X CLOSE
Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Kubuka Sebuah Kostan Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21

Kubuka Sebuah Kostan Part 4

Start Kubuka Sebuah Kostan Part 4 | Kubuka Sebuah Kostan Part 4  Start

Seminggu sudah rizal nampak murung. Kehidupannya sudah tidak secerah dulu. Bahkan melihat nissa yang menjadi tempat pelampiasan nafsunya rizal tidak tergugah sedikitpun.

Ia merasakan separuh hatinya sudah hilang. Seseorang yang sudah bertahun – tahun ia pendam rasa sayangnya kini harus ia relakan pergi jauh dari kehidupannya karena sikapnya yang tidak bisa mengontrol nafsunya.

Banyak para penghuni kos yang merasa heran dan bertanya – tanya tentang perubahan rizal yang biasa meramaikan suasana kos.

Ibunda rizal pun juga menyadari dengan perubahan rizal. Namun rizal tak sepatah katapun menceritakan apa yang terjadi. Karena baginya cukup kehilangan zahra dan keluarganya saja. Jangan dengan orang lain yang sayang padanya.

Ia takut jika kejujurannya justru malah membuat orang yang sayang padanya menjadi menjauhi dirinya. Kesehariannya hanya di habiskan di dalam rumah yang menjadi kosan itu. Tubuhnya kini seolah menjadi tak terawat.

Tidak seperti sebelumnya, tubuh rizal berubah menjadi sedikit lebih kurus, rambutnya dibiarkan panjang terurai, wajahnya di penuhi dengan brewok yang tak tertata rapi. Bukan seperti dulu yang selalu mengutamakan penampilan.

Melihat keadaan anaknya itu membuat ibunda rizal sangat khawatir. Setiap hari ibunda rizal datang menengok keadaan rizal. Sampai akhirnya ibunda rizal meminta tolong kepada sepupu rizal untuk menemani rizal di rumah kosan itu.

“nak devieta,, tante minta tolong dong boleh ya” kata ibunda rizal

“ada apa tante? Ya boleh dong tante mumpung aku libur ini kuliahnya” kata devieta

“ini lho si rizal kok jadi berubah ya seminggu ini, tante jadi takut ini nak devieta” kata ibunda rizal

“berubah gimana nih maksudnya te?” kata devieta

“gimana ya ceritanya, soalnya tante juga gak tau sih dia kenapa,, tiap di tanyain malah menghindar terus” kata ibunda rizal

“terus aku bisa bantu apa nih te?” kata devieta

“bantu hibur dia deh nak devieta, siapa tau bisa balik kayak dulu lagi” kata ibunda rizal

“aku usahain dulu ya tante, insyalh besok aku udah sampe di rumah rizal” kata devieta

“makasih lho nak devieta,, tante minta tolong banget sama kamu” kata ibunda rizal

*****************

Hari yang dijanjikan devieta pun tiba. Siang itu dia datang di rumah mewah rizal yang menjadi tempat kos itu. Ia masuk setelah menyapa satpam yang sudah mengenalnya.

Saat devieta masuk,, Ia melihat rizal sedang duduk termenung di taman belakang menghadap ke kolam renang. Seakan rizal mengenang bagaimana terakhir kali ia melihat zahra.

“zal, ngapain lu bengong disitu” kata devieta

“zahra!!” kata rizal sambil teriak dan berlari menuju ke arah devieta dan langsung memeluk tubuh devieta

“zal, lu ngigau yah” kata devieta

“zahra maafin aku, aku gak bisa jauh dari kamu, maafin aku udah kurang ajar sama kamu, aku gak berniat ngelakuin itu,, pliss jangan jauh dari hidupku” kata rizal

Saat itu juga devieta penyebab dari perubahan rizal yang dikhawatirkan oleh ibunda rizal. Devieta membiarkan sepupunya itu memeluk tubuhnya.

“zal sadar! Ini aku,, bukan zahra” kata devieta

Rizal pun tersadar saat devieta menggoncangkan tubuhnya saat rizal memeluk tubuh sepupunya itu.

