkan adanya ‘pemberontakan’ dikampus ini..? harusnya kan dia bisa menyelesaikan masalah ini dengan pengaruhnya.. dan kenapa harus aku yang membangun kembali ‘puing – puing’ pondok merah yang ambruk setelah tumbangnya Mas Panji..?

Mas Panji.. aku juga penasaran dengan manusia satu itu.. kalau aku melihat dari tatapannya, dia bukan orang sembarangan.. dia pasti orang yang kuat.. tapi kenapa dia bisa tumbang dengan orang yang bernama Purnama..? apa dia sengaja mengalah..? apa untungnya bagi dia..? itu malah membuat reputasinya jatuh dihadapan semua bajingan – bajingan kampus teknik kita.. dan imbasnya, tentu saja pondok merah akan digoyang oleh bajingan – bajingan yang ingin menancapkan namanya dikampus teknik kita..

Anjing.. orang tua yang menemuiku diwarung itu, membuat pecahan – pecahan misteri yang harus aku kumpulkan dan aku susun satu persatu, supaya aku bisa menemukan jalan ke muara dari semua ini.. bangsaattt..

Tapi kenapa juga aku bersedia..? aku sampai bingung dengan diriku sendiri.. aku ini siapa sebenarnya..? aku tidak punya saudara satu pun dikota ini.. memang ayah dari kakek ibuku asli kota ini, tapi aku sudah keturunan keberapa..? dan semua keluarga itu sudah hilang jejak.. ibuku saja baru tau kalau buyutnya asli kota ini.. gilaa.. ini gila..

Aku seperti mempunyai ikatan yang kuat dengan kota ini.. walaupun aku sendiri tanpa keluarga dikota ini, tapi aku merasa saudaraku sangat banyak disekitarku.. terutama angger.. siapa sih siculun itu..? ikatan batinku sangat kuat dengannya.. aku sebenarnya ingin mengenalnya lebih dekat.. tapi dia sudah tidak pernah kepondok merah setelah malam itu.. bangsaattt.. makin gila aja aku ini.. belum lagi aku merasa, setiap pergerakanku dikota ini selalu ada yang mengawasi.. mulai dari pertama kali aku menginjakkan kakiku dikota ini, aku merasa banyak mata yang mengawasiku.. bajingaannn..

Apa aku ini termasuk keturunan darah biru..? apa aku keturunan salah satu raja dari kerajaan yang pernah ada dikota ini..? hahahahaha.. koplak.. tambah ngelantur kemana – mana pikiranku.. emang ada keturunan raja kayak aku ini..? tambah ga jelas pikiranku ini.. anjinngg..

Oh iya satu lagi.. ketika aku pulang kekosan dalam keadaan masih berdarah dan luka – luka disekitar wajahku.. ada seseorang yang datang kepadaku sambil membawa sebotol cairan.. orang itu menyuruhku untuk membasuh semua lukaku dengan cairan yang dibawanya.. aku pun sampai bingung dibuatnya, siapa lagi dia..? kenapa kok sampai berbaik hati, memberikan aku sebuah cairan yang katanya obat untuk luka – luka diwajahku..? aku jadi merasa seperti raja beneran yang selalu di layani.. bajingan ga aku ini..? dan ternyata memang benar.. setelah aku membersihkan wajahku yang terluka dengan cairan itu.. hari ini luka – luka disekitar wajahku sudah mengering.. lebam – lebamnya pun cepat memudar.. memang sih tetap terlihat masih ada birunya.. tapi tidak sebanyak kemarin.. anjing.. anjing..

“kamu ga gabung sama teman – temanmu..?” ucap sesorang yang tiba – tiba datang dan berdiri disampingku.. dan ketika aku melihatnya, Mas Panji yang berbicara itu..

“sebantar mas.. aku lagi cari inspirasi untuk menampilkan apa buat acara malam keakraban nanti..” ucapku..

“dipikir sama teman – temanmu lah.. kenapa kamu pikir sendiri..” ucap Mas Panji lalu duduk disebelahku.. setelah itu Mas panji mengeluarkan rokoknya dan membakarnya.. bangsaattt.. kok jadi pengen rokokkan juga ya aku..? ini kalau Kenzie yang datang, sudah kuminta rokoknya.. tapi berhubung Mas Panji yang datang, jadi sungkan aku memintanya.. bajingaann..

“justru itu mas.. teman – temanku itu bingung mau menampilkan apa.. dan aku itu paling ga bisa mikir kalau sedang ramai orang.. lagian yunda Clara memberi waktu kami semua untuk mencari inspirasi dulu.. setelah itu nanti berkumpul lagi dan menyampaikan ide – ide yang kita dapat..” jawabku lalu aku melihat ke arah depan…

“ohhh gitu..” ucap Mas Panji dengan santainya lalu menghisap rokoknya dengan isapan yang sangat dalam.. bajingaannn.. malah dipanas – panasin lagi aku.. cara merokoknya itu loh, dinikmatin banget.. bidab kok..

“kamu mau merokok..” ucap Mas Panji kepadaku..

“engga mas..” ucapku berbohong..

“baguslah..” ucap Mas Panji lalu menghisap rokoknya lagi..

Anjingg.. cuma basa – basi aja..? kirain ditawarin lagi aku.. bangsat.. bangsat..

“mas.. boleh aku tanya..?” ucapku ke Mas Panji..

“hemm..” jawab Mas Panji lalu mengeluarkan kepulan asap rokok dari mulutnya… uhhhh.. nikmat banget pasti itu rasanya..

“siapa orang tua yang datang, ketika aku habis membantai bajingan didepan ruang keamanan itu..?” tanyaku..

Mas Panji Cuma melebarkan kedua matanya..

“orang tua yang ditakuti Pak Rektor dan Wakil Rektor itu loh mas..” ucapku lagi..

“assuuu.. lebih tua ayahku dari pada orang itu.. kenapa bisa kamu panggil dia orang tua..?”ucap Mas Panji dan dia malah bertanya kepadaku..

“dia kan lebih tua dari pada kita mas..” jawabku sekenanya..

“hehehe..” Mas Panji hanya tertawa… anjing bisa ketawa juga Mas Panji ini…

“kok malah ketawa Mas..? siapa sih orang tua itu..?” tanyaku lagi..

“aku ketawa karena aku ga tau siapa dia..” jawab Mas Panji..

“kalau Mas ga tau, bagaimana Mas Panji tau kalau Ayah Mas Panji lebih tua dari orang itu..?” tanyaku..

“ya kelihatan dari wajahnya lah..” jawab Mas Panji dengan entengnya..

Anjingg.. jawaban Mas Panji ini kok mambangsatkan sekali sih..

“aku baru melihat orang itu dua kali.. yang pertama didepan gang kosan kita beberapa jam sebelum kamu datang.. dan yang kedua, kemarin itu setelah kamu membantai Boy..” ucap Mas Panji lagi.. Boy..? ohh.. yang kubantai itu namanya Boy toh..

“dan aku juga gak tau siapa dia..” ucap Mas Panji lalu berdiri dan berjalan meninggalkan aku dengan cueknya..

“Mas..” panggilku dan Mas Panji langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearahku lagi..

“boleh aku tanya satu lagi..?” ucapku dan Mas Panji hanya melihatku sambil menghisap rokoknya..

“kenapa sampean mengalah diduel itu..?” tanyaku.. dan aku sengaja memancing dengan kata mengalah bukan kata kalah, ketika Mas Panji tumbang dengan Purnama..

Dan Mas Panji hanya tersenyum lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi..

Anjinggg.. betulkan Mas Panji mengalah.. bajingaannn.. dan tiba – tiba sejuta pertanyaan menghampiri kepalaku lagi.. aku lalu menatap lurus kedepan kearah panggung utama lagi..

Bangsaattt.. beneran dilatih jadi detective aku.. bajingaannn.. dan sekarang.. aku butuh kopi.. aku butuh kopiiiiii..

“minum gih..” tiba – tiba suara merdu yang aku kangenin pun terdengar ditelingaku..

Akupun lalu menoleh kearah kiri.. dan dihadapanku sekarang.. berdiri seorang wanita cantik dengan wajah datar tanpa ekspresi sama sekali, sambil membawa segelas minuman kepadaku.. dia Clara.. dia ‘Mileaku’..

Clara Jasmeen Salsabila ​

Aku lalu mengambil minuman itu.. aroma minuman yang dibawa Clara ini pun, langsung masuk kedalam hidungku dan membawa pikiranku terbang tinggi keangkasa… bajingaann.. ini kopi bro.. ini kopi.. bagiku campuran kopi ini seperti dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit untuk memisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis air, dll. Sehingga menghasilkan oksigen yang aku nikmati.. bangsat ga..? hahahahaha.. anjing…

“makasih ya..” ucapku lalu aku menatap lurus kedepan lagi, setelah itu aku menyeruput kopi ini perlahan..

Slruuppppp….

Huuuuuuu.. nikmatnyaaaaa..

Kopi ini pun langsung masuk kedalam tenggorakanku dan menyebar keseluruh tubuhku.. lalu dibantu sel darah, cairan ini menyebar sampai kepori – pori terkecil didalam tubuhku.. kopi ini pun juga sampai diotakku dan memberikan oksigen yang sangat dibutuhkan otakku.. bajingaannnn.. ngetik apa sih aku ini..? anjingggg..

Dan Clarapun langsung duduk disebelahku..

“baru daguku yang dicolek aja, kamu sudah patahkan tangannya.. gimana kalau sampai aku diperk…” ucap Clara terpotong ketika aku menolehnya dan menatapnya dengan tajam..

“jangan lanjutkan ucapanmu.. membayangkannya saja darahku mendidih, apalagi ada yang berani melakukannya kepadamu.. pasti aku remukkan seluruh tulang ditubuhnya dan aku keluarkan seluruh cairan darahnya sampai tetes terakhir.. sampai burung pemakan bangkai pun, pasti akan jijik untuk memakan potongan tubuhnya.. dan aku..” ucapku terpotong ketika jari – jari tangan Clara menutup mulutku dengan sangat lembut..

Clara lalu menggelengkan kepalanya pelan dengan mata yang berkaca – kaca..

“jangan mencintaiku seperti itu Badai.. aku ga sanggup menerima cinta yang begitu besar darimu..” ucap Clara dengan bibir yang bergetar dan tetesan air mata yang mulai membasahi pipinya..

Aku lalu mengangkat tanganku dan memegang jemari Clara yang ada dibibirku.. setelah itu aku turunkan dan aku kecup punggung tangannya..

CUUPPPP…

“seberapa besar sih cintaku ini, dibandingkan dengan cinta seorang wanita yang bisa membuat kopi senikmat ini.. kopi buatannya aja bisa membuatku melayang.. apalagi cintanya..” ucapku sambil menatap matanya lalu aku berdiri sambil memegang gelas kopi pemberiannya..

Slruuppppp….

Aku menyeruput lagi kopi ini perlahan..

“aku sih cuma bisa berharap dan memohon kepada Sang Pencipta.. semoga mahluk ciptaanya yang indah ini, bukan hanya membuatkan aku kopi pada saat orientasi saja.. tapi setiap pagi disisa hidupku.. dan menyeduhkan kopinya.. dengan cinta..” ucapku lalu aku berjalan meninggalkan Clara sambil menikmati kopi cinta ini.. anjinggg..

“hey penyair jalang..” panggil Clara dan aku langsung menghentikan langkahku lalu membalikkan tubuhku dan melihat kearahnya.. dia berdiri menatapku sambil melipatkan kedua tangannya didadanya..

“ternyata ucapanmu itu berbisa ya.. dan bisa nya itu sudah meracuni seluruh hatiku.. okee.. jangan salahkan aku, ketika aku membuatkan kopi disetiap pagimu.. kamu juga akan merasakan bisa yang ada ditubuhku..” ucapnya sambil menurunkan kedua tangannya dari dadanya lalu pergi meninggalkan aku..

Anjingggg.. apa ini berarti kami sudah jadian..? gilaaaa.. terus kenapa dia pergi setelah berucap seperti itu..? kata – katanya ituloh.. membuat hatiku makin melayang.. bajingann..

“emang kamu aja yang bisa berucap, terus pergi dengan meninggalkan hati yang terbang entah kemana..?” ucap Clara yang tiba – tiba berhenti dan menoleh kearahku.. lalu diapun berjalan lagi meninggalkan aku yang hanya bisa menggelengkan kepala saja..

Balas dendam dia.. anjing.. anjing..

Akupun lalu menghabiskan kopi ini dan membuang gelas plastic ini ke tempat sampah.. setelah itu aku berjalan kearah kelompokku.. Clarapun sudah berdiri diantara teman – temanku yang mengelilinginya..

“jadi gimana..? apa yang mau kalian tampilkan..?” tanya Clara kepada kami..

Teman – temanku pun hanya terdiam dan tidak ada yang menyahut..

“kalian mahasiswa loh.. masa ga kreatif sih..?” ucap Clara lalu melipatkan kedua tangannya didada..

Dan teman – temanku pun tetap diam dan tidak bersuara.. aku pun langsung mengangkat tangan kiriku..

“kenapa le..?” tanya Clara sambil melihat kearahku..

“saya aja yang tampil yunda..” ucapku dengan cueknya..

“woooooo..” teriak semua teman kelompokku lalu..

PROK.. PROK.. PROK.. PROK.. PROK.. PROK..

Dan mereka bertepuk tangan..

“sudah.. ga usah lebay..” kata Clara dengan dinginnya dan semua temanku pun langsung terdiam..

Wisss sadis juga ‘mileaku’ ini.. semua teman – temanku sampai takut dibuatnya.. jadi pengen cium bibirnya yang seksi itu lagi aku.. hehehehe..

“mau nampilin apa kamu..?” tanya Clara sambil tetap melipatkan kedua tangannya didada..

“mau nyanyi cinta untuk mengungkapkan perasaanmu..? sudah basi kalau gitu..” ucap Clara lagi dan aku hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum..

“terus..?” tanya Clara sambil melebarkan kedua bola matanya..

“mau baca puisi..” ucapku singkat..

“APA..???” teriak teman – temanku bersama dan terlihat mereka semua langsung terkejut sambil menatapku..

Clarapun sampai menurunkan kedua tangannya, lalu menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan dia tersenyum tapi ditahannya..

“serius..” ucap Clara yang masih tidak percaya dengan ucapanku..

Dan aku hanya mengagguk pelan..

“dasar penya’ir jalang..” gumam Clara sambil melirikku..

“oke.. kalau memang seperti itu dan ga ada yang mau tampil selain Badai.. ya mau gimana lagi..” ucap Clara dan semua temanku pun akhirnya mengangguk dan setuju kalau aku yang tampil..

Anjingg.. jadi beneran aku yang tampil ini..? padahal aku tadi itu cuman bercanda loh, karena ga ada yang mau maju.. tapi ternyata malah disetujui.. bajingaannn.. terus aku mau menampilkan puisi lagi.. puisi apa..? bangsattt..

Wah ga bener kalau begini ini.. ya sudahlah aku akan tampil.. karena aku sendiri yang berucap, jadi aku harus menjalankannya.. apapun hasilnya nanti.. itu urusan belakang..

Dan ketika upacara penutupan telah selesai.. malam keakraban pun dimulai.. semua maba dan sebagian panitia pun berkumpul menjadi satu dilapangan.. hanya panitia keamanan aja yang menyebar disekitar lapangan dan sekitar pagar kampus..

Teman – teman pondok merah pun terlihat berkumpul dipagar kampus..

Satu persatu kelompok maba peserta orientasi pun ,menampilkan pertunjukannya.. dan ketika giliran kelompokku.. aku berdiri dengan santainya.. lalu aku berjalan dengan diiringi pandangan semua panitia dan teman – teman maba..

