X CLOSE
Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Kubuka Sebuah Kostan Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21

Kubuka Sebuah Kostan Part 3

Start Kubuka Sebuah Kostan Part 3 | Kubuka Sebuah Kostan Part 3  Start

Episode 3

Hampir tiga minggu sudah lamanya zahra mendiamkan rizal yang sudah memperlakukan dirinya secara kurang ajar. Rasa sesal telah mengenal rizal dan menjadi teman dekat hadir dalam hatinya.

Rizal sendiri sudah berusaha meminta maaf berulang kali kepada zahra namun tidak ada tanda dari zahra memaafkan dirinya. Setiap dihubungi pun zahra selalu menolak panggilannya. Dan ketika datang ke rumah zahra, orang yang dicari rizal selalu tidak ada di rumahnya.

“kamu ada masalah kah kak sama rizal?” tanya mama zahra saat sedang sarapan di meja makan

“enggak ma, kakak cuma lagi males aja ketemu cowok” jawab zahra

“lha terus pacar kamu gimana? Gak mau ketemua juga?” tanya mama zahra

“kakak udah putus kok sama dia, kakak sudah gak sayang sama dia” jawab zahra

“lho emang kalian berantem?” tanya mama zahra

“berantem dikit sih pa, cuma kakak udah gak tahan aja” jawab zahra

“terus kenapa marah sama rizal?” tanya mama zahra

“ihhh mama nanya terus kayak dosen kakak aja, bete” Jawab zahra yang sudah mulai kesal dengan pertanyaan mamanya

“non zahra ini ada boneka sama bunga dari mas rizal” kata pembantunya

“buang aja bik,, aku gak mau nerima” kata zahra yang masih kesal dengan rizal

“loh kok dibuang sih kak,, sini bik biar saya yang simpen” kata mama zahra

“ihh mama malah diterima,, nyebelin” kata zahra yang semakin kesal dengan sikap mamanya

“uuuuuh sayangnya mama cemberut gini, pa weekend besok kita ke kebun teh yuk buat ngehibur kakak” kata mamanya mencoba menghibur zahra

“boleh ma, abis itu kita tidur di villa temen papa aja” kata papa zahra

“nah siip tu pa, kamu ikut ya kak” kata mama zahra

“iya atur aja ma” kata zahra yang masih kesal

“sekalian ntar mama ajak si rizal juga” kata zahra

“hah!!! Kakak gak mau ikut kalo dia ikut juga, kakak ogah” kata zahra yang terkejut mendengar rizal akan ikut juga

“kalian itu bersahabat dari SMP loh, baru kali ini mama liat kalian berantem gitu” kata mama zahra

“mama cuma mau kalian baikan kayak dulu, ntar papa aja yang interogasi dia kenapa sampe berani bikin anak mama cemberut gini terus,, ya pa?” kata mama zahra

“beres ibu negara, kamu ikutin aja kata mama kak” kata papa zahra

“teserah mama aja dah, kakak berangkat dulu” kata zahra sambil mencium tangan papa dan mamanya

“iyaa kak,, hati – hati” kata mama zahra

“iyaaa,,,,,, assalamualaikum” kata zahra

“Waalaikumsalam” kata kedua orang tua zahra

Zahra pun berangkat menuju kampusnya untuk menyelesaikan skripsinya. Ia masih membayangkan kejadian di malam itu saat rizal berhasil meremasi kedua payudaranya.

Sambil mengendarai motornya, zahra memikirkan bagaimana jika rizal menceritakan jujur dengan apa yang telah ia lakukan ke papanya. Dirinya juga pasti akan malu dengan kedua orangtuanya.

“ntar aja deh aku coba ketemuan ma rizal, biar dia gak cerita ke papa nanti” batin zahra

******************

“sekarang emut ini kontol gue” kata rizal.

nissa tidak bisa menolak permintaan sang bapak kos itu yang sudah berdiri di hadapannya dengan kontolnya yang sudah tegak mengacung tepat didepan mulut nissa. Tangan nissa dengan sendirinya memegang kontol rizal yang sudah mengeras.