“eh maaf mbak, aku kira tadi temenku” kata rizal

“yakin temen?” kata devieta

“iya mbak” kata rizal

“tapi temen kok sampe segitunya kalo minta maaf, eh ini zahra yang dulu sering kamu bawa ke rumah bude itu bukan?” kata devieta

“iya mbak” kata rizal

“emang kalian ada masalah apa?” kata devieta

“gak ada kok mbak, gak ada masalah apa – apa” kata rizal

“kamu gak usah bohong, mbak tau kamu tuh gak bisa bohong, kamu cerita aja supaya mbak bisa bantu kamu” kata devieta

“gak ada mbak, aku gak ada masalah” kata rizal

“baiklah kalo gitu, mbak kasi tau ya zal kamu tu cowo,, kamu harus bisa menyelesaikan masalah, kalo kamu gak bisa,,kamu jangan seperti ini, kamu masih punya keluarga yang bisa bantu kamu, termasuk mbak” kata devieta

“iya mbak,, aku ngerti,, tapi gak sekarang ya mbak” kata rizal

“yaudah,, mbak tidur sini aja ya biar bisa nemenin kamu” kata devieta

“iya mbak” kata rizal

Devieta pun pun masuk ke salah satu kamar yang berada di lantai bawah. Kamar yang menjadi kamar keluarga jika ada salah satu keluarga rizal yang menginap di rumahnya.

*******************

Hari sudah larut malam devieta terbangun karena rasa haus yang menyerang tenggorokannya. Devieta melihat rizal masuk ke dalam kamar di lantai dua.

“hmmm ngapain tuh anak masuk kamar itu, masa iya dia mau tidur disana? Apa mungkin mau ada penghuni baru kali ya?” kata devieta dalam hati

Banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran devieta. Sedikit rasa penasaran dengan apa yang dilakukan rizal saat itu membuat devieta ingin mengetahui lebih apa yang dilakukan rizal di kamar itu saat larut malam seperti ini.

Setelah membuat jus jeruk di mini bar. Devieta perlahan mulai naik lantai dua untuk melepaskan rasa penasaran dalam hatinya. Sampai di depan kamar yang dimaksud devieta sayup – sayup mendengar percakapan rizal dengan seseorang.

“dia ngobrol sama siapa? Apa dia ngigau lagi ya?” kata devieta semakin penasaran melihat apa yang sedang dilakukan rizal di dalam kamar salah satu penghuni kos

Dan ternyata ada suara wanita yang seperti mengiba pada rizal. Devieta yang masih bingung seakan menajamkan pendengarannya.

“ada suara cewek di dalam, apa penghuni kos ini ya?” kata devieta yang semakin penasaran

Deveieta menempelkan telinganya untuk memastikan apa yang mereka bicarakan. Mungkin devieta terlalu menekan pintu kamar itu sehingga pintu itu sedikit terbuka tanpa bersuara.

“eh kebuka, kok gak di kunci?” kata devieta lirih

Devieta semakin penasaran dengan apa yang dilakukan rizal di dalam kamar itu. Dan betapa terkejutnya saat ia melihat rizal berdiri di samping tempat tidur dengan celana panjang pendek yang sudah turun sampai lutut.

Dan seorang wanita cantik berambut panjang lurus yang memakai kaos longgar duduk disamping tempat tidur sedang memasukkan kontol rizal ke dalam mulut wanita itu. Sedangkan tangan wanita itu dengan teratur mengocok kontol rizal yang menggenjot mulut wanita itu.

Devieta sangat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Betapa beraninya rizal melakukan itu terhadap penghuni kos.

Karena takut ketauan devieta langsung turun ke bawah dan kembali ke dalam kamarnya. Di dalam kamarnya devieta berusaha untuk tidak terbawa suasana apa yang telah ia lihat.

Membayangkan apa yang baru saja ia lihat itu membuat ia teringat dengan mantannya yang paling brengsek. Ia kembali membayangkan saat pertama kali kontol mantannya itu masuk ke dalam mulutnya.

Devieta ingin menghilangkan bayangan yang ada dalam otaknya, ia habiskan minuman yang telah ia buat lalu ia pergi tidur lagi.

******************

Pagi harinya devieta melihat rizal sedang menyantap sarapannya di meja mini bar. Dengan rasa khawatir dan deg-degan ia menghampiri rizal untuk menanyakan apa yang ia lihat tadi malam.

“eh zal, bikin sendiri tuh nasgor?” kata devieta sambil menghampiri rizal yang masih asik sarapan

“eh mbak devieta, gak kok mbak, tuh di wajan masi ada dikit kok, tadi kebanyakan bikinnya hehe” kata rizal

“ooh yaudah, mbak minta ya” kata devieta

“iya mbak ambil aja, tapi kalo kurang enak maaf ya” kata rizal

“halah gak penting, yang penting kenyang zal” kata devieta

Devieta menuju dapur dan mengambil nasgor yang tersisa di atas kompor hasil masakan dari rizal. Dan kembali ke tempat dimana rizal sedang asik menikmati sarapannya. Devieta sengaja duduk di sebelah rizal

“gimana udah enakan?” kata devieta

“apanya mbak?” kata rizal

“ya kamu tu lho udah enakan apa belum?” kata devieta

“hehehehe ya gitulah mbak hehe” kata rizal

“mbak gak ngerti deh sama kamu zal, pas mbak dateng kamu galau, terus liat mbak malah meluk sambil nyebutin nama cewe, eh malemnya malah wik wik sama penghuni kosannya sendiri” kata devieta

Mendengar perkataan devieta yang terakhir membuat rizal tersedak. Ia dengan tergesa-gesa mengambil minum di rak bar.

“maksudnya mbak?” kata rizal

“halah pake pura-pura sok polos kamu tuh, mbak tau kok tadi malem kamu ngapain” kata devieta

“jadi mbak liat aku ngapai tadi malem” kata rizal

“ya gak liat sampe selesai, tapi mbak ngikutin kamu ke kamar tu anak, eh ternyata kamu lagi di oral sama tu cewe, gak Mungkin lah kalo kamu gak sampe wik wik zal” kata devieta

“maaf mbak, dia pelampiasanku mbak,, tapi jangan bilang ibu ya mbak” kata rizal

“kamu cerita deh zal sebenernya ada apa sama kamu?” kata devieta

“tapi mbak jangan bilang ibu ya mbak?” kata rizal

“iya mbak janji gak bilang ke ibu kamu, mbak kesini kan disuruh ibu kamu buat bantuin kamu zal” kata devieta

“makasih ya mbak, jadi gini mbak selama beberapa hari kemarin tuh aku bener – bener galau karena aku udah khilaf sama orang yang aku sayang mbak” kata rizal

“si zahra maksudnya? Emang kamu apain si zahra? Gak kamu perkosa kan?” kata devieta

“ya gak lah mbak, kan sebelumnya di mobil kita curhat terus diakhir dia cium pipiku, nah disitu aku kaget mbak, sampe akhirnya kebawa nafsu aku nyium bibir dia, eh malah kebablasan sampe aku megang dadanya,, terus pas sadar disitu zahra marah besar dan benci sama aku sampe akhirnya kemarin waktu orang tua zahra ngajak liburan aku jujur ke orang tuanya dan aku disuruh menjauh dari keluarganya dia mbak” kata rizal

“yaampun zal, terus yang sama cewek itu gimana ceritanya?” kata devieta

“ya abis dari itu mbak, karena aku udah suntuk plus kesel banget sama diri sendiri dan waktu itu juga aku pernah liat dia pernah ml di kamar sama bapak-bapak” kata rizal

“bapak-bapak?” kata devieta terkejut

“iya mbak, dan ternyata itu dosennya dia mbak” kata rizal

“hah? Dosen? Berarti dia itu ayam kampus dong zal” kata devieta

“bisa jadi mbak” kata rizal

“hmm terus kemarin itu kamu meluk mbak gara-gara zahra?” kata devieta

“iya mbak, aku kira kemarin yang datang tu zahra ternyata mbak devieta” kata rizal

“terus kenapa malemnya sama tu cewek?” kata devieta

“hmm udah gak tahan soalnya mbak, jadi ya gitu deh” kata rizal

“zal rizal, gak nyangka mbak sama kamu,, kamu ternyata gak bisa kontrol diri ya, btw tu anak siapa namanya?” kata devieta

“dia nissa mbak, anak fakultas xxx di universitas xxx mbak” kata rizal

“mbak gak tau bisa bantu apa sama kamu zal, karena terlalu berat sepertinya,, masalah kamu bisa baikan sama zahra itu mbak gak bisa janji bantuin kamu, karena itu memang kamu yang salah dan itu resiko yang kamu terima zal, kalo kalian memang ditakdirkan untuk bersama lagi mbak yakin pasti ada jalannya,, tapi sekarang yang bisa mbak lakuin ya ini mbak coba meringankan beban kamu. Semoga sih ini bisa ngehibur kamu” kata devieta.

Setelah menghabiskan sarapan mereka, devieta dengan perlahan melumat bibir rizal. Rizal sangat terkejut melihat kakak sepupunya itu berani melumat bibirnya di depan umum. Rizal yang bimbang antara melanjutkan dan ikut menikmati alur permainan devieta atau menyudahi aksi gila devieta yang bisa dipergoki oleh penghuni kos lain.

Devieta menggigit pelan bibir rizal, ia tarik lidahnya. Kedua insan bersaudara itu saling melilitkan lidah di dalam ciumannya. Perlahan rizal mulai memainkan irama ciuman dengan kakak sepupunya.

Sambil berciuman, tangan kanan rizal perlahan mulai menggerayangi payudara devieta yang masih tertutup pakaian. Rizal sedikit meremas-remas payudara devieta dari luar pakaiannya. Sedangkan tangan kiri rizal mulai turun menuju bagian bawah gadis cantik dan berakhir dengan meremas-remas pantat sekal devieta.

Sesekali rizal menampar pantat devieta yang masih tertutup celana tidurnya. devieta terlihat sangat menikmati perlakuan rizal. mata devieta masih terpejam dan masih membalas ciuman rizal dengan liar.

Libido devieta semakin meninggi saat rizal meremas payudara devieta dengan keras. Rizal jilati leher dan sekitar telinga devieta. Rizal mendengar desahan devieta semakin keras saat ia jilati daun telinganya.

Tangan rizal berpindah menuju memeknya yang masih tertutup celana. Ia gesek-gesekan jarinya ke memek devieta yang membuat medesah kenikmatan dan tubuhnya bergetar merasakan gesekan di memeknya.

“kamu mau terusin disini atau di kamar aja” tanya devieta

“Terserah aja mbak aja deh” jawab rizal

“yaudah ayo pindah dikamarku aja ngelakuinnya yuk!” ajak devieta.

Rizal pun mengangguk. Devieta langsung menarik tangan rizal menuju kamarnya. Hawa dingin pagi itu membuat rizal semakin bersemangat merasakan tubuh hangat kakak sepupunya yang masih kuliah S2 di kota itu.

Didukung suasana pagi itu masih sepi karena para penghuni kos sudah berangkat beraktivitas dengan kegiatan mereka masing-masing membuat situasi semakin mendukung dan membuat persetubuhannya dengan devieta semakin indah.

Devieta merebahkan tubuhnya diranjang. Lalu ia membuka semua pakaian yang menutupi tubuhnya hingga telanjang bulat. Kini kulit mulusnya yang indah itu sudah terpampang jelas di hadapan rizal. Bulu-bulu halus namun memenuhi disekitar memeknya memberi kesan eksotis.

Melihat tubuh telanjang kakak sepupunya yang sudah pasrah telentang di atas ranjang membuat rizal makin keranjingan. Dengan cepat ia buka semua pakaiannya.

Dan tanpa buang waktu rizal langsung menyantap memek devieta. Ia jilati klitoris devieta hingga membuat devieta mendesah dan mengerang kelonjotan merasakan gesekan lidah hangat rizal membelai bibir memeknya.

“aahh.. aahh..” desahan devieta.

Mendengar desahan kakak sepupunya yang semakin keras membuat rizal semakin bersemangat menjilati kakak sepupunya. Sambil sesekali ia memilin puting payudaranya yang mulai mengeras.

Puting yang berwarna coklat nan imut dan ukuran payudara devieta yang tidak terlalu besar membuat rizal semakin beringas memainkan tubuh devieta. Rizal semakin garang menjilati memek devieta dan ia terus menjilati memeknya sampai pada akhirnya..

“aah.. Rizaaaaaaalll.. aaahhh.. aku keluar zaaall…” erang devieta saat ia mencapai klimaksnya.

Puas membuat devieta orgasme dengan jilatannya kali ini rizal menuntun devieta untuk menghisap batang kontolnya yang sedari tadi telah tegak berdiri. dibenamkannya dalam-dalam kontolnya ke dalam mulut devieta.

Dengan gerakan maju mundur. kepala kontol fajar sesekali digigit-gigit oleh devieta. Rizal merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan selama dikulum oleh nissa. Cukup lama devieta menggarap kontol rizal dimulutnya. Kali ini kontol rizal yang sudah sangat basah itusiap memasuki lubang kenikmatan devieta.

Devieta sudah pasang posisi mengangkang diranjang. Ia membuka lebar-lebar pahanya dan membuka bibir memeknya yang sudah sangat becek. Terlihat jelas memek dengan bulu-bulu halus yang menggoda.

kontol rizal siap meluncur ke dalam memek devieta. Ia arahkan batang kontolnya ke lubang memekya. sebelum ia masukkan kontolnya terlebih dulu ia gesek-gesek kepala kontolnya dibibir memek devieta.

Devieta hanya mendesah kecil merasakan gesekan kontol rizal. Dan tiba-tiba kontol rizal langsung masuk melesat kedalam memeknya. Cukup sulit dan perlu tenaga ekstra bagi rizal menembus memek devieta yang sangat rapat.

Devieta merintih merasakan kontol rizal yang mulai melakukan penetrasi ke dalam memeknya kesakitan. Rizal pun tak menyerah ia berusaha memasukan kontolnya lebih jauh kedalam memek devieta. Hingga akhirnya kontol rizal masuk dan terbenam sepenuhnya kedalam memek devieta.

“aaahhh..” erang devieta sedikit berteriak.

Sejenak rizal mainkan kontolnya didalam vaginanya. Perlahan rizal mulai menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan maju mundur. Devieta memejamkan matanya dan sedikit meringis kesakitan merasakan besarnya kontol rizal yang masuk ke dalam memeknya.

Masih dengan gerakan maju mundur seirama dengan liukkan tubuh devieta yang sedikit menggelinjang, merintih, dan mendesah makin keras membuat rizal semakin liar menghantam kontolnya ke dalam memek devieta.

Seiring teriakan devieta yang keluar dari mulutnya. Membuat rizal semakin bernafsu menggerayangi tubuh mulus kakak sepupunya. Sambil kontolnya terus menghujam memek kakak sepupunya.

Tangan rizal mulai aktif meraba-raba payudara devieta. Ia remas dan memilin-milin putingnya yang sangat mengeras pertanda libidonya sudah sangat tinggi. mata devieta masih saja terpejam merasakan rangsangan yang menyerang tubuhnya. Sesekali ia mengernyitkan alisnya. menggigit bibirnya dan mendesah keras untuk mengekspresikan kenikmatan yang ia dapatkan.

“aahh..aahh..aaahhh zaaal enaaak bangeet aaah aah aaah teruuuss zaal” desahan devieta mengisi ruangan.

Rizal terus melancarkan serangan kontolnya ke dalam memek devieta. Rizal semakin liar menggerakan pinggulnya. Devieta pun juga semakin keras meliukkan tubuhnya yang merasakan kenikmatan sodokan kontol rizal. Rizal pun semakin menikmati jepitan rapat dari memek sempit kakak sepupunya

Kali ini devieta yang sudah terselimuti birahinya menjadi semakin liar. ia mencabut kontol rizal dari memeknya, kemudian devieta kembali mengulum kontol rizal dengan ganas di mulutnya. mata rizap mengerjap merasakan nikmat sedotan mulut devieta. lalu ia kembali menuntun kontol rizal untuk kembali masuk kedalam memeknya.

Rizal pun tak mau kalah ganas. Ia semakin mempercepat goyangan pinggulnya. dan semakin deras hantaman kontolnya didalam memek kakak sepupunya. Gerakan tubuh devieta makin tak terkontrol. ia makin menggelinjang. desahannya makin kuat. Pertanda orgasmenya akan tiba.

“aahhh..aaaah aaah zaaaaal. .mbaaak mau ke..keluar..” katanya terbata-bata.

“aku juga mbaaak aaaah aah”

Rizal pun juga merasakan ia hampir klimaks, kontolnya mengejang. Ia cabut kontolnya dari dalam memek devieta dan langsung ia semprotkan cairan spermanya di atas payudara devieta.

Devieta menggelinjang diatas ranjang. Memeknya basah oleh cairan yang keluar dari dalam memeknya. Tubuh dua insan bersaudara itu pun lemas diatas ranjang. Nampak payudara devieta yang sekal itudipenuhi cairan sperma rizal yang kental dan sangat banyak membasahi kedua payudaranya.

“aahh, zaaaal” ucap devieta yang masih terengah – engah

“haah..haah..” saut rizal yang masih terengah-engah.

“tadi itu enak sekali zal” ucap devieta singkat, kemudian memejamkan mata.

“aku juga enak kok mbak,, memek mbak sempit banget” seraya menciumi kening devieta.

devieta pun tertidur pulas, dan akhirnya rizal juga tertidur di kamar yang ditempati oleh devieta. Pagi yang indah bagi rizal karena pagi ini ia bisa menikmati tubuh devieta yang menjadi fantasy saat dia onani. Dan kini menjadi kenyataan.

*****************

“maaf don, aku bener – bener gak bisa buat lanjutin,, papa sudah marah besar sama aku jadi sepertinya kita sampai disini aja”

“tapi bukan karena si rizal itu kan kamu minta putus sama aku?”

“kenapa kamu bawa dia? Kamu tau sendirikan papa yang minta kita gak pacaran”

“iya ra, yasudah aku minta maaf kalau aku ada salah selama jadi cowo kamu atau pernah maksa kamu ngelakuin itu”

“lupain aja don, toh aku juga gak ngelakuin itu, lagian aku juga udah maafin kamu, kamu itu cowo baik,, kamu bisa dapatkan pasangan yang baik”

“baik kayak kamu ra?”

“bisa jadi lebih baik dari aku don”

“emang ada ra yang lebih baik dari kamu?”

“banyak kok, tapi kamu harus pinter milih”

“…………”

“pakai ini don (sambil memegang dada doni), jangan pakai itu (sambil nunjuk ke arah selangkangan doni)”

“iya aku tau ra, jadi kita putus baik-baik ya?”

“iya don, kita bisa tetep berteman kok,, dan mungkin kita bisa jadi sahabat”

“makasih ya ra”

Setelah mengakhiri hubungannya dengan doni, zahra langsung kembali ke rumahnya. Setelah mengalami masalah dengan besar dengan rizal kini zahra menjadi pengawasan langsung oleh kedua orang tuanya.

Papa zahra pun sadar jika anak gadisnya menjadi primadona di dalam lingkungan kampus serta pertemenan zahra. Tapi banyak teman cowo zahra yang langsung hilang nyali saat bertemu dengan papanya.

Hanya rizal dan doni yang berhasil menaklukan kesan seram pada papa zahra. Rizal beruntung karena papa zahra mengenalnya saat masih duduk di bangku SMP dan menjadi teman baik zahra pada saat itu.

Zahra pun meninggalkan doni yang masih bersedih merasakan kisah cintanya berakhir dan menuju ke papanya yang sudah menunggu di dalam mobil.

“sudah kak?” tanya papa zahra

“iya pa, zahra sudah putus sama doni pa” kata zahra

“ya sudah sekarang kita pulang kak” kata papa zahra

“iyaa pa” kata zahra

Doni melihat mewah yang di tumpangi zahra itu pergi meninggalkan area kampus. Dan tak lama doni pun juga pergi ke parkiran motor.

“woy don lesu amat, kenape lu?” kata nissa

“enggak nis, aku kayaknya harus nyari pengganti zahra deh” kata doni

“lhah kamu beneran putus sama zahra?” kata nissa

“iya nis, mulai hari ini kita jadi temen kayaknya” kata doni

“ya ampun, yaudah sini aku hibur,, tapi temenin aku nyari buku ya” kata nissa

“gak deh nis, aku pulang aja” kata doni

“udah ah, mumpung masih ada yang sayang sama kamu ini” paksa nissa

“…………” terpaksa doni menuruti kemauan nissa yang memaksanya menemaninya mencari buku untuk tugas kuliahnya

“ah kebanyakan mikir lu don, ayo jalan ah” paksa nissa yang langsung menarik tangan doni

Nissa menarik tangan doni menuju motornya. Mereka berdua pun meluncur ke pusat buku terbesar di kota itu. Nissa yang sudah lama memendam rasa terhadap doni pun berusaha untuk menghibur doni. Dan ternyata doni pun berhasil luluh dengan usaha nissa yang mengembalikan moodnya lagi.

Berjam-jam sudah nissa berkencan dengan doni sampai hampir larut malam. Doni pun mengantar nissa ke tempat kosnya.

“ini kosan kamu?” tanya doni

“iya don, mau main?” kata nissa

“enggak deh” kata doni

“kenapa don? Kok wajah kamu gitu?” kata nissa

“enggak nis, kayak pernah tau aja ini rumah nis” kata doni

“yaela don, rumah kayak gini mah di kota ini banyak kali don, cuma kalo di bikin kosan yang jarang,, bahkan hampir gak ada” kata nissa

“iya juga sih, salah inget mungkin aku nis,, yaudah aku pulang dulu ya” kata doni

“iya don, hati-hati ya” kata nissa

“iya nis, makasih ya buat hari ini” kata doni

“sama-sama don” kata nissa

Doni pun meluncur kembali pulang ke rumahnya dengan motor sportnya. Doni merasakan hatinya sedikit tenang dengan hadirnya nissa yang menghibur kesedihannya.

BERSAMBUNG

END – Kubuka Sebuah Kostan Part 4  | Kubuka Sebuah Kostan Part 4  – END

(Kubuka Sebuah Kostan Part 3)Sebelumnya |Bersambung(Kubuka Sebuah Kostan Part 5)