Dan setelah sampai dipanggung.. aku lalu berjalan dan meraih mik..

“tes.. tes..” ucapku sambil menggenggam mik ditangan..

Suaraku pun langsung terdengar membahana dilapangan ini.. anjinnggg..

“selamat sore semua..” ucapku dengan mantapnya..

“SOREEEEEE..” jawab semua orang dengan lantangnya..

“saya akan membawakan sebuah puisi..” ucapku lagi dan semua orang langsung terkejut, termasuk teman – teman dari pondok merah.. dan aku langsung melihat ke arah Clara yang menatapku dengan tatapan yang datar..

“dan judulnya adalah..” ucapku terpotong..

“Cinta..” ucapku lagi sambil melihat kearah semua mahasiswa baru yang ada dibawahku.. lalu aku diam…

Dan tanpa dikomando, mereka semua bertepuk tangan dengan kerasnya sambil bersiul dan ada juga yang berteriak..

PROK.. PROK.. PROK.. PROK.. PROK.. PROK..

“huuuuuu… acik.. acikkk..”

“Suit.. suit.. suit….”

“cinta.. cinta.. cinta..”

Suasana pun langsung ramai seketika.. dan semua panitiapun juga melihat kearahku.. sedangkan teman – teman pondok merah hanya menggelengkan kepalanya saja.. mungkin yang ada dipikiran mereka.. bajingan kok baca puisi.. anjing..

Dan suasana pun perlahan hening, karena aku belum melanjutkan puisiku.. dan terlihat mereka semua seperti menantikan kelanjutan dari syiarku ini.. dan ketika suasana sudah benar – benar hening dan tidak ada yang bersuara sama sekali..

“itu untukmu Clara..” ucapku sambil melihat kearah Clara.. lalu aku meletakkan mik ditempatnya semula dan membalikkan tubuhku lalu berjalan meninggalkan panggung..

Semua wajah penonton hanya bengong menatapku ketika aku turun dari panggung.. band pengisi acara, crewnya, panitia yang ada disitu, mahasiswa baru, penghuni pondok merah, para security dan semua penonton yang ada didepan pagar kampus.. semuanya terbengong dengan mulut yang menganga.. tapi aku tetap cuek dan berjalan kearah kelompokku yang duduk dilapangan menghadap kepanggung.. setelah itu aku langsung duduk diantara mereka tanpa merasa berdosa..

“anjingggg..” terdengar makian dari belakang dan kalau aku merasa.. itu suara Kenzie yang mebahana..

“bangsat..”

“assuu..”

“cukimai..”

“tai lasso..”

“kampang..”

“jiancookk..”

“matane..”

Satu persatu makian langsung terdengar disekitarku dengan kerasnya..

“itu aja isi puisinya..?”

“mek ngono tok..?” (Cuma gitu aja)

“bajingaaaaaaann..”

“hahahahahahahaha..”

Tawapun langsung terdengar dari semua orang dan aku tetap santai sambil menatap kearah panggung..

Emang ada apa sih sama mereka semua ini..? itu kan puisiku.. terserah aku dong mau seberapa panjang atau pendek.. yang penting itu isinya..

Panjang tapi ga bermakna, buat apa.. mending singkat tapi langsung ketujuannya.. hehehehe.. anjing..

Aku pun tadi sempat melihat kearah Clara.. dia hanya bisa menatapku dengan ekspresi wajah yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata..

#cuukkk.. cinta itu kata yang singkat, tapi berjuta makna.. jadi ga usah dijabarkan dan dituliskan, luasnya dunia ini tidak akan mampu menampungnya.. iya kan..? bangsaaattt.. tapi yang jelas.. dimulai dengan ketegangan dan ditutup dengan tawa.. tawa karena cinta.. hahaha.. anjinggg..

(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 9)Sebelumnya | Selanjutnya(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 11)

Banyak Film lain di Banyak Film Indoxxi

Banyak Game lain di Banyak Game