Ia dekatkan kontol rizal menuju mulutnya. Tak perlu di perintah ulang nissa memasukkan kontol rizal ke dalam mulutnya hingga menyentuh tenggorokannya.

“mmmhh aahh mhhh” desah nissa

Merasakan nissa sangat mahir membuat kontolnya kelonjotan dengan hisapannya. Rizal dengan cepat melumat bibir nissa yang penuh dengan lendir. Nissa pun membalas ciuman rizal dengan tak kalah ganasnya.

Lidah nissa langsung dililit dengan lidah rizal. rizal langsung menyingkapkan kaos nissa ke atas dan setelah itu rizal langsung melepaskan kaos nissa dan menampakkan bh krem yang dikenakan nissa.

“paakkkhhh ahhhh hmmmm” desah nissa saat rizal meremasi payudara nissa.

Rizal langsung meremas kedua payudara nissa dengan kencang. Mungkin rizal merasa tidak puas jika hanya meremasinya dari luar pakaiannya, Rizal melepaskan bibirnya yang tadi menciumi bibir nissa dan langsung meremas dan memijit putting nissa kembali.

“ahhh hmmm pakkkk hmmm” hanya itu yang keluar dari mulut nissa yang hanya bisa menerima perlakuan rizal.

Rizal hanya tersenyum melihat nissa yang perlahan mulai menerima perlakuannya, setelah mendapat angin segar lalu rizal membungkukan badannya dan langsung menghisap payudara nissa dengan kencang.

“aahhhhhhhhh mmhhhh ahhhhh” kata nissa sambil meremasi rambut rizal.

Rizal sangat ketagihan dengan tubuh penghuni kosnya yang ternyata seorang mahasiswi yang kerap melayani para dosennya. Entah beruntung atau apesnya rizal memiliki penghuni kos seperti nissa.

Perlahan nissa mulai menikmatinya. Ini terlalu nikmat baginya, ia sangat menikmati rangsangan yang dilancarkan rizal terhadap tubuhnya. Setelah puas mencium, menjilati dan menghisap payudara putih milik nissa. rizal langsung melepaskan celana pendeknya

“kontol bapak kangen kocokanmu nis”. Kata rizal

nissa yang sudah paham dengan kemauan rizal dengan sigapnya langsung mengocok kontol rizal . nissa mengocok kontol rizal dengan payudaranya yang mulai diremas kembali. Setelah hampir setengah jam nissa mengocok, dan belum menunjukkan adanya tanda – tanda rizal akan mengeluarkan cairan spermanya. nissa sempat melirik ke arah jam dinding dan sudah menunjukkan jam setengah 10 pagi. Nissa teringat bahwa jam 12 dia ada kuliah siang

“ayo emut kontol gue nis mmmh” perintah rizal sambil mengelus kepala nissa

“ahh aaah iyaaa paak mmmh mmmh” dengan lahapnya nissa memasukkan kepala kontol rizal ke dalam mulutnya lagi.

“ahhh iyaaa iseeep nis mmmh terus isep mmmh aaaah” erang rizal sambil sesekali meremas payudara nissa

Nissa membuka mulutnya lebih lebar supaya seluruh kontol rizal dapat masuk ke dalam mulutnya. Hanya desahan kenikmatan yang keluar dari mulut rizal saat kontolnya berada dimulut nissa hingga menyentuh kerongkongannya. Dan dengan sengaja rizal menahan agak lama kepala nissa,

“hmmm hooeekk” nissa dibuat mual oleh rizal

“ayo masukin lagi nis” perintah rizal yang langsung dituruti oleh nissa dengan membuka lagi mulutnya dan dengan cepat rizal mengarahkan kontolnya masuk ke dalam mulutnya.

“mmhhh” hanya itu yang keluar dari mulut nissa.

“ah mulut lu enak nis. Jangan sampe kena gigi ya.” kata rizal sambil kembali meremasi payudara wanita cantik itu.

“mmhhh mhhhh keemmhhh.” desah nissa yang masih tersumpal kontol rizal dan memaju mundurkan kepalanya

rizal masih saja meremasi payudara nissa yang bergelantung indah di dadanya, itu membuat nissa merasa sangat geli dan sangat membakar birahinya. Anehnya nissa malah semakin menikmati kontol rizal saat payudaranya diremas dengan ganas.

“mmmhhh mmmhhhh mmhhaahhhh.” Desah nissa berulang kali.

“ahhh nis nikmat banget. Gue gak tahan nis” celoteh rizal

Mendengar perkataan rizal itu nissa berniat untuk mengangkat kepalanya karena rizal akan mengeluarkan cairan spermanya, namun kepalanya ditahan oleh rizal dan malah semakin menyodok mulut nissa dengan cepat.

“ahhh niiiss, terima iniiiihhh ahhhh.” erang rizal

Dan
crooottt crooot ccrrrooott cccrooot
nissa merasakan mulutnya di siram sperma rizal sampa lima kali. nissa merasakan rasa dan aroma sperma rizal sangat nyaman didalam mulutnya hang membuat dirinya suka dengan sperma rizal. Lalu rizal melepaskan kepala nissa dan seketika nissa langsung menelan semua sperma rizal yang berada di dalam mulutnya.

“makasih nis, mulut lu enak banget” kata rizal

Selesai membuang spermanya di dalam mulut nissa yang baru saja selesai mandi. Rizal pun keluar dari kamar nisaa dan membersihkan tubuhnya.

Sekitar satu jam kemudian, rizal yang sudah selesai mandi sedang bersantai seorang diri di pos satpam. Saat itu satpam yang biasa jaga sedang pergantuan shift jaga. Dan kebetulan saat itu satpam yang jaga di shift selanjutnya terlambat datang.

“zal, ntar jam 1 temuin gue di langit cafe, ada yang mau gue omongin sama lu”

“iya ra, btw aku bener – bener minta maaf ya aku udah kurang ajar sama kum, jujur aku khilaf ra”

“Kutunggu disana, see you”

Zahra ternyata maaih cuek dengan rizal karena perbuatannya yang tidak bisa mengontrol diri. Di satu sisi rizal juga sangat senang karena zahra menghubunginya walaupun hanya chat

Sedang sibuk dengan smartphonenya, rizal melihat nissa sudah siap berangkat ke kampus dan sedang mengambil motornya. Dan saat melewati pos satpam dimana rizal berada disana. Mau tidak mau ia harus berhenti di depan pos untuk membuka pagar.

Dan saat berhenti rizal langsung menghampiri nissa yang masih duduk d atas motor. Dan langsung melumat bibir nissa.

“nanti ketauan sama yang lain pak jangan disini” kata nissa saat rizal melepas ciumannya

“baiklah, nanti malam gimana?” kata rizal

“terserah pak rizal, tapi saya buru – buru sekarang” kata nissa

“okee nanti malam saya tunggu di hotel xxxx ya, dan siapin pantat kamu nis” kata rizal

“maksudnya pak?” kata nissa

“kamu tau lah” kata rizal

“gak mau saya pak, kalo mau pake memek saya saja” kata nissa

“ini perintah nis bukan permintaan, dan inget apa yang aku punya tentang diri kamu,, jadi pikirkan diri kamu” kata rizal

“tapi pak saya gak mau” kata nissa

“bagaimana kalo saya kasih pilihan, kamu mau pantatmu yang ku sodok atau bawa teman sekampusmu untuk ku tiduri” kata rizal

Nissa semakin bingung dengan nasibnya dan pada akhirnya rizal membukakan pintu pagar untuk nisaa pergi ke kampusnya.

*****************

Pukul 1 siang rizal baru saja tiba di langit cafe untuk menemui zahra. Dan di salah satu kursi itu zahra sudah menunggu kedatangan rizal.

Dengan muka yang sangat kesal melihat wajah rizal berada dihadapannya.

“udah lama nunggu ra?”

“PLAAAAAAK”
Suara tamparan yang sangat keras terdengar oleh para pengunjung dan karyawan cafe. Beruntungnya situasi cafe itu masih cukup sepi. Hanya beberapa pengunjung yang berada di dalam cafe.

Mendengar suara tamparan yang keras itu membuat semua orang yang berada di dalam cafe menolek ke arah mereka berdua yang menjadi sumber suara.

“kalo bukan karena mama, gue gak bakal mau ketemu ma lu zal, jujur gue nyesel banget pernah kenal sama lu”

“maafin gue ra, gue bener – bener gak berniat buat ngelakuin itu ke kamu”

“……”

“gue khilaf ra, gue gk berniat ngelakuin tu ke kamu”

“…..”

Zahra tetap diam mengacuhkan semua permintaan maaf dari rizal. Dalam hati ia sudah sangat benci dengan sosok rizal.

“mama mau ngajak kamu liburan”

“kenapa ajak aku?”

“mungkin papa sama mama tau tanya apa yang sudah kamu lakukan ke anak kesayangannya”

“hah!?”

“jadi kamu ikut aja, yang jelas kalau kamu nanti menceritakan secara jujur apa yang sudah kamu lakukan kamu harus tanggung jawab”

“tapi ra? Pacar kamu gimana?”

“ya mungkin ini caranya aku bisa putus sama cowokku”

“…………”

“kenapa? Kamu takut? Dasar,, sama aja pengecutnya”

“bukan itu ra, ada yang aku pikirkan selain itu,, tapi aku pasti bertanggung jawab atas perbuatanku”

“ya sudah buktikan omonganmu, aku tunggu jumat malam dirumah kalo kamu bukan pengecut atau bajingan”

Rizal hanya terdiam melihat zahra meninggalkan mejanya dan keluar dari cafe. Rizal nampak bingung apa yang harus ia katakan nanti terhadap kedua orang tua zahra.

Jika ia berkata jujur apa mungkin kedua orang tua zahra akan memaafkan dan menerima pertanggungjawaban darinya. Bisa jadi malah rizal dilaporkan ke polisi atas pelecehan seksual.

Jika nanti dia berbohong kepada orang tua zahra, zahra pasti akan lebih membenci dia. Karena tidak berani berkata jujur. Bisa jadi zahra akan lebih menjauhi dirinya. Lalu apa yang harus ia lakukan.

Saat kembali ke rumahnya yang dijadikan tempat kos. Rizal terus merenung memikirkan apa yang harus ia katakan dihadapan kedua orang tua zahra. Besok sudah weekend, tidak waktu bagi rizal untuk terlalu lama memikirkan hal itu.

“biasanya gue bisa jadi orang yang bijak, dan nenangin orang, tapi kenapa ini gue gak bisa, gue butuh orang yang nenangin gue saat ini” batin rizal

Sampai malam hari ia meluncur ke sebuah hotel yang sudah dijanjikan kepada nissa. Sesampainya di hotel ia masuk ke dalam sebuah kamar dimana nissa sudah menunggu di salah satu kamar hotel mewah itu.

Melihat nissa sedang bersantai di atas tempat tidur dengan menonton tv rizal mendekati nissa yang masih berpakaian lengkap sama seperti saat tadi ia berangkat kuliah dan langsung mencium bibir manisnya.

Nissa perlahan juga ikut menikmati bibir rizal. Nissa memasukkan lidahnya ke dalam mulut rizal. Ciuman rizal tak hanya disitu kini ciumannya beralih ke seluruh permukaan wajah nissa dan hinggap di belakang telinganya.

“mmmh gelii aaah mmmh mmh” desah nissa

Tangan rizal pun tak tinggal diam, tangan nakal itu pun aktif merayap ditubuh nissa. Perlakuan rizal terhadap tubuhnya membuat birahinya terpancing. Tangan nissa yang awalnya diam kini sudah hinggap di selangkangan rizal.

Selama beberapa menit rizal menjilati wajah dan leher nissa hiingga membuat basah oleh liurnya. Kini rizal mengeluarkan kontolnya dari dalam celananya dan memposisikan tangan nissa yang mulus itu menggenggam kontolnya yang sudah berdiri.

“tubuh lu selalu bikin gue nafsu nis uuuh iyaaah kocok gitu” kata rizal

Nissa hanya diam saja mendengar celoteh rizal. Rizal menyingkap kaos putih nissa setelah melepas kemeja nissa dan bh putihnya. Terpampanglah payudara nissa yang putih dan besar itu. Payudara nissa masih dihiasi bekas cupangan merah yang tadi pagi dibuat oleh rizal. Rizal meremasi payudara mahasiswi itu.

Puas bermain dengan payudara nissa, rizal meminta nissa untuk memainkan tubuhnya sendiri. Nafsu nissa yang sudah tinggi langsung melepaskan semua pakaiannya hingga nissa telanjang di depan rizal. Dengan menghadap ke rizal, nissa meremasi kedua payudarnya dan memilin putingnya yang sudah menegang.

Melihat apa yang dilakukan nissa membuat rizal semakin panas, rizal ikut melepaskan semua pakaiannya hingga telanjang dan mengocok kontolnya sendiri sambil melihat nissa mengobok – obok memeknya sendiri. Tau memek nissa sudah basah akibat kocokan tangannya. rizal medekati nissa kembali.

“Ih dasar gak sabar amat udah telanjang gitu pak” kata nissa menggoda rizal

“Udah gak tahan gue. Lu tau sendiri tadi lu binal banget udah kayak perek” kata rizal.

Nissa yang saat itu di ranjang dengan dua jarinya masih menancap di dalam memek yang selalu ia rawat itu kini berdiri lalu dipeluk dari belakang oleh rizal. Rizal mencium lehernya yang tertutup rambut panjangnya. Rizal memeluk nissa sambil meremas lagi kedua payudara nissa.

“Gue udah ketagihan sama tubuh lu nissa mmmh ssshh” kata rizal sambil menggesek2an kontol rizal di belahan pantatnya. Rizal melakukan itu selembut mungkin menikmati setiap gesekan dan remasan yang ia rasain.

“Aaah aaah aaahh mmmmh geli.. uuuh enak banget” desah nissa. “Ennnaaak bangeet aaah”

Rizal balik badannya menghadap dirinya dan ia cium langsung bibirnya. nissa pun membalas ciuman gue dengan ganas.

“udah berapa yang nikmatin bibir lu” kata rizal.

“banyak” jawabnya sambil tersenyum manis lalu mencium rizal lagi.

“dasar mahasiswi perek” hina rizal

“emang gue pikirin, sini emut pentil gue” kata nissa

Nissa benar – benar sudah tidak peduli jika ia harus bersetubuh dengan rizal yang notabene merupakan bapak kosnya sendiri. Walaupun rizal hanya berjarak 6 tahun dari penghuni kos yang paling tua. Mereka mayoritas memanggil rizal dengan sebutan “pak” untuk menghormati pemilik kos.

Puas melakukan ciuman, nissa mengarahkan bibir rizal ke toketnya yang putih. “Ini nih yang bikin dosen lu gak bisa tidur tiap malem, gue makan lu” kata rizal lalu menghisap pentilnya yang menonjol.

“Aaah geli paakkaaaah aampuun mmmmh” desah nya saat menahan geli saat pentilnya dihisap. Rizal memposisikan nissa telentang di atas ranjang dan melebarkan pahanya. Posisi dia yang telentang di ranjang membuat rizal leluasa bermain dengan payudaranya.

“Aaah gak taahaaaan ampuun gelii bangeet mmmmmhh aaah aaaahh aaaah aahhh mmmmmhhh” kata nissa

Terlalu bernafsunya tanpa sadar rizal melihat di payudara nissa semakin penuh dengan kemerahan. Rizal terus meremas – remas payudaranya.

Setelah itu, rizal duduk di atas payudara nissa dan menyodorkan kontolnya ke mulutnya. Nissa paham apa yang akan diinginkan oleh rizal. Dia lalu membuka mulutnya dan memasukkan kontol rizal ke mulutnya.

“aaah gilaaa mulut mahasiswi emang enaaak mmmh iseeep nis” desah rizal

Rizal mulai menggenjot mulut nissa dengan perlahan dan menikmati setiap hisapan yang rizal rasakan. Terkadang rizal mengeluarkan kontolnya dan menamparkan kontolnya ke pipi dan wajah nissa.

“Perek juga lu nis, gak nyangka kalo lu doyan kontol” ejek rizal.

“sini ah, nissa isep lagi kontol pak rizal” kata nissa sambil memasukkan lagi kontol rizal ke mulutnya.

Siapa sangka seorang mahasiswi seