X CLOSE
Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 17

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 1

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 1

KEHIDUPAN SELANJUTNYA​

Pov angger

Halo bro.. namaku angger, lebih lengkapnya gerhana matahari sandi.. aku anak pertama dari ayahku yang bernama sandi purnama irawan dan bundaku yang bernama emery naila unna.. aku mempunyai dua orang adik laki – laki dan seorang adik perempuan.. adikku yang pertama, dede gagah atau gagah irawan sandi.. adikku yang kedua dan yang ketiga, sikembar banyu dan bening.. nama lengkapnya banyu bramantyo sandi dan bening bramantya sandi..

Kami berempat hidup penuh dengan cinta dan kasih sayang dari ayah dan bunda.. dan untuk aku sendiri, aku tumbuh menjadi anak rumahan yang penurut dan tidak terlalu suka keluyuran keluar rumah.. sedangkan dede gagah, dia sedikit liar.. dengan sifatnya yang keras, dia sering keluar malam dan sering pulang dalam kondisi mabuk serta wajah yang biru – biru akibat berkelahi.. dan itu bisa dipastikan, ketika gagah pulang dalam kondisi seperti itu.. omelan bunda pasti selalu terdengar.. untuk adekku sibanyu, aku bingung kalau dengan adikku yang satu ini.. sebenarnya dia anak rumahan juga, tapi kalau pulang sekolah.. banyu pasti cari gara – gara dan berkelahi dulu, baru pulang kerumah.. dan kalau sudah begitu, pasti dapat omelan juga dari bunda..

Mereka berdua pasti sangat ketakutan ketika bunda sudah marah.. tapi tetap saja, seminggu atau dua minggu kemudian, mereka melakukannya lagi.. dan biasanya, yang jadi penenang ketika bunda marah, itu aku dan bening.. tapi bening yang lebih dominan menenangkan bunda.. padahal, tidak jarang bening ikut berkelahi dengan banyu.. tapi entah kenapa, bunda tidak bisa marah dengan adik perempuanku satu – satunya itu..

Diantara ayah dan bunda, hanya ayah saja yang tidak pernah marah.. dan walaupun ketiga adekku sering buat masalah, ayah hanya menasehatinya dengan lembut.. ayah begitu sabarnya menghadapi tingkah polah ketiga adekku itu.. aku pun sering menegur mereka bertiga.. tapi begitulah.. teguran bunda aja sering mereka langgar, apalagi teguranku.. hehehehehe..

Aku tidak bisa marah kepada kedua adekku sama seperti ayah.. aku yakin kok, ini hanya kenakalan remaja aja.. yang penting mereka tidak mencuri dan main narkoba saja.. dan aku yakin, suatu saat mereka akan sadar sendiri dengan semua tingkah laku mereka sekarang..

Dede gagah, walaupun sering mabuk dan juga berkelahi.. sebenarnya dede gagah itu sangat baik.. tapi karena sifatnya yang terlalu baik kepada teman – temannya dan suka menolong.. itu yang menyebabkan dia sering berkelahi dan pasti itu bukan karena masalahnya, tapi masalah teman – temannya yang dia bantu..

Dede gagah ini usianya selisih satu tahun lebih dariku, dan sekolahnya satu tingkat pas dibawahku.. sedangkan adikku sikembar, empat tahun dibawahku.. tapi sekolahnya dua tingkat dibawahku.. kenapa bisa begitu..? karena sikembar sekolah dasarnya hanya empat tahun.. sikembar itu memiliki kepintaran diatas rata – rata anak seusianya.. jadi ketika aku kelas tiga SMU dan gagah kelas dua SMK, sikembar sudah kelas satu SMU..

Dan kembali ke aku, aku lebih banyak menghabiskan waktu dirumah dengan bermain computer atau bermain gitar kesayanganku.. ‘siculun anak rumahan’ sebagian teman – temanku menjuluki aku seperti itu.. terserah mereka memanggilku apa, yang penting tidak menghinaku berlebihan atau menghina keluargaku.. hehehehe.. dan ‘kenakalan terbesarku’, hanyalah sebuah tattoo diseluruh dada bagian depan tubuhku.. gila.. anak rumahan seperti aku mempunyai tattoo..

Aku bersedia ditatto, karena ayah juga memiliki tattoo itu dan tattoo itu merupakan tattoo khas keluarga besar jati.. tidak ada satupun teman – teman atau orang lain yang mengetahui tentang tattoku ini… hanya keluarga dekatku dan keluarga besar yang tau tentang tattoo ini..

Aku memiliki tattoo ini tepat ketika aku berusia tujuh belas tahun atau kelas dua SMU kemarin.. dan yang mentatto tubuhku adalah mbah gito, adek dari almarhum mbah irawan..

Dan sekarang kita kembali kerumahku.. kami sekeluarga sedang berkumpul diruang tengah.. ini biasa kami lakukan setelah makan malam, dan tumben malam ini dede gagah tidak keluar untuk keluyuran..

Dan malam ini juga, aku berencana ingin meminta izin lagi kepada ayah dan bunda, untuk melanjutkan pendidikan dikota pendidikan dipulau sana.. sebenarnya, dari dulu ayah dan bunda menganjurkan aku untuk kuliah dikota ini saja atau kalau mau keluar pulau, ayah dan bunda menganjurkan untuk kekota budaya, kota kembang atau ibu kota khayangan.. tapi aku lebih tertarik untuk kuliah dikota pendidikan, dikampus negeri tempat bunda kuliah dulu..

Aku heran kenapa ayah dan bunda seperti agak berat melepaskan aku untuk kekota pendidikan, padahal kan beliau berdua alumni dari kota pendidikan.. bunda kampus negeri dan ayah kampus teknik kita tercinta.. ada apa ya..? harusnya beliau berdua senang bila aku kekota pendidikan, karena kan beliau berdua lebih mengenal situasi dikota sana..

“yah.. angger mau kuliah dikota pendidikan..” ucapku ketika semua keluargaku berkumpul diruang tengah.. bunda yang melihat televisi langsung berbalik dan melihatku sejenak lalu melihat kearah ayah..

“kenapa sih harus kekota itu nak..? kenapa ga dikota budaya..? kota kembang atau ibukota khayangan saja sekalian..?” tanya ayahku dengan tenangnya.. dan kata – kata itu selalu diucapkan oleh ayah ketika membahas kelanjutan pendidikanku..

“engga yah.. angger mau kuliah dikampus negeri dikota pendidikan..” ucapku dengan berhati – hati.. aku tidak ingin membuat ayah atau bunda kecewa dengan permohonanku ini.. dan setelah itu akupun membenarkan posisi kacamataku..

“tapi kenapa harus kekota pendidikan sih mas..?” tanya bundaku..

“angger habis browsing tempat – tempat kuliah lagi bun.. dan kelihatannya cuma kota pendidikan aja deh yang menarik hati buat angger kuliah.. selain hawanya yang dingin, banyak almumnus SMA angger yang kuliah disana bun.. angger sepertinya sudah cocok dengan kota itu, walaupun angger belum pernah kesana..” ucapku sambil melihat kearah bunda lalu menunduk..

Dan pada saat aku menunduk tadi, bunda kembali melihat kearah ayah dan ayah hanya mengangkat kedua pundaknya saja..

“iya mas.. kuliah disana aja, nanti gagah nyusul ya..” ucap adekku gagah sambil bermain Hpnya..

“dede.. kan bunda sudah bilang berkali – kali.. kalau kumpul dengan keluarga, simpan Hp itu..” ucap bundaku kepada adekku dan adekku langsung melihat kearah bunda..

“iya bunda.. maaf..” ucap gagah lalu menyimpan Hpnya dikantongnya..

“iya bunda.. mas dede itu sukanya main Hp aja..” ucap adekku bening..

Bening Bramantya Sandi​

“ho’oh..” sahut banyu kembaran bening..

Dan gagah pun hanya memelototi kedua adek kami..

“yah.. mas dede itu loh melotot..” ucap bening kepada ayah..

“dede..” ucap ayah dan gagahpun langsung tersenyum yang sangat dipaksakan kepada sikembar..

Dan kedua orang tuaku melihat kearahku lagi.. busyet dah.. terus gimana ini kalau seandainya ayah dan bunda tidak mengijinkan ya..?

Dan sebenarnya aku itu sudah mendaftar kuliah dikampus negeri kota pendidikan melalui online.. karena sekarang sudah jamannya internet bro, banyak hal yang sudah bisa dilakukan dengan memakai jari – jari ini.. pesan makanan, belanja segala kebutuhan, ojek, sampai kendaraan pribadi yang roda empat pun, bisa melalui internet.. gila.. mau coli pun sekarang tinggal buka Hp, cari situs BF, langsung eksekusi.. hehehe..

Bukannya aku tukang coli ya.. sorry.. tenagaku ga akan aku sia – siakan untuk hal yang menjijikan seperti itu.. terus lewat pacar aku mengeluarkan hasratku..? engga juga.. aku belum pernah berpacaran sampai umur segini ini.. aku lebih senang olah raga bela diri untuk mengelurkan semua energy yang ada ditubuhku ini..

Oh iya, walaupun aku anak rumahan dan culun seperti teman – temanku menjuluki aku, sebenarnya aku itu bisa sedikit beladiri.. dan aku beberapa kali juara beladiri dikotaku..

Sekarang kembali lagi keruang tengah dirumahku..

“jadi dede mau kuliah juga disana..?” tanya bundaku dan gagahpun mengangguk pelan..

“terus kalian berdua..?” tanya bundaku kepada sikembar..

“iya bunda…” jawab sikembar dan langsung membuat bundaku terdiam.., bunda terlihat sangat sedih sekali.. sementara ayah hanya melihat kami satu persatu dengan tatapannya seperti biasa.. tenang dan tidak sedih seperti bunda..

Dan bunda langsung berdiri lalu masuk kedalam kamar.. suasana yang agak tegang langsung menyelimuti ruang tengah ini.. kami berempat hanya saling memandang lalu melihat kearah ayah..

Astagaaa… aku jadi ga enak kalau sudah seperti ini, aku itu paling ga bisa melihat bunda sedih seperti ini..

Terus aku harus bagaimana..? atau lebih baik aku kuliah dikota ini saja, kalau memang ini yang terbaik buat semua..

“yah..” ucapku..

“kenapa mas..?” tanya ayahku dengan tetap tenangnya..

“kalau bunda ga ngijinin.. angger kuliah dikota ini aja..” ucapku pelan..

“seberapa besar keinginan mas angger untuk kuliah dikota pendidikan..?” tanya ayahku..

“sebesar apapun keinginan angger, percuma saja yah.. angger ga mau membuat bunda bersedih..” ucapku lalu menunduk..

“ayah dan bunda tidak pernah melarang mas angger atau yang lain untuk mengejar cita – cita nak.. kami hanya bisa mendukung apapun yang terbaik buat kalian semua..” ucap ayahku..

“tapi bunda terlihat sedih sekali yah..” ucap gagah..

“bundamu hanya kaget nak.. saat – saat seperti ini pasti akan terjadi.. kalian semua pasti akan meninggalkan kami, entah kapan waktunya dan apapun penyebabnya.. kuliah, menikah atau apapun.. kita semua pasti akan berpisah.. dan ini yang membuat bunda kalian pasti kaget sekali..” ucap ayahku dengan tenangnya..

“kami ga akan menahan kalian semua.. kalian berhak menjalani apapun yang kalian pilih dan kami pasti akan mendukungnya.. asalkan kalian bisa mempertanggung jawabkan apa yang kalian pilih ini..”

“hidup ini terlalu banyak pilihan nak.. dan apa bila kita sudah menjatuhkan pada satu pilihan, jalani dan lakukan dengan penuh tanggung jawab.. itu saja..” ucap ayahku sambil tersenyum lalu beliau berdiri dan beliau langsung berjalan kearah kamar menyusul bunda..

“oh iya, sudah malam nak.. jangan terlalu malam kalian tidurnya..” ucap ayahku ketika sudah berada didepan pintu kamarnya lalu beliau masuk kedalam kamar..

Kami berempatpun hanya terdiam dan saling pandang..

“mas..” ucap bening kepadaku..

“kenapa de..?” ucapku..

“gimana ini..?” tanyanya..

“ya ga gimana – gimana de.. bunda marah tuh.. kamu sih ikut ikutan..” sahut angger..

“ihh.. mas dede ini kenapa sih..? emang ga boleh ya kalau bening kuliah disana juga..?” ucap bening sambil sedikit meraju..

“bukannya ga boleh.. kamu kan perempuan, harusnya kamu dikuliah dikota ini aja.. sekalian temanin bunda..” ucap gagah sambil sedikit tersenyum.. aku tau gagah hanya ingin menggoda adek perempuan kami satu – satunya ini..

“enak aja.. terus mas banyu kuliah disana..?” Tanya bening sambil melihat banyu..

“ya iyalah.. diakan laki – laki.. wee…” ucap gagah lalu memeletkan lidahnya..

“ihhhhh.. mas angger, masa mas dede ini loh..” ucap bening kepadaku dengan mata yang berkaca – kaca..

“gagah.. sudah…” ucapku singkat dan gagah hanya tersenyum saja..

“ga usah kita berdebat lagi.. kalau bunda ga ngijinin ya sudah, kita kuliah dikota ini saja..” ucapku dan gagah langsung terkejut..

“serius mas..? yaaaaa… gagah kan pengen keluar kota mas.. ayolah mas, mas kan paling pintar kalau ngerayu bunda.. rayulah sedikit mas.. gagah pasti yakin, mas kalau ngomong pasti didengar sama bunda..” ucap gagah yang coba merayuku..

“eleh.. mas dede pasti senang kalau keluar kota.. biar lebih puas mabuk sama berkelahinya kan..?” ucap bening dan kali ini dia yang mengolok gagah..

“iya.. memang mas dede ini senangnya gitu..” sahut banyu ikut – ikutan membully gagah..

“apasih kalian berdua ini..? ga gitu juga kali.. kamu juga banyu, kayak kamu ga suka berkelahi aja..” ucap gagah kepada bening dan banyu lalu melirikku lalu menunduk..

“kalau sampai aku diijinin bunda sama ayah kuliah dikota pendidikan, terus gagah nyusul kesana.. awas aja kalau sampai mabuk sama berkelahi disana, aku sendiri nanti yang kasih pelajaran..” ucapku lalu aku berdiri sambil melihat gagah yang langsung mengangkat wajahnya dan menunduk lagi..

“ya sudah kalau gitu.. kalian tidur gih, dah malam..” ucapku kepada ketiga adekku lalu berbalik dan berjalan kearah kamarku.. ketiga adekku pun langsung masuk kekamar masing – masing tanpa bersuara lagi..

Hiuufftttt.. huuuuu..

Bunda kelihatannya sedih sekali, sampai tidak melakukan kebiasaannya kepada kami berempat.. biasanya sebelum beliau masuk kedalam kamarnya, beliau selalu mencium kening kami satu persatu.. jadi merasa bersalah sekali aku..

Aku pun langsung duduk didepan meja didalam kamarku.. dan aku langsung menyalakan komputerku, sambil mendengarkan music.. akupun mulai berselancar ke dunia maya.. aku membuka beberapa media social kepunyaanku, untuk sekedar melihat status teman – teman yang telah menyelesaikan ujian akhir nasional..

Dan beraneka ragam kehidupan didunia maya ini.. yang jelas, jaman sekarang ini, apapun dipamerkan lewat jejaring social.. pacar baru, topi baru, baju baru, celana baru, sampai sempak baru pun dipamerkan.. putusan dengan pacar, marah dengan sahabat, marah sama keadaan, pokoknya semua diluapkan dimedia social.. dan anehnya, ketika salah satu mengungkapkan emosinya dimedia social, orang lain yang akan merasa.. padahal belum tentu dia yang dimaksud.. hehehe gila..

Dan yang lebih gila lagi, berdoapun dilakukan lewat jejaring sosial yang dimiliki.. emang sang pencipta punya akun disemua jejaring sosial gitu..? jadi setiap orang yang berdoa disitu, sang pencipta menjawabnya disitu juga.. hehehehe.. gile loe ndro..

Dan ketika aku melihat beranda salah teman wanitaku, aku langsung menghentikan sejenak dan memandang fotonya bersama seorang wanita juga..

Wawww.. makin hari makin cantik aja wanita satu ini.. dan dibawah fotonya tertulis.. ‘bersama kakak sepupu yang cantik..’ memang sih kakak sepupunya cantik juga, tapi dia lebih cantik bro.. gemes banget aku lihat wajahnya ini..

Apa aku like aja ya fotonya..? atau aku komenin gitu..? enggah ah.. entar dikira ada apa lagi.. hehehehe..

Aku lalu meng update status dimedia sosialku dengan menyertai foto, tapi hanya foto kaca mataku yang sedang aku bersihkan.. dan aku menyertakan beberapa kalimat.. ‘membersihkan apa yang ada didepan mata.. supaya bisa melihat jelas keindahan yang diciptakanNya..’

Klik.. dan aku langsung memencet enter..

Dan hanya beberapa saat saja, puluhan like langsung menghampiri statusku itu.. dan beberapa komen juga tertulis dibawah fotoku..

“hai ganteng..”

“selamat malam cowo yang ga punya punya pasangan..”

“mau juga dong dibersihkan.. maksud aku, kacamataku ya ganteng.. hihihihi..”

Itu sebagian teman – teman wanitaku yang komen.. sedangkan yang laki – laki seperti biasa..

“hei cupu, lanjut kemana nanti setelah lulus..? dirumah aja jadi anak mami..? hahahaha..”

“habis kena pejuhmu ya..? kok dibersihkan.. hahahaha..”

“jangan banyak digosok kaca matanya, gosok yang lain aja..”

Memang gila ini teman – temanku ini..

Dan satu balasan komen yang membuat aku terkejut dan senang bukan kepalang..

“kok wajahnya ga kelihatan sih..?” tulisan seorang wanita yang aku lihat fotonya bersama sepupunya tadi.. busyet deh.. hehehe.. dan dia menutup komennya dengan emo yang tersenyum malu..

Waw.. lia mengomeni fotoku lalu memberikan emo love pada fotoku tadi.. ya nama wanita itu angelia putri aldo.. kedua orang tua lia ini sahabat ayah dan bunda.. mamahnya lia bernama tante lia dan papahnya bernama om aldo.. hehehe.. bingung ya..? antara lia dan tante lia.. sebenannya panggilannya angel, tapi aku lebih suka memanggilnya lia..

Aku pun langsung membalas komen lia..

“wajahnya ga usah ditempatkan diberanda.. tapi ditempatkan ditempat yang lain aja..” balasku..

“dimana..? dihati boleh..?” jawabnya..

Assstagaaaa.. maksudnya apa nih..? dihati siapa..? dihati lia..? gila aja.. bisa dihajar sama ayah dan bunda aku kalau goda anak sahabatnya.. hehehehe..

“dimana aja boleh, yang penting kamu senang dan ga terganggu..” ucapku sambil ditutup dengan emo wajah yang tersenyum..

“jawabannya bikin gemes ajanih si mas.. kalau dekat sini, sudah kucubit tuh pipinya.. hihihihi..” jawab lia..

Wadawww… mancing – mancing nih lia, pakai manggil mas lagi.. padahal kan umur kami ga jauh beda..

“ehem.. anaknya bunda, sudah main cubit – cubitan ya..” ucap bunda yang mengagetkanku dan bunda langsung merangkul leherku dari belakang.. dan aku langsung meminimaze jejaring sosialku itu..

“loh kok di minimize mas.. hihihihi..” ucap bundaku lalu..

CUUPPP..

Bunda mengecup pipiku dan aku langsung malu dibuatnya.. kaca mataku yang terkena wajah bunda tadi pun sempat miring..

“apasih bunda ini.. dia itu cuman teman aja loh..” ucapku sambil membenarkan kacamataku lalu aku menampilkan brosingku tentang kota pendidikan..

“emang kalau lebih dari teman kenapa mas..? ga apa – apakan..? lagian bunda juga kenal sama angel itu.. selain cantik dan baik, orang tuanya kan sahabat bunda dan ayah..” ucap bundaku dan masih tetap merangkul leherku dari belakang..

“bunda..” ucapku sambil melihat wajah bunda yang tepat disamping wajahku.. busyet deh.. kok telinga bunda bau liur sih..? apa bunda tadi tidur sebentar terus ngiler sampai telinganya..? jorok ah.. cantik – cantik ngileran nih bunda.. tapi masa tidur cuman sebentar terus ngiler..? ahh sudahlah…

“hihihihi..” bunda tertawa saja dan beliau masih menatap layar komputerku..

“bun.. habis ngiler ya..? kok telinganya bau liur sih..?” tanyaku dan bunda langsung melepaskan rangkulannya dan wajahnya langsung memerah..

“apasih mas ini..? engga kok..” ucap bundaku berdiri lalu membersihkan lubang telinganya dengan jari telunjuk dan jempolnya bergantian..

“bunda kayak anak kecil ah.. masa bobonya ngiler..” ucapku sambil melihat bunda yang salah tingkah dari tadi.. wajah bunda pun tampak kemerahan…

“apisih mas ini..” ucap bunda sambil menjewerku pelan..

“aduhh.. duhh.. duhhh.. bunda ini loh..” ucapku sambil memegang tangan bunda..

“siapa suruh ledekin bunda..” ucap bundaku lalu melepaskan jewerannya ditelingaku..

“loh yang ngeledekin siapa nda..? angger ngomong beneran kok..” ucapku..

“sudah ya ga usah dibahas..” ucap bunda sambil mencubit kedua pipiku dengan gemasnya..

Hiuuffttt.. huuu.. bunda rupanya sudah ga sesedih seperti tadi.. mungkin bener kata ayah, kalau bunda tadi sedih karena terkejut mendengar semua anak kesayangannya meninggalkan beliau untuk kuliah kekota pendidikan..

Tapi tetap saja, aku ga mau melihat bunda sesedih tadi..

“maaf bunda..” ucapku lalu aku menunduk..

“iya.. ga pa – pa.. yang penting jangan ledekin bunda lagi ya nak..” ucap bundaku lalu membelai rambutku pelan..

“bukan masalah itu bun.. tapi tentang kuliah angger..” ucapku yang tetap menunduk..

“bunda yang harusnya minta maaf nak.. harusnya bunda ga boleh seperti ini sama anak bunda yang baik ini..” ucap bundaku sambil terus membelai kepalaku..

“ngga gitu bun.. kalau bunda sedih, angger ga jadi kuliah dikota pendidikan.. angger kuliah disini aja..” ucapku..

Dan bunda langsung merangkulku.. dengan posisi bunda berdiri dan aku duduk dikursiku.. jadi wajah sampingku sekarang diperut bunda.. dan bunda merangkul leherku dengan tangan kiri dan tangan kanan beliau terus membelai kepalaku.. dan aku langsung membalas rangkulan bunda dengan memeluk pinggang bunda..

“ngga nak.. bunda ga apa – apa kok.. bunda ngijinin mas angger..” ucap bunda dengan bibir yang bergetar..

Dan aku langsung mengangkat wajahku lalu mendongakan keatas melihat wajah bunda..

“bun.. kalau bunda ga ngijinin ga apa – apa kok..” ucapku sambil menatap mata bunda..

“jangan ngelihat bunda seperti itu nak.. bunda ngijinan kok sayang..” ucap bundaku dan sekarang tangan kanan beliau membelai wajahku dengan lembutnya..

“bunda serius ini..? bunda ga sedih..?” tanyaku..

“bunda pasti sedihlah.. siapa yang ga sedih melepas putra ganteng seperti mas angger ini.. tapi, kalau semuanya ini demi kebaikan mas angger.. bunda akan lakukannya nak.. tapi kalau nilai mas nanti ga bagus.. terpaksa mas harus kuliah di kota ini aja atau bunda belikan kambing aja, biar mas ngerawat kambing.. hihihi..” ucap bunda lalu tersenyum..

“boleh aja kalau bunda pengen angger melihara kambing..” ucapku sambil tersenyum dan tetap memandang wajah bunda..

“iihhhh.. mas ini loh..” ucap bunda dan langsung mencubit kedua pipiku..

Dan aku tersenyum melihat wajah bundaku yang sudah tersenyum dengan manisnya..

“mas mau lanjut kekampus mana sih nak..?” tanya bundaku dan aku masih memeluk pinggang beliau..

“kekampus negeri, tempat bunda kuliah dulu..” jawabku..

“oh iya..? kalau tau gitu, bunda ngijinin dari kemarin – kemarin mas..” ucap bundaku sambil memebelai rambutku lagi..

“emang kenapa sih bunda..?” tanyaku..

“ga apa – apa nak.. hehehehe..” ucap bundaku dan terlihat ada sesuatu yang disembunyikan dan itu terlihat sekali diwajah beliau, tapi sudahlah.. aku tidak ingin mengoreknya.. aku bukan type laki – laki yang suka memaksakan sesuatu.. dan kalau tiba saatnya, aku yakin bunda akan menceritakannya sendiri..

“mau ambil jurusan hukum seperti bunda nak..?” tanya ibuku yang mengalihkan pembicaraan..

“engga bun, angger mau ambil jurusan teknik sipil seperti ayah..” jawabku..

“mau jadi kontraktor seperti ayah nak..? atau melanjutkan usaha ayah..?” tanya bundaku..

“ngga bun.. angger mau usaha sendiri.. biar kantor ayah, adek – adek aja yang kelola..” ucapku..

“bagus nak.. kamu seperti ayahmu yang mau memulai semuanya dari nol..” ucap bundaku dan kembali tersenyum dengan manisnya.. lalu..

CUUPPP..

Bunda mengecup keningku dengan lembutnya, lalu bunda tersenyum lagi kepadaku..

“hulk bunda ini sekarang sudah besar ya..” ucap bundaku sambil menatapku dengan mata yang berkaca – kaca..

“bunda.. kok sedih gitu sih..?” tanyaku..

“ngga sayang.. bunda ga sedih.. bunda cuma ngerasa, waktu itu kok cepat banget ya berlalunya.. padahal bunda ngerasa, baru kemarin loh mas angger itu ditimang bunda.. sekarang sudah besar aja..” ucap bunda dan kembali mengelus rambutku..

“angger tetap hulk bunda yang kecil itu kok bun..” ucapku, kemudian aku merentangkan kedua tanganku lalu menekuknya dan wajahku kubuat seperti hulk yang sedang marah..

“EERRGGGGHHH…”

“hihihihii..” bunda lalu tertawa dan memelukku lagi.. aku pun membalas pelukan bunda dengan erat..

“angger sayang sama bunda..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

“iya sayang.. bunda juga sayang sama mas angger..” ucap bundaku..

Kami pun berpelukan beberapa saat..

“ya udah bobo dulu gih.. dah malam ini nak..” ucap bundaku dan aku langsung melepaskan pelukanku dipinggang bunda..

“iya bunda.. ntar angger tidur..” ucapku..

Bundapun langsung berjalan ke arah pintu kamarku..

“nak.. angel juga kuliah dikota pendidikan loh..” ucap bundaku ketika sudah dipintu kamarku dan aku langsung melihat kearah bunda..

Apa..? lia kuliah disana..? gila..? beneran nih..? tapi kenapa aku kaget begini ya..? terus kenapa perasaan senang dan bahagia langsung menyapa hatiku..? ahhh.. kenapa sih aku ini..? biasa aja kali.. toh aku dan lia hanya berteman biasa..

“emang kenapa kalau lia kuliah disana bun..?” tanyaku dengan santainya..

“lia..? cie.. cie.. panggilan kesayangan ya itu..?” ucap bunda sambil menyandarkan telapak tangan dan wajah samping beliau dipintu kamarku..

“apasih bunda ini..” ucapku yang malu – malu..

“loh memang salah ya bunda..? panggilannya kan angel..? kenapa kok mas panggilnya lia..? cieeee….” Ucap bunda lalu tersenyum menggodaku..

“biasa aja kali bun..” ucapku..

“ternyata anak sama ayah sama aja ya.. hihihihi..” ucap bunda sambil tertawa..

“maksudnya apasih bunda ini..?” tanyaku bingung..

“sudahlah lah ga usah dibahas.. met bobo anak ganteng.. hihihihi..” ucap bunda lalu menutup pintu kamarku..

Apasih maksudnya bunda ini..? ga jelas…

Aku lalu melihat komputerku lagi lalu aku mematikannya.. dan setelah itu aku berjalan kekasurku lalu duduk dan bersandar didinding.. aku lalu melepaskan kacamataku dan meletakannya dimeja.. setelah itu aku menyandarkan kepalaku dibantal.. dan perlahan aku pun memejamkan mataku untuk beristirahat..

Setahun yang lalu didesa jati luhur..

Busyet.. aku tattoan broo.. gilaaaa.. anak secupu aku ini punya tattoo..? luar biasa sekali.. padahal aku ini anak baik – baik loh.. jangan kan niatan punya tattoo, bermimpi punya tattoo aja ga pernah.. terus kenakalan – kenakalan remaja lainnya pun, tidak pernah aku lakukan.. jangankan minuman yang beralkohol, yang ringan – ringan seperti rokokan pun tidak.. apalagi berkelahi, gila – gila.. aku itu ‘berkelahi’ kalau diarena bela diri aja.. diluar itu aku tidak pernah sama sekali.. terus apa kata dunia nanti ya kalau mereka tau aku tattoan..? sicupu yang bertatto.. hehehehehe..

Dan setelah tubuh bagian dadaku ditatto.. akupun keluar rumah mbah gito.. sebenarnya ini rumah mbah jati, dan ini juga rumah ayahku.. karena seharusnya yang tinggal dirumah sini itu mbah irawan, kakekku.. berhubung mbah irawan sudah ga ada dan ayahku tidak mau tinggal disini, akhirnya mbah gito yang tinggal dirumah ini..

Aku pun melangkah kan kakiku kedaerah persawahan di perbatasan antara desa jati luhur dan desa jati luhur.. disini itu ada sungai yang airnya sangat bersih dan masih digunakan sebagai tempat mandi oleh penduduk kedua desa yang ada disebelah sungai..

Entah kenapa aku kok ingin sekali jalan – jalan kesungai ini.. kata hatiku seolah menuntunku untuk bermain dipinggir sungai ini.. dan setelah sampai diarea persawahan, aku melihat ada sebuah pondok yang menghadap kearah sungai.. pondok itu dikelilingi beberapa pohon yang sangat besar..

Aku lalu berjalan kearah pondok itu dan beristirahat di balai – balai yang ada dipondok.. dan setelah aku duduk dibalai – balai, rasa kantuk langsung menyerangku.. kenapa bisa begini ya..? apa karena anginnya sepoi – sepoi dan udaranya yang segar, jadi aku ngantuk seperti ini..? atau karena bunyi aliran air sungai yang terdengar merdu..? dan rasa kantuk ini benar – benar tidak bisa aku tahan..

Akupun merebahkan kepalaku untuk tidur sejenak.. dan beberapa saat kemudian matakupun mulai terpejam.. baru beberapa saat mataku terpejam, aku mendengar suara orang yang sedang mengobrol.. aku lalu membuka mataku dan aku langsung duduk dipinggir balai – balai..

“hai anak ganteng..” tegur seorang wanita yang usianya kira – kira seperti bundaku.. aku lalu membenarkan kaca mataku dan melihat kearah suara itu.. dan dihadapanku sekarang, seorang wanita dan seorang laki – laki yang usianya hampir sama sedang duduk diatas sebuah batu.. yang wanita hanya menggunakan kain jarik, khas wanita pedesaan untuk menutupi tubuhnya.. sedangkan yang laki – laki, memakai atasan dan bawahan hitam seperti yang digunakan petani untuk kesawah..

“oh maaf tante.. ini pondoknya ya..? maaf kalau angger ga ijin tidur disini..” ucapku lalu aku berdiri..

“jiahhh.. kamu dipanggil tante sama angger dis.. hahahahaha..” sahut laki – laki disebelahnya lalu tertawa..

“apasih kamu itu go..?” ucap wanita itu kepada laki – laki itu dengan juteknya lalu melihat kearahku..

“kamu juga ngger.. kenapasih manggilnya tante..?” ucap wanita itu kepadaku..

Loh.. loh.. siapa dua orang ini..? kok kenal sama aku sih..? dan sepertinya mereka sangat tau tentang aku..

“mohon maaf.. pakde dan tante siapa ya..? kok kenal sama angger sih..?” tanyaku..

“pakde..? ndasmu iku..” (pakde..? kepalamu itu..) ucap silaki – laki dengan ketusnya..

“hahahahahaha..” siwanita tertawa dengan kerasnya..

“kok marah sih pakde..? salah ya angger..” ucapku dengan santainya..

“cuukkk.. wajahnya aja yang lugu, tapi dia lebih menggatelkan dari pada ayahnya..” ucap laki – laki itu dan masih dengan wajah yang ketus..

Ayah..? mereka kenal dengan ayahku..?

“jangan marah pakde jago.. hahahahahaha..” dan wanita disebelahnya terus tertawa..

“senang betul tante gadis ini..” ucap laki – laki yang dipanggil jago itu.. ooo.. wanita ini namanya gadis toh..

Gadis​

“ga apa – apa deh kalau aku di panggil tante.. dari pada kamu..? dipanggil pakde.. hahahahaha..” ucap wanita yang dipanggil gadis itu..

“assuuu..” maki laki – laki itu..

Kok kasar banget sih ngomongnya orang tua satu ini..? jadi ilfil aku sama dia..

“pakde kok kasar banget sih ngomongnya..?” tanyaku..

“oooooo.. diteruskan manggil pakdenya..” ucap pakde jago sambil melotot..

“terus angger gimana manggilnya..? om..? bro..? atau go aja..? ga sopan banget dong angger..” ucapku dan aku sama sekali tidak takut ketika dia melotot kearahku..

“assuuu’ig.. bener – bener menggatelkan anak satu ini..” ucap pakde jago sambil menggelengkan kepalanya..

“hahahahaha.. masih mau ngomong pakde jago..?” ucap tante gadis kepada pakde jago..

“ga mau.. dari pada bijiku gatal..” ucap pakde jago dengan cueknya..

Wihhh.. sudah kasar sekarang tambah jorok lagi ngomongnya pakde jago ini..

“ihhh.. dari tadi kasar terus nih ngomongnya pakde.. ga sopan banget..” ucapku..

“iya memang begitu itu kalau pakde jago ini ngomong.. kasar dan jorok..” ucap tante gadis sambil melirik pakde jago..

“cuukkk.. ga mau ngomong lagi aku..” ucap pakde jago..

“entar.. entar dulu ya.. kok pakde dan tante ga jawab pertanyaan angger sih dari tadi..? tante dan pakde ini siapa..? kok kenal angger sih..? terus kelihatannya juga kenal sama ayah angger..? siapasih pakde dan tante ini..?” tanyaku sambil melihat mereka berdua bergantian..

“saya ga akan cerita kalau anger masih manggil saya tante..” ucap tante gadis sambil melirikku..

“terus maunya dipanggil siapa..?” tanyaku..

“mayang..” ucap tante gadis lalu tersenyum dengan manisnya..

“mayang..? tante namanya mayang..? bukannya tante namanya gadis..? ga sopan banget dong kalau angger manggil namanya aja..” ucapku sambil mengerutkan kedua alisku..

“mayang itu mama sayang angger..” ucap tante gadis dan lagi – lagi tante gadis tersenyum dengan manisnya..

“mama..? kenapa angger harus manggil tante mama..?” tanyaku dan kembali aku mengerutkan kedua alisku..

“kok tante lagi sih..? mayang ga mau cerita kalau gitu..” ucap tante gadis lalu melipatkan kedua tangannya diatas dada dan itu membuat buah dadanya menyembul diantara kain jarik yang dipakainya..

“oke.. oke.. tapi cerita ya tante.. eh maaf.. mayang..” ucapku yang akhirnya memanggil tante gadis dengan sebutan mayang..

Terus terang aku penasaran siapa sih tante gadis ini dan kenapa dia mengenalku.. terus aku juga penasaran, kenapa aku disuruhnya memanggil mayang..

“makasih angger sayang..” ucap mayang lalu menurunkan kedua tangannya dan kembali tersenyum seperti tadi..

“uda deh.. cerita aja langsung.. kan angger sudah nurutin maunya mayang..” ucapku yang penasaran..

“hihihi.. penasaran banget sih angger ini.. sama seperti ayahnya..” ucap mayang dengan cueknya..

“enak betul kamu dipanggil mayang.. terus aku dipanggil siapa..? payang..? ga lucu banget..” ucap pakde jago..

“ga cocok payang, peyang aja gimana..? hihihihihi..” ucap mayang lalu tertawa lagi..

“assuuu..” maki pakde jago..

“siapa juga yang mau manggil payang..?” ucapku sambil melirik kearah pakde jago..

“cuukk..” lagi – lagi, kata – kata kasar keluar dari pakde jago..

“ayolah mayang.. ceritalah..” ucapku yang tidak menghiraukan makian pakde jago..

“hihihihihi.. iya – iya sayang.. jadi gini.. mayang ini saudara kembar bundamu..” ucap mayang dengan santainya..

Ha..? saudara kembar..? ga salah..? bercanda nih.. asli bercanda…

“saudara kembar..? hahaha.. ga lucu mayang..” ucapku dan aku langsung tertawa sebentar lalu melihat kearah mayang dengan seriusnya.. dan mayang tidak tersenyum sama sekali.. wajahnya terlihat sangat serius.. buset dah.. ini serius..? kok wajah mayang jadi serius banget gitu sih..? tapi kalau beneran mayang ini kembaran bunda, kenapa bunda ga pernah cerita kalau punya saudara kembar..? terus kenapa wajahnya beda banget dengan bunda..?

“ga percaya ya..? wajahnya mayang ga mirip sama bunda ya..?” Tanya mayang dengan seriusnya dan aku hanya mengangguk pelan..

“oke.. maunya angger seperti ini ya..?” ucap mayang dengan tatapan yang sangat misterius.. dan perlahan wajah mayang, berubah sedikit demi sedikit sampai akhirnya wajah mayang menjadi persis seperti bunda..

Ga lucu ini.. asli ga lucu.. kenapa wajahnya mayang bisa berubah seperti bunda..? kok aku langsung merinding begini sih..? mahluk apa yang ada dihadapanku ini..? gilaa…

“mayang ini ga lucu.. ini ga lucu..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

“loh inikan maunya angger..?” ucap mayang lalu tersenyum..

Gilaaa.. selain wajahnya seperti bunda, senyumannya pun sekarang mirip sekali dengan bunda.. merinding aku bro.. merinding..

“cukup mayang.. cukup.. atau angger akan pergi dari sini sekarang juga..” ucapku..

Dan wajah mayang masih tetap seperti wajah bunda.. aku pun mencoba melangkahkan kakiku untuk pergi dari tempat ini.. tapi kakiku berat sekali bro.. telapak sepatuku seperti ada lemnya dan ga bisa diangkat.. gila… takut, marah, bingung dan emosi menjadi satu didalam otakku, dan itu makin membuat tubuhku merinding..

“ke.. kenapa bisa begini..?” ucapku dengan bibir yang bergetar..

“angger akan tetap disini sampai urusan kita selesai..” ucap mayang dengan dinginnya dan itu makin membuat aku merinding.. gilaa…

“mau tante apa sih sebenarnya..? apa mau nakut – nakutin angger..?” ucapku dan sekarang aku tidak memanggilnya mayang lagi..

“ngga.. mayang cuma mau ngobrol sebentar sama angger..” ucap tante gadis dan sekarang wajahnya sudah berubah seperti awal lagi.. dan pakde jago cuma tersenyum melihatku kondisiku seperti ini..

Aku lalu menenangkan diriku sejenak.. aku menarik nafasku perlahan lalu mengeluarkannya..

“oke kalau itu mau tante..” ucapku dan tante mayang langsung memiringkan kepalanya dan melebarkan kedua matanya..

“maaf.. maksud angger mayang.. sekarang tolong dilanjutkan lagi ceritanya mayang..” ucapku dan mayang langsung menegakkan kepalanya lagi lalu tersenyum..

“manusia lahir itu tidak sendiri angger sayang.. pasti ada kembaran yang ikut lahir dan menjaga kembarannya itu..” ucap mayang..

“jadi angger juga ada kembarannya gitu..?” tanyaku..

“mungkin..” ucap mayang lalu melirik pakde jago..

Haaa…? Ini kembaranku..? ga salah..? orang berwajah tua dan mesum seperti ini kembaranku..? gila.. ga bener ini…

“kenapa wajahmu gitu ngger..? kamu ga senang kalau aku jadi kembaranmu..?” ucap pakde jago sambil melotot kearahku.. aku tidak menghiraukannya, aku lalu melihat kearah mayang yang menahan tawanya..

“angger boleh protes sama pencipta ga mayang..?” ucapku dengan polosnya..

“hahahahahaha..” mayang pun langsung tertawa senang..

“assuu’ig.. maksudmu apa ngger..? aku buruk rupa gitu..?” ucap pakde jago dan dia ga terima dengan ucapanku barusan..

“bukan aku loh yang ngomong pakde.. terimakasih pakde sudah sadar diri..” ucapku dengan cueknya..

“assuuuu..” maki pakde jago dengan emosinya..

“hahahahahaha..” mayang terus tertawa dengan senangnya..

“dosa apa angger ya mayang, sampai angger punya kembaran seperti ini..” ucapku sambil membenarkan kacamataku..

“hahahahaha..” mayang masih terus tertawa..

“cuukkk.. diterusno.. guaateeelll..” (cuukkk.. diteruskan.. guatelll..) maki pakde jago..

“bunda sih masih mending, punya kembaran cantik seperti mayang.. kalau angger..? gilaa.. ini pasti ada yang salah.. ini ga bener kan mayang..? mayang bercanda kan..? masa iya sang pencipta juga lagi bercanda mayang..?” tanyaku dengan seriusnya ke mayang..

“hahahahaha.. iya ngger.. iya.. mayang bercanda kok..” ucap mayang sambil terus tertawa..

“hiuufffttt… huuuuu.. syukurlah.. untung mayang cuma bercanda.. lagian kan ga mungkin sang pencipta sekejam ini sama angger..” ucapku sambil mengelus dadaku..

“bajingan memang anaknya bang sandi ini.. kata – katanya lebih sadis dari dia.. assuuu..” maki pakde jago sambil menggelengkan kepalanya..

“hahahaha..” dan mayang tertawa lagi..

“mayang..” panggilku dan mayang langsung menghentikan tawanya..

“iya ngger.. maaf ya.. sudah lama mayang ga bahagia seperti saat ini..” ucap mayang sambil tersenyum kepadamu..

“bahagiamu, deritaku dis..” sahut pakde jago..

“sudah pakde, ga usah ngomel terus.. syukuri aja..” ucapku sambil melihat kearah pak jago..

“syukuri ndasmu kui.. bajingaannn..” (syukuri kepalamu itu.. bajingaann..) ucap pakde jago kepadaku..

“sudah – sudah.. ntar aku ketawa lagi..” ucap mayang kepada kami berdua.. kami bertiga pun akhirnya diam beberapa saat..

“mayang, kalau memang mayang saudara kembar bunda dan tugasnya melindungi bunda, kenapa mayang ada disini dan ga ada didekat bunda..?” tanyaku dan kembali aku bertanya dengan seriusnya..

“kan sudah ada ayahnya angger yang jaga.. jadi mayang disini aja..” ucap mayang..

“hem gitu ya..? pertanyaan terakhir.. apa tujuan mayang cerita ini semua ke angger..?” tanyaku..

“mayang cuma mau kasih tau angger, angger sekarang sudah dewasa dan angger akan menghadapi kerasnya kehidupan yang sesungguhnya setelah ini..” ucap mayang dan kali ini wajah mayang kembali serius..

“ah.. mayang malah bikin angger pusing aja.. kehidupan keras yang seperti apa maksud mayang..? dan kenapa angger harus menghadapi itu semua..?” ucapku sambil melihat mata mayang..

“angger.. kehidupan ini ga selurus dan ga semulus yang angger bayangkan.. banyak jalan yang terjal yang harus dihadapi, untuk mencapai puncak kehidupan yang sesungguhnya.. apalagi dengan sesuatu yang angger miliki, pasti ada aja yang pengen mencoba angger..” ucap mayang dan kali ini dia agak tersenyum..

“sesuatu yang dimiliki angger..? apa itu..? terus kenapa ada yang mau mencoba..? apa yang mau dicoba..? emang angger ini sejenis makanan apa, kok mau dicoba..?” ucapku dan mayang pun tersenyum..

“maksudnya mayangmu ini.. mungkin tititmu yang mau dicobain para wanita.. soalnyakan tititmu itu cuman kamu pakai kencing aja selama 17 tahun ini.. hahahahaha..” ucap pakde jago menyahut lalu tertawa dengan senangnya.. dan aku Cuma meliriknya dan tidak membalas ucapannya..

“apasih pakde jago ini.. ga sopan banget kalau ngomong..” ucap mayang sambil melirik pakde jago dan pakde jago langsung memeletkan lidahnya..

“sudah mayang, biarkan aja pakde jago itu.. saya maklumi kok.. isi kepalanya kan diselangkangan.. terus isi selangkangannya ada dikepala..” ucapku sambil melirik pakde jago dan pakde jago langsung melotot..

“bocah kurang ajar, ga punya sopan santun..” ucap pakde jago mengomel..

“hahahahaha.. anak jaman sekarang ini ya begini pakde jago.. kalau dia disopanin, dia lebih sopan, tapi kalau dikurang ajarin, dia lebih kurang ajar.. jadi jangan sama kan dengan anak jaman dulu ya pakde..” ucap mayang tertawa lalu membelaku..

“assuu’ig..” gerutu pakde jago..

“sudah lah mayang, lanjut lagi ceritanya..” ucapku kemayang dan tidak menghiraukan makian pakde jago barusan..

“oke kita lanjut.. mayang cuma mau bilang, jalani saja kehidupan ini nak.. angger akan mengetahuinya setelah menjalaninya..” ucap mayang yang membuatku tambah bingung..

Bagaimana aku ga bingung.. mayang bercerita tentang kehidupan terjal yang akan aku jalani, tapi cuma itu saja yang dicerikannya dan tidak ada kelanjutannya.. kehidupan terjal seperti apa yang akan aku hadapi..? terus apa sesuatu yang kumiliki sehingga membuat orang ingin mencobanya..? gila gak..? coba kalian yang ada diposisiku terus ada yang dicertain seperti itu.. apa ga bingung juga..? gila.. gila..

“nanggung banget sih ceritanya mayang..? ini istilahnya, selesai buang air besar tapi ga cebok.. iiiiii..” ucapku sambil menggidikkan tubuhku..

“jorok kamu itu ngger..” ucap mayang sambil melotot kearahku..

“assuu’ig.. bisa ga yang lain aja perumpaannya..? kenapa harus pakai perumpaan neseng segala..? bajingaannn..” (neseng = buang air besar = berak) ucap pakde jago yang ceplas – ceplos..

“habis mayang gitu sih.. senang banget yang nanggung – nanggung..” ucapku dengan santainya..

“hihihihi.. ya udah deh.. mayang pergi dulu ya ngger..” ucap mayang berdiri lalu berbalik dengan santainya..

“loh.. beneran ini sudah selesai mayang..?” tanyaku dan sekarang justru aku yang pengen terus ngobrol dengan mayang..

“iya gitu aja.. hehehehehe..” ucap mayang sambil melirikku dan tersenyum dengan manisnya..

“hahahahaha.. si culun ini penasaran dis.. hahahahaha..” ucap pakde jago yang masih duduk dengan santainya..

“kok gitu sih mayang..?” tanyaku dan lagi – lagi aku ga menghiraukan pakde jago yang menghinaku barusan..

“sudahlah ngger.. nanti kita ketemu dan mengobrol lagi kok…” ucap mayang lalu berbalik lagi dan berjalan kearah sungai…

“tapi..” ucapku terpotong..

“eh culun.. aku cuman mau tanya aja.. titidmu itu ga karatan ya..? 17 tahun dibuat kencing aja..? hahahahahaha..” ucap pakde jago memotong omonganku, lalu tertawa dengan senangnya sambil berdiri.. setelah itu berbalik lalu berjalan menyusul mayang..

Kurang ajar orang tua satu ini.. dari tadi dia terus menghinaku.. padahal aku sudah sesopan mungkin sama dia.. tapi dia ga menenanggapi sedikitpun kesopananku ini..

“mayang..” ucapku memanggil mayang dan mayang langsung berhenti ketika akan memasuki pinggiran sungai.. mayang berbalik dan melihat kearahku, diikuti pakde jago yang melihat kearah wajahku dengan pandangan yang mengejekku..

“kenapa sayang..?” tanya mayang lalu memiringkan wajahnya dan melebarkan kedua bola matanya sambil menatap wajahku..

“maaf mayang, kalau angger ga sopan tanyanya.. memang seberapa besar sih, ‘punyaan’ pakde jago ini..? kok angkuh sekali dia..?” tanyaku dengan santainya..

Mayang pun langsung menegakkan kepalanya sambil melotot dan menutup mulutnya karena kaget dengan pertanyaanku..

“jiaannncookkk.. maksudnya apa kamu ngger..?” tanya pakde jago dan melotot juga kearahku.. tidak terlihat lagi pandangan yang mengejek seperti tadi..

“ga ada maksud apa – apa pakde.. angger cuma mau bilang, menurut buku yang angger baca.. makhluk yang besar omongnya itu, biasanya tititnya kecil..” ucapku dengan cueknya lalu berbalik dan meninggalkan pakde jago dan mayang yang bengong dengan ucapanku..

“hahahahahaha..” mayang langsung tertawa dengan kerasnya setelah terkejut tadi..

“asssuuu.. bajingaaannn..” maki pakde jago dan aku tetap cuek saja terus berjalan..

Pov gagah

Halo gaes.. namaku gagah.. gagah irawan sandi.. kerenkan namaku, sekeren tampangku loh.. hehehehe..

Oh iya, aku ini anak kedua dari empat bersaudara.. dan aku ini anak yang paling ‘kurang ajar’.. hehehehe..

Hampir semua kenakalan remaja sudah aku jalani.. mabuk, berkelahi, merokok, membolos, sampai bercinta.. (sstttt.. aku sudah pernah jebol perawan loh waktu kelas satu SMK.. tapi diam – diam aja ya… hihihihi..)

Tapi ‘sekedar’ itu aja kenalanku.. kalau mencuri dan main narkoba, aku tidak pernah.. aku itu paling ga suka dua hal itu.. lagian kalau aku melakukan itu, bisa dihajar bolak – balik aku sama bunda.. mabuk dan berkelahi aja, sudah sering membuat bunda murka kepadaku.. apalagi kutambahi dua itu tadi.. hehehehe.. apalagi mas angger dan ayah juga sudah mewanti – wanti aku untuk menghindari dua hal itu.. gila aja kalau aku melanggar..

Tapi anehnya, senakal aku bagaimanapun juga.. ayah tidak pernah memarahi aku atau memukulku.. aku pernah berurusan dengan pihak berwajib, ketika aku membuat lawanku masuk rumah sakit dan sekarat.. dan itu juga tidak membuat ayahku marah sedikitpun.. beliau hanya menasehatiku dengan lembutnya sambil mengelus rambutku.. gila.. luar biasa sekali kesabaran ayahku ini..

Dan aku menghajar lawanku itu, karena dia telah memanggil mas angger dengan sebutan culun.. bangsaattt.. aku itu paling ga suka kalau mas angger dibilang culun.. mungkin mas angger cuman tersenyum, tapi aku adeknya yang ga terima.. jadi kuhajar orang yang menghina mas angger itu sampai sekarat.. padahal aku waktu itu masih kelas satu SMK dan yang kuhajar itu preman sekolahku anak kelas tiga.. aku menghajarnya ketika sekolahku dan sekolah mas angger bertemu dalam pertandingan futsal.. orang – orang menganggapnya aneh.. karena aku memukul anak sekolahku sendiri bukan anak sekolah lain (sekolah mas angger hari itu bertanding melawan sekolahku.. mas angger SMA negeri dan aku SMK negeri..) dan aku menghajar lawanku itu ketika mas angger sudah pulang…

Dan setelah kejadian itu, aku gagah irawan sandi anak kelas satu.. menguasai preman – preman di sekolahku.. hebatkan..? hehehehehe..

Sebenarnya mas angger itu ga seculun yang orang kira.. mas angger itu punya ilmu beladiri yang luar biasa.. dia itu selalu juara kalau ikut turnamen beladiri dikotaku.. tapi orang tidak akan menyangka, karena mas angger bertarung selalu tidak memakai kaca mata dan kalau bertanding selalu memakai julukan si lolipop.. aneh.. sudah besar tapi masih suka ngemut permen itu..

Dan aku itu paling takut kalau mas angger marah.. yang membuat aku takut dengan mas angger itu, bukan karena jago bela diri.. kalau itu juga aku bisa.. tapi, mas angger itu kalau marah menggerikan gaes.. tatapan matanya ituloh.. tajam seperti mata elang.. aku aja sampai merinding kalau mas angger menatapku seperti itu..

Mas angger kalau marah memang mengerikan, tapi belum pernah sekalipun mas angger itu menghajarku atau marah dengan luapan kata – kata.. ga pernah sama sekali.. mas angger itu kalau marah hanya diam lalu melirik dengan tajam.. gila, aku jadi takut sendiri kalau gitu..

Mas angger itu anak rumahan dan ga suka keluyuran seperti aku.. dan mas angger itu anak kesayangan bunda dan paling penurut sama seperti bening adekku.. aku juga kesayang bunda sih, tapi karena aku sedikit liar.. bunda jadi sering marah kepadaku.. bunda itu tidak pernah membedakan keempat anaknya.. tapi ya itu tadi, mungkin karena mas angger dan kedua adekku tidak seliar aku, jadi mereka jarang dimarahi bunda.. hehehehe..

Untuk kedua adek kembarku, mereka itu kembar tapi berbeda sifat.. bening itu kalem dan tenang.. sedangkan banyu, hanya baik kalau dirumah.. padahal, kalau diluar sana sama aja denganku.. nakal dan suka berkelahi.. banyu itu yang sering mencari gara – gara dengan preman jalanan.. nanti kalau sudah dilayani sama preman jalanan, banyu pasti menggila.. dan kalau banyu sudah berkelahi, bening tidak ketinggalan.. walaupun dia perempuan dan kalem, bening itu ‘gila’ kalau berkelahi..

Dan kalau sudah mereka berdua berkelahi, pasti ujung – ujungnya.. aku yang menyelesaikan berandalan itu dan aku yang pulang bonyok – bonyok.. gimana ga bonyok – bonyok..? banyu dan bening hanya berkelahi dijalanan, setelah itu selesai.. sedangkan aku..? aku mencari mereka sampai kekampung mereka dan aku menyelesaikan mereka dikampung mereka.. gila.. aku itu paling ga suka kalau mendengar keluargaku ada masalah.. jangankan keluargaku, teman – temanku pun.. pasti akan kubela..

Dan kalian tau apa yang dilakukan preman – preman tua dikampung yang aku serang..? mereka tidak ada yang berani ikut campur ketika preman – preman yang muda mengeroyok aku.. mereka hanya bergumam ‘pasti itu anaknya sandi..’, aku jadi bingung sendiri.. ada apa dengan ayahku..? apa ayahku itu preman waktu mudanya..? dan itu membuat yang tua – tua itu ga berani menyentuh aku..?

Padahal setahuku, ayahku itu orangnya sangat lembut, penyabar dan tidak pernah marah sama sekali ketika dirumah.. tapi kenapa mereka takut ya..? aku sudah pernah mencoba mencari tau tentang ayah waktu muda dulu.. tapi jawaban yang aku terima, tidak ada yang memuaskan.. sebagian dari mereka yang kutanya hanya tersenyum saja.. dan sebagian lagi memberi jawaban ‘ya kamu lihat pada dirimu lah..’

Ah gila.. masa ayahku dulu suka berkelahi dan mabuk seperti aku sih..? emang bunda ga marah gitu kalau ayah suka berkelahi dan mabuk..? assuudahlah.. karena jawabannya tidak pernah memuaskan, aku pun tidak melanjutkan mencari tau tentang mas muda ayahku.. mungkin suatu saat, aku akan mengetahuinya sendiri..

Sekarang kembali kedunia khayangan.. aku sekarang lagi didesa jati luhur.. aku baru saja ditatto oleh mbah gito diseluruh dadaku.. anjeeengg.. aku sekarang bertatto.. hahahahahaha.. tambah sangar aja aku..

Sebenarnya dari dulu aku ingin bertatto seperti ayah.. didada dan dipunggung.. tapi aku takut kalau bunda marah.. tapi akhirnya keinginan bertattoku kesampaian juga, dan itu malah mendapatkan ijin dari bunda.. gimana ga dapat ijin..? ini tattoo keluarga jati gaes.. mas angger juga punya tattoo seperti ini.. hehehehe.. masku yang lugu itu juga punya tattoo.. gila.. hahahaha..

Tattoo didada keluarga laki – laki keturunan jati ini, berbentuk burung rajawali yang siap menerkam mangsanya.. wuuhhh.. keren pokoknya gaes.. dan anak laki – laki keturunan jati yang berusia 17 tahun, harus ditatto seperti ini.. ngeri kali kan..? hehehehe..

“halo gagah..” panggil lek ilham kepadaku ketika aku keluar dari kamar mbah gito setelah selesai ditatto..

“halo lek..” ucapku lalu mendatangi lek ilham dan salim kepadanya..

“kapan kamu datang..?” tanya lek ilham yang baru datang juga..

“semalam lek.. sampean baru datang..?” tanyaku..

“iya.. baru datang aku le..” ucapnya sambil mengeluarkan bungkusan rokok lalu mengambilnya sebatang dan membakarnya.. dan ketika akan menyimpan rokoknya dikantong..

“bagi rokoknya lek..” ucapku dengan cueknya..

“kurang ajar kamu itu.. mas mu angger aja ga rokokkan.. kamu malah rokokan..” ucap lek ilham sambil menyerahkan rokoknya kepadaku..

Aku lalu mengambilnya sebatang dan membakarnya lalu menghisapnya pelan..

“mas angger itu kecanduan lollipop lek.. hehehehehe..” ucapku lalu tersenyum..

“iya.. aneh masmu itu.. sudah besar kok ngemut permen ae..” ucap lek ilham lalu menghisap rokoknya..

“ham.. kapan datang..?” ucap mbah gito ketika keluar dari kamarnya..

“baru datang pakde..” ucap lek ilham dan langsung salim ke mbah gito..

“sama siapa..?” ucap mbah gito lalu duduk dan mengambil rokoknya lalu membakarnya..

“sendiri aja pakde.. oh iya, mas gani sering kesini..?” tanya lek ilham lalu duduk dikursi sebelah mba gito duduk..

“seminggu sekali dia baru kesini.. dia sibuk ngurusi perusahaan keluarga kita di ibu kota propinsi..” kata mbah gito lalu menghisap rokoknya..

Oh iya.. perusahaan keluarga kami PT Djati Luhur, sekarang sangat besar sekali.. perusahaan yang bergerak di bidang keamanan dan parkir ini, sudah mempunyai cabang disemua provinsi pulau ini dan beberapa provinsi diseberang sana.. dan lek gani sekarang yang jadi direkturnya..

“oooo…” ucap lek ilham lalu menghisap rokokknya..

“mbah.. lek.. saya ke sawah dulu ya..” pamitku..

“ngapain kamu kesawah le..?” tanya lek ilham..

“cari udara segar..” ucapku sambil tersenyum.. dan aku menyembunyikan rokokku dengan tanganku ke belakang.. aku sungkan rokokan didepan mbah gito..

“kamu itu sama kayak ayahmu, senangnya kesawah..” ucap mbah gito..

“dipulau seberang ga ada sawah mbah.. hehehehe..” ucapku lalu aku tersenyum..

“kapan kamu balik kepulau sebarang..?” tanya lek ilham kepadaku..

“besok lek..” jawabku..

“singgah kerumah kalau mau balik le.. bandara kan dekat sama rumahku..” ucap lek ilham..

“aasiyaapppp..” ucapku..

“atau malam ini kamu nginap aja dirumahku.. nanti sore kita keibukota propinsi sama – sama..” ajak lek ilham kepadaku..

“engga lek.. malam ini, aku mau nginap didesa jati bening.. aku kangen sama eyang putri..” ucapku..

“oh iya.. ya udah.. besok aja kamu singgah kerumah ya..” ucap lek ilham lagi..

“aasiyaappp..” jawabku lagi..

“saya pamit kesawah dulu ya..” pamitku lagi.. lek ilham dan mbah gito langsung mengangguk..

Aku pun langsung berbalik dan melangkahkan kaki untuk keluar rumah.. aku ingin sekali kesawah dan mencari sebuah pondok didekat sungai.. pondok dekat sungai..? iya.. pondok dekat sungai.. tadi pada saat di tattoo, aku sempat tertidur sebentar dan aku bermimpi sedang tidur disebuah pondok yang adem dan tenang sekali..

Aku jadi penasaran dengan pondok itu.. apa pondok itu memang ada diantara desa jati bening dan desa jati luhur..?

Dan akupun terus melangkahkan kaki kearah persawahan.. dan sekarang, aku telah sampai dijalan setapak diarea persawahan.. aku berjalan sampai aku bertemu sungai yang membelah desa ini.. dan setelah berjalan cukup jauh, aku melihat ada sebuah pondok yang dikelilingi pohon yang besar dan dekat sungai…

Anjeeennngg.. pondoknya sih biasa, tapi suasananya yang sangat luar biasa gaes.. tenang, adem, sunyi dan penuh kedamaian.. semilir angin dan suara gemercik aliran air sungai, sangat menenangkan jiwa.. kalau sang pujangga sampai melihat tempat ini dan tidak mengeluarkan fatwanya.. dia pasti akan sangat menyesal sekali.. gilaa…

Dan untungnya, aku bukan pujangga.. jadi aku hanya bisa menikmati tempat yang indah dan damai ini..

Aku pun lalu berjalan kearah pondok dan setelah sampai pondok itu, aku lalu duduk dipinggir balai bambu pondok itu..

Waw.. tempat ini salah satu tempat terindah yang pernah aku singgahi gaes.. asli.. aku sangat terpesona sekali dengan tempat ini.. tempatnya, air sungainya, pondoknya, sawahnya dan seluruhnya.. aku sangat cinta tempat ini gaes.. semoga saja, tempat ini akan indah selamanya, dan tidak tersentuh oleh tangan – tangan manusia yang serakah.. semoga saja airnya tetap mengalir dengan jernih.. semoga saja pondoknya tetap ada, tanpa tergantikan oleh perumahan penduduk.. semoga saja pohonnya tetap berdiri kokoh, tanpa tergantikan oleh tower – tower baja.. semoga saja sawahnya tetap menghijau, tanpa ditimbun dan digantikan bangunan – bangunan yang tidak membuat teduh bagi mahluk selain manusia..

Dan semilir angin dan gemercik suara air langsung membuat mulutku menguap dan mataku mengantuk…

Gila.. suasananya aja bisa bikin aku nyaman sampai mengantuk begini gaes..

Aku lalu merebahkan kepalaku dibalai – balai bambu didalam pondok.. dan dalam sekejap saja, mataku pun mulai terpejam…

“go.. kamu mau menyapa anak abangmu yang satu ini..?” suara seorang wanita terdengar ditelingaku..

“ngga.. masnya yang culun aja menggatelkan, apa lagi adeknya ini.. pasti lebih menjancuukkan lagi..” ucap seorang laki – laki menjawab pertanyaan wanita itu..

“hihihihihi..” suara wanita itu tertawa..

Bah.. suara siapa itu..? apa aku bermimpi..? tapi kalau ga mimpi, siapa yang berbicara didekatku ini..? tadi kan ga ada siapa – siapa waktu aku datang kesini..? ahh.. mengganggu saja orang – orang ini.. bajingann..

Aku lalu membuka mataku dan aku langsung diduduk dipinggir balai – balai bambu.. dan sekarang dihadapanku, sedang duduk seorang laki – laki dan seorang perempuan setangah baya diatas batu..

“siapa sih kalian..? ganggu orang yang tidur aja..” ucapku dengan kesalnya..

“assuuu to.. mas nya aja hari itu minta maaf tidur dipondok kita, ini adeknya kayak ga ada dosanya aja.. bajingaannn..” ucap laki – laki itu sambil melihat kearahku..

Ha..? maksudnya masku siapa nih..? mas angger..? mas angger pernah ketempat ini juga..?

“ini pondok sampean..? ngomong dong.. tapi bisa kan aku tidur sampai puas dulu tanpa harus dibangunkan sama suara sampean berdua..” ucapku dengan cueknya..

“assuuu.. sudah numpang, ngomel lagi..” ucap laki – laki itu sambil melotot, sedangkan yang wanita hanya menatapku dengan tatapan yang datar..

“ga usah melotot dong pakde.. biasa aja..” ucapku dengan santainya..

“jiancuukkk..” makinya dengan bibir yang maju kedepan..

Ini orang tua kok kasar banget sih ngomongnya..? dia manusia apa mahluk penunggu tampat ini ya..? tapi ngomong – ngomong, mukanya lucu juga.. mukanya kelihatan kalau dia ini ngacengan…

“hahahahahaha..” wanita itu langsung tertawa dengan senangnya..

“bajingaannnn..” yang laki – laki langsung memakiku dengan mata yang melotot..

Kenapa sih dua orang ini..? aneh banget.. tapi ngomong – ngomong lagi, yang wanita ini beda banget.. dia terlihat cantik dan anggun sekali, hampir seperti bundaku, iya hampir.. karena ga ada wanita di dunia ini yang secantik dan seanggun bundaku.. hehehe..

“hemmm..” wanita itu melenguh lalu melipatkan kedua tangannnya didada dan itu langsung membuat dadanya menyembul, buah dadanya seakan berontak ingin keluar dari kain jarik yang menutupinya.. buseetttt.. keluar dong buah dadanya, aku mau lihat puttingnya dikit.. hahahahahaha.. anjeeenngg..

“mesum…” ucap wanita itu sambil melihat tajam kearah mataku..

“hahahahahaha.. sama seperti ayahnya ya dis.. hahahaha.. bajingaaannn…” ucap laki – laki itu lalu tertawa dengan senangnya..

Anjeeennngg.. dua orang ini bisa baca pikiranku kah..?

“bisalah..” sahut wanita itu..

Cruuttt..

Wahhh.. beneran bukan manusia dihadapanku ini.. mereka ini penunggu tempat ini.. bangsattt.. aku pun langsung berdiri..

“mau kemana kamu gah..?” ucap laki – laki itu dan dia langsung tersenyum dengan menyeramkan..

“ga usah diseram – seramin gitu pakde.. aku ga takut, aku malah jijik tau..” ucapku dengan santainya sambil bersiap – siap untuk pergi..

“assuuu.. bajingaaannn.. kenapa keturunan bang sandi ini kok kurang ajar semua ya..?” ucap laki – laki itu dengan emosinya..

Gila.. kok dia mengenal ayahku juga sih..? siapa sebenarnya mereka ini..?

“siapa sih sampean berdua ini..?” tanyaku yang mulai memelankan nada suaraku..

“mulai ngeper dia dis.. hehehehe..” ucap laki – laki itu mendengar suaraku yang mulai menurun nadanya..

“sudahlah go.. jangan memancing dia kurang ajar..” ucap wanita itu dengan dinginnya..

“ga asyik kamu dis..” ucap laki – laki itu sambil melirik sang wanita..

“sudah deh.. ga usah berdebat.. jawablah dulu pertanyaan saya tadi..” ucapku sambil menatap mereka berdua..

“wihhh.. mulai serius dia dis..” ucap laki – laki itu dan dia melirikku..

Lama – lama kuhajar juga orang satu ini.. dia ga tau apa kalau aku ada tattoo didada..?

“berani kamu hajar aku..? emang kenapa kalau ada tattomu..? dia ngelawankan kah kalau kamu berkelahi..? ha..?” ucap laki – laki itu sambil menunjukku..

“jago..” ucap wanita itu sambil melirik laki – laki itu..

“ga asyik kamu dis..” ucap laki – laki yang dipanggil jago itu..

“kamu ga ingat ya omonganku dulu..” ucap wanita itu dengan dinginnya..

“iya.. iya.. anak sekarang itu beda.. kalau dia disopanin, dia lebih sopan.. tapi kalau dikurang ajarin, dia lebih kurang ajar.. kata – kata yang itukan dis..?” ucap laki laki itu lalu melirikku..

“hem…” jawab siwanita sambil menganggukan kepala lalu melihat kearahku..

“asuuu..” maki laki – laki itu lagi lalu menunduk sebentar..

“sudah berdebatnya..?” tanyaku kepada mereka berdua..

“beneran asuu to dis..?” ucap laki – laki itu yang terus memaki sedangkan yang wanita langsung memiringkan kepalanya dan melebarkan kedua bola matanya..

“ayolah.. ada apa sih dengan kalian berdua ini..? tinggal jawab pertanyaanku aja kok susah banget sih..? siapa kalian berdua ini..?” tanyaku dan kali ini suaraku sedikit tegas..

“watak kerasnya sandi memang nurun keanak yang satu ini ya..?” ucap wanita itu dengan tetap memiringkan kepalanya dan bola matanya tetap melebar..

“kalau tante ga jawab pertanyaan gagah.. gagah pergi aja ya..” ucapku dan ketika kaki ku akan kuangkat.. kedua kakiku ga bisa digerakkan.. bajingaannn.. ada apa ini..? kenapa bisa begini sih..?

“gagah ga akan kemana – mana sebelum urusan kita seselai..” ucap wanita itu lalu mengakkan kepalanya dan tatapannya tajam kearahku..

“kalau gitu kita selesaikan cepat urusannnya..” ucapku dengan kubuat setegas mungkin.. terus terang, kalau lama disini.. bisa mati merinding aku..

“oke.. mayang cuma mau bilang.. gagah harus bisa menjadi penyeimbang mas angger.. dan kalian harus saling melindungi dengan sesama keluarga besar keturunan jati dan ranajaya..” ucap wanita itu dengan seriusnya..

“kalau masalah itu, ga usah dikasih tau.. kami berempat itu dididik ayah dan bunda, untuk saling menyayangi dan saling melindungi..” ucapku dengan ketusnya.. gimana ga ketus..? wanita ini menasehati aku sesuatu yang memang sudah menjadi prinsip hidupku.. gila.. bukannya aku ga senang, tapi yang bikin aku ketus itu.. siapa mereka berdua ini..? dan kenapa menasehati aku seperti ini..?

“bukan berempat aja.. tapi..” ucapnya terpotong..

“tapi..?” tanyaku sambil mengerutkan kedua alisku..

“semua keluarga besar..” ucapnya lalu memiringkan lagi kepalanya dan melebarkan bola matanya..

“maksudnya tante ini siapa..? sepupu – sepupuku..? anak – anak dari onti anna dan onti ita..?” ucapku dan wanita itu hanya tersenyum sambil menegakkan kepalanya lalu berdiri..

“banyak rahasia kehidupan yang gagah dan angger belum ketahui.. dan setelah ini, rahasia itu akan terbuka satu persatu.. mayang harap, kalian berdua dan juga sikembar.. bisa dewasa menyingkapinya..” ucap wanita itu lalu berbalik dan berjalan kearah sungai..

Rahasia kehidupan..? rahasia apa..? dan kenapa wanita ini menyebut dirinya mayang..? namanya mayang..? bukannya gadis, seperti yang dipanggil laki – laki disebelahnya yang bernama jago ini..?

“rahasia apa tante..? dan kenapa tante menyebut diri tante sebagai mayang..?” tanyaku lalu wanita itu berhenti dan menoleh kearahku..

“gagah akan menjalani semuanya dan pasti nanti gagah juga akan tau rahasia itu dengan sendirinya..” ucapnya sambil tersenyum..

“kalau sebutan mayang, itu artinya mama sayang.. karena mayang ini saudara kembar bundamu nak..” ucap wanita itu lalu berbalik lagi dan meninggalkan aku dengan kebingungan..

Saudara kembar bunda..? serius ini..?

“beneran saudara kembar bunda..?” tanyaku dan wanita itu tidak menghiraukan aku.. dia tetap berjalan kearah sungai lalu masuk kedalamnya..

“bingung ya..? hahahahahaha..” ucap laki – laki yang bernama jago ini lalu berdiri dan tertawa..

“i.. i.. ini beneran kah pakde..?” tanyaku dengan terbata..

“sudahlah.. simpan rasa penasaranmu ini.. semua akan terbuka satu persatu nantinya.. dan kita pasti akan bertemu lagi nanti..” ucap laki – laki itu lalu berbalik dan berjalan juga kearah sungai..

Anjeeennnggg.. kok jadi begini sih..? urusannya belum selesai kok pada pergi..? bajingaannnnn…

Dan sekarang kita kembali kepulau seberang..

Malam ini ada konser besar dilapangan kota sana.. semua anak – anak yang sudah lulus SMU dan SMK dikota ini, sedang berkumpul dilapangan itu untuk mengikuti pesta perpisahan gabungan.. dan dipesta itu ada acara musiknya.. bintang tamunya kali ini adalah the godfather of brokenheart, yang mempunyai penggemar bernama sobat ambyar..

Anjeengg.. kok terkenal sekali sih sampai bisa diundang ke pulau seberang segala.. gila.. aku sih pernah mendengar beberapa lagunya dikota ini, tapi hanya sekadar dengar saja.. dan aku bukan salah satu sobat ambyar..

Dan harusnya malam ini aku ga hadir dilapangan itu, karena aku belum lulus.. aku sekarang baru mau naik kelas 12.. (kalau jaman dulu naik kelas tiga..) tapi beberapa temanku yang sudah lulus mengajakku untuk kepesta itu.. mas angger pun kelihatannya kesana juga..

Akupun akhirnya pergi kepesta itu karena ada kekasihku disana.. iya kekasihku itu sekolahnya satu tahun diatasku.. dia sudah lulus tahun ini dan dia ingin melanjutkan ke kota pendidikan sana.. mita aurela queensha namanya.. tapi aku memanggilnya mita..

Mita ini sudah aku pacari semenjak aku kelas sepuluh atau kelas satu SMK.. aku mengenal sekspun pertama kali dengan kekasihku ini.. dan aku sudah mengambil perawannya pada saat tiga bulan kami berpacaran.. gilaaaa..

Tapi beberapa minggu ini hubungan kami renggang.. tepatnya beberapa hari sebelum mita ujian akhir nasional.. kalau aku tanya alasannya kenapa seperti ada jarak diantara kami, mita selalu menjawab “mau konsentrasi ujian nasional..”

Bangsaatt.. kalau menurutku sih itu cuma alasan klasik aja.. emang apa hubungannya pacaran sama ujian..? ujian ya ujian aja.. aku ga akan ganggu kok dan aku juga ga mungkin mau ngapeli dia ketika mau ujian.. justru aku mau memberinya semangat ketika akan menghadapi ujian.. tapi terserahlah.. mungkin malam ini, semuanya akan jelas.. mita sudah selesai ujian dan sudah ga ada yang membebani pikirannya lagi..

Aku sih pengennya lanjut dengan mita, bukan karena kami sudah ‘melakukan itu’.. tapi aku benar – benar sayang dengan mita..

“mau kemana dede..?” tanya ayahku yang lagi duduk diruang tengah bersama bunda..

“mau ke kota yah.. mau lihat acara pesta kelulusan..” ucapku sambil merapikan pakaianku..

“bukannya dede belum lulus..? kenapa harus kesana..?” tanya bunda..

“mau lihat acara musiknya bun..” ucapku lalu tersenyum..

“alasan aja bun.. mas dede itu mau ketemu pacarnya.. hihihihihi..” sahut bening lalu tertawa..

“apasih bening ini…” ucapku yang terkejut karena bening bicara dengan tanpa dosanya..

“ooooo.. itu toh alasannya..” ucap bundaku lalu tersenyum..

“anu bun.. ehh anu..” ucapku yang salah tingkah didepan bunda dan ayah yang hanya tersenyum melihatku..

“kenapa kok grogi gitu sih de..?” tanya bundaku..

“gimana ga grogi bun.. sudah ditunggu mba mita mas dede ini.. hahahahaha..” giliran banyu yang meledekku..

“oooo..” bunda mengucapkannya sambil melirik dan menggodaku..

“banyu..” ucapku kepada banyu sambil melototinya..

“jangan marah dong dede..” ucap bundaku dan kembali tersenyum kepadaku..

“bunda ah…” ucapku lalu menunduk dan semua hanya tersenyum melihat aku yang terpojok ini..

“siapa bintang tamunya de..?” tanya ayahku..

“the godfather of brokenheart yah..” ucapku sambil mengangkat wajahku dan melihat kearah ayah..

“waw.. idola anak sekarang ya itu..? hehehehe.. padahal dulu waktu ayah muda, yang dengarin lagu – lagunya dibilang ndeso.. hehehehe..” ucap ayah lalu tertawa..

“iya yah.. jaman sekarang malah jadi idola kaum muda..” ucap bunda..

“tapi bagus sih nda.. biar anak – anak muda sekarang menghargai music – music tradisional..” ucap ayahku..

“ya udah deh.. gagah pamit dulu ya..” pamitku kepada ayah dan bunda.. aku lalu mendekati beliau berdua dan salim.. setelah itu aku pun berjalan kearah pintu rumah..

“de..” panggil ayah..

“ya yah..” ucapku berhenti dan melihat kearah ayah..

“salam ambyaarrr.. hehehehehe..” ucap ayahku sambil mengepalkan tangan kanannya keudara..

“apasih ayah ini.. hehe..” ucapku sambil mengerutkan kedua alisku..

“ga gaul nih anak ayah..” ucap ayahku sambil menurunkan tangannya dan menggelengkan kepalanya..

“gagah itu bukan sobat ambyar yah..” ucapku lalu balik lagi dan keluar rumah rumah..

Dan dengan menggunakan sepeda motor matic mexi (nmax seksi) berwarna hitam.. aku pun keluar rumah.. aku pun berangkat sendiri.. mas angger sudah berangkat dari tadi menggunakan mexi nya yang berwarna merah..

Dan setelah dua puluh menit perjalanan, akhirnya aku sampai dilapangan tengah kota.. suasana yang ramai pun menyambutku..

Aku lalu memarkirkan mexiku.. setelah itu aku mengambil Hpku lalu menelpon kekasihku..

TUT.. TUT.. TUT..

“halo..” ucapnya dengan suara yang lembut..

Anjeennnnggg.. aku kangen suara ini.. aku sudah lama ga dengar suaranya gaess.. dan hatiku langsung runtuh mendengarnya..

“dimana mit..?” tanyaku..

“dilapangan tengah kota.. kamu dimana gah..?” tanyanya dan memang terdengar suara yang ramai sekali disekitarnya..

“dihatimu..” ucapku lalu tersenyum..

“ihhhh.. apaan sih..” ucapnya..

“hehehe.. aku dilapangan kota juga kok mit..” ucapku..

“dimana..?” tanya dan kali ini suaranya terdengar sangat senang sekali..

Aneh nih anak.. kemarin – kemarin dia agak menjaga jarak.. sekarang kok sepertinya kangen sama aku..?

“masih diparkiran.. kamu dimana..?”

“aku didekat panggung utama..” ucapnya..

“ya udah tunggu aku disana ya sayang.. aku kesitu..” ucapku..

“iya..” ucapnya dan aku langsung mematikan Hpku..

Dan sebelum turun dari mexiku.. aku mengambil rokokku dan membakarnya lalu mengisapnya.. setelah itu aku turun dari mexi dan berjalan kearah panggung utama..

Dan pada saat aku berjalan kearah panggung utama.. dipinggir lapangan aku melihat mas angger sedang duduk dengan seorang wanita yang sangat cantik..

Wihhhh.. itu pacarnya mas anggerkah..? gila.. mas angger pacaran sama anaknya om aldo..? mas angger pacaran sama mba angel yang cantik itu..? luar biasa sekali mas ku yang satu ini..

AnggeliaAnggelia Putri Aldo Putri Aldo​

Seumur – umur.. belum pernah aku lihat mas angger dekat dengan seorang wanita.. dan malam ini, bukan hanya dekat.. aku melihat mereka mengobrol sangat mesra sekali.. bajingaaannnn…

Dan aku pun pura – pura tidak melihatnya.. aku terus berjalan kearah panggung utama.. aku takut kalau aku menegur mas angger, dia nanti malah salah tingkah sama aku.. hehehehe.. lanjutkan anak muda.. lanjutkan.. tunjukkan bahwa anak dari ayah sandi purnama irawan itu, bisa menggaet wanita – wanita cantik dikota ini.. hahahahaha..

Dan setelah sampai didekat panggung utama.. aku melihat kekasihku sedang bercanda bersama teman – temannya.. dan mereka bercanda di tengah penonton yang sangat banyak ini..

Kekasihku tampak tersenyum dan sesekali tertawa dengan cantiknya..

Anjeeennng.. beruntung sekali aku mendapatkan kekasih hati seperti mita ini.. semoga hubungan kami tidak berakhir hari ini.. aku ingin terus menjadi kekasihnya dan ingin meminangnya suatu saat nanti..

Mita Aurela Queensha​

“hai mit..” ucapku ketika sudah didekatnya..

Mita pun terkejut dan langsung melihat kearahku dengan tatapan yang sendu..

“cie… mita didatangin kekasihnya..” ucap teman wanitanya menggoda mita..

“apasih..” ucap mita yang malu – malu lalu menunduk sejenak dan mengangkat wajahnya lalu melihat kearahku..

“kami tinggal dulu ya mita..” ucap temannya yang lain sambil mencolek dagu kekasihku ini..

“eh mau kemana kalian..?” tanya mita..

“cari cowoklah.. masa kita mau jadi obat nyamuk disini sih..” jawab temannya…

“ihh.. kok gitu sih..?” ucap mita dengan manjanya..

“hihihi..” teman – temannya hanya tertawa..

“da – da ganteng..” tegur temannya kepadaku sambil melambaikan tangannya..

“da..” ucapku sambil melambaikan tanganku dan mereka bertiga lalu pergi meninggalkan kami berdua.. dan mereka bertiga berjalan sambil meliuk – liukkan pinggulnya.. wawww.. pinggulnya sama bokongnya gaesss.. muaanteeppp.. padat dan berisi.. hahahahaha..

Sudah gitu aja..? kenapa dia mencolek dagu mita dan ga mencolek daguku..? atau mencolek ‘peliharaanku’ juga ga apa – apa kok.. aku ikhlas… hahahahaha.. bajingaannn..

“ihhh.. gitu amat ngelihatnya..” ucap mita lalu mencolek daguku..

“hehehehehe…” dan aku hanya tertawa lalu melihat wajah mita sambil menggaruk kepalaku…

“emang bokongku ga seindah punya mereka ya..?” ucap mita sambil sedikit memanyunkan bibirnya..

“percuma punya bokong indah.. itu ga akan awet mit.. yang awet itu sayangku ke kamu..” ucapku sambil tersenyum kepadanya..

“elehhh.. apanya yang awet..? matanya jelalatan gitu kok..” ucapnya dan masih meraju..

“mataku emang jelalatan.. tapi hati kan engga..” ucapku dengan santainya..

“sayang itu dari mata turun kehati..” ucap mita..

“iya.. dan hatiku sudah terkunci bersama wanita dihadapanku ini..” ucapku sambil menatap matanya..

“kunci hatimu itu banyak duplikatnya..” ucap mita lalu melihat kearah yang lain..

“mit.. sekarang sudah jaman apa..? hatiku sudah ga pakai gembok dan kunci lagi.. tapi hatiku ini pakai password kalau membukanya.. kamu tau paswoordnya apa..?” tanyaku sambil melihatnya dan mita langsung melihatku sambil menggelengkan kepalanya..

“mita aurela queensha..” ucapku dan mita langsung tersenyum manis kepadaku..

“jadi gimana wanita lain mau membuka hatiku, kalau paswoordnya namamu.. mereka pasti mundur alon alon..” ucapku lagi..

“mundur alon – alon..?” ucapnya lagi sambil mengerutkan alisnya..

“mundur pelan – pelan sayang.. itu bahasa daerah sana.. kan kamu kamu kuliah dipulau sana.. jadi kamu harus belajar dong..” ucapku..

“ooo…” ucapnya lalu tertunduk malu..

Aku lalu merogoh sesuatu dari kantongku.. aku ingin memberikan sebuah hadiah kepadanya dan aku ingin memakaikannya sendiri..

Dan setelah aku mendapatkan sesuatu dikantongku.. aku lalu mengambilnya dan mengeluarkannya.. dan itu adalah sebuah kalung dari emas.. aku membelinya dari tabunganku.. ya walaupun yang paling murah sih.. hehehehe..

“kalung ini sebagai pertanda mit.. kamu adalah kekasihku.. dan kenapa aku membelikan kalung..? karena posisi liontinnya ada didekat hatimu.. sejauh manapun kamu pergi.. kalung ini akan selalu didekatmu seperti aku yang akan selalu ada didekat hatimu.. dan kalung ini akan menjaga hatimu dari hati – hati yang lain..” ucapku sambil memakaikan kalung itu dileher mita.. aku tidak menghiraukan orang – orang yang ada disekelilingku yang memandang kami berdua.. kalau ada yang berani mengolok.. kuselesaikan orang itu saat ini juga.. hehehehehe..

Mita memandangku dengan mata yang berkaca – kaca..

“heii.. jangan menangis sayang..” ucapku sambil mengelus pipi mita dan mita langsung memelukku dengan erat..

“maaf yang.. maafin mita cuekin sayang beberapa minggu ini.. hikss.. hikss.. mita itu sebenarnya takut mau pisah dengan sayang.. hiks.. hikss..” mita menangis dipelukanku dan aku langsung membalas pelukannya..

“kenapa mesti takut sayang..? aku tau kamu pasti kuat kok.. kita hadapi ini bersama – sama ya sayang..” ucapku sambil mengelus rambut mita dengan lembutnya..

“mita ga tau, kuat atau ngga dengan jarak yang memisahkan kita yang.. hikss.. hikss..” ucap mita sambil terus menangis..

“yang.. raga boleh menjauh.. tapi hati akan selalu terikat dengan rindu.. dan aku tau, rindu dan hatimu pasti hanya untukku..” ucapku dan mita mita langsung mengangkat wajahnya dan menatapku sambil tetap memelukku..

“iya hatiku memang untukmu, tapi hatimu..? itu yang aku takutkan..” ucap mita sambil menatapku..

“jadi kamu ga percaya sama aku..?” tanyaku..

“bukannya ga percaya.. tapi didepanku aja kamu berani melirik wanita lain..” ucapnya lalu melepaskan pelukannya dan mencubit kedua pipiku..

Aku lalu melepasakan pelukannya dan aku langsung berbalik..

“mau kemana yang..?” tanya mita dengan kebingungan..

“aku mau belajar menjauh.. dan aku mau tau.. kamu percaya ga sama aku, ketika aku sudah jauh dari kamu..” ucapku lalu melangkah pergi..

“yang.. hikss.. hikss.. ” panggil mita sambil menangis dan aku tetap meninggalkannya.. aku berjalan membelah kerumunan orang yang ada didepanku..

Dan setelah beberapa langkah, aku lalu balik dan berjalan kearah mita yang berdiri sambil menunduk dan menangis..

“ternyata.. sedetikpun berpisah denganmu itu berat ya..” ucapku dan mita langsung mengangkat wajahnya.. air matanya tampak membasahi pipinya..

“oh iya yang.. ada salam dari kangen..” ucapku dan mita langsung mengerutkan kedua alisnya..

“si.. siapa kangen itu..?” tanyanya dengan air mata yang terus mengalir..

“gagah irawan sandi..” ucapku dan mita langsung mendekati aku dan langsung memelukku..

“cieeeeeee….” Ucap orang disekeliling kami dan mita langsung menunduk malu didadaku..

“ternyata berat juga ya jauh itu.. baru beberapa langkah saja, aku ga kuat..” ucapku sambil membalas pelukannya..

“cieeeeeee..” ucap orang – orang ini lagi.. aku dan mita pun tidak menghiraukannya..

“ihhh.. jahat.. hikss.. hikss..” ucap mita sambil menangis dipelukanku..

“aku pasti menyusulmu kesana mit.. setelah lulus aku pasti segera kesana..” ucapku sambil membelai rambutnya..

“janji..” ucapnya lalu menatap mataku..

“engga..” jawabku dan air mata mita kembali menetes..

“ke.. ke.. kenapa..?” tanyanya..

“karena sayang itu ga butuh janji.. kepastian itu bukan untuk diucapkan, tapi dilakukan..” ucapku dengan mantapnya..

“cieeeeeeeee..” orang – orang ini berteriak lagi didekat kami..

“sayang ini loh..” ucap mita dengan manjanya dan menempelkan wajahnya didadaku lagi..

“oke.. sebagai lagu pembuka.. saya akan menyanyikan lagu layang kangennnn..” ucap the godfather of brokenheart dari atas panggung.. aku dan mita pun langsung melihat kearah panggung dengan tetap berpelukan.. para penonton pun langsung melihat kearah panggung..

“untuk kalian yang akan berpisah.. mungkin lagu ini akan kalian nyanyikan dimalam yang penuh kerinduan nantinya..” ucapnya lagi..

Layangmu tak tampa wingi kuwi (suratmu sudah ku terima kemarin)
Wis tak waca apa karepe atimu (sudah ku baca apa yang kau inginkan)
Trenyuh ati iki maca tulisanmu (terenyuh hati ini membaca tulisanmu)
Ra krasa netes eluh ning pipiku (tak terasa menetes air mata di pipiku)

Umpama tanganku dadi suwiwi (seandainya tanganku mampu jadi sayap)
Iki uga aku mesti enggal bali (sekarang juga aku akan pulang)
Ning kepriye maneh mergo kahananku (namun bagaimana lagi? Karena keadaanku)
Cah ayu entenana tekaku (Cantik, tunggulah kedatanganku)

Wawwww.. bajingaaannn.. kenapa begini amat sih syair lagunya..? kok mengena sekali dihati..? suaranya yang khas itu pun bisa sampai kehati ku.. dan kenapa kok bisa cocok dengan keadaanku dan mita saat ini..? anjeeennnggg..

The godfather of brokenheart itu pun, menghentikan lagunya.. dia melihat kearah penonton sambil tersenyum.. gila.. lanjut kenapa sih..? kenapa pakai berhenti segala..?

Loh.. loh.. kok aku jadi begini ya..? aku kan bukan sobat ambyar..? tapi kenapa aku kok langsung jatuh hati sama penyanyi satu ini dengan syair – syairnya.. gila….

“hayoooo.. mau nangis ya..? kenapa disetiap konserku kok ada yang mau nangis ya..?” ucapnya..

Gila.. dia nyindir aku..? bajingaaannn.. iya aku mau nangis.. aku mau nangis karena berpisah dengan kekasih hatiku ini.. sekarang lanjutin lagunya.. jangan buat aku teriak – teriak ya..

Ra maido sapa wong sing ora kangen (tak bisa dipungkiri siapa yang tak kangen)
Adoh bojo pingin turu angel merem (jauh dari kekasih, ingin tidur mata pun sulit terpejam)
Ra maido sopo wing sing ora trenyuh (tak bisa dipungkiri siapa yang tak merasa terenyuh)
Ra kepethuk sawetara pingin weruh (Lama tak jumpa, sebentar saja ingin memandang)
Percaya aku, kuatna atimu (percayalah padaku, kuatkanlah hatimu)
Cah ayu entenana tekaku (cantik, tunggulah kedatanganku)

Anjeeennnngggg.. lagunya ngena banget gaessss.. bajingaannnn.. dan mulai detik ini.. aku mengkirarkan diri sebagai sobat ambyaarrrrrr… gilaaa..

Aku dan mita mendengarkan lagu yang dinyanyikan the godfather of brokenheart, sambil tetap saling berpelukan.. tapi kali ini aku memeluk mita dari belakang.. semua penontonpun seperti terhipnotis dan mereka semua bernyanyi bersama.. gila.. ini paduan suara terbanyak yang pernah aku dengar.. semua bernyanyi mengikuti alunan music dari atas panggung..

Bajingaannn.. kelihatannya, setelah ini aku akan mencari semua lagu the godfather of brokenheart dan menghapalkannya.. gila aja lagu sekeren ini kok ga dinikmati..

Dan perlahan hujan pun mulai turun dan membasahi bumi ini.. bangsaattt.. alam pun seperti merasakan kesedihan hatiku dan mita yang akan berpisah…

“yang.. hujan.. kita berteduh kah..?” tanya mita sambil menolehku..

“aku itu hujan yang.. kalau kamu mau menghindarinya.. berarti kamu menghindari aku..” ucapku sambil memeluk perutnya..

“dan aku itu pelangi yang selalu hadir ketika hujan telah berlalu..” ucap mita lalu..

CUUPPP..

Mita mengecup pipi kiriku dengan lembutnya…

#cuukkk.. semoga perpisahan ini cepat berlalu dan aku sudah ga sabar untuk melanjutkan kehidupanku di kota pendidikan..

FIRST CHAPTER | Selanjutnya(Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 2)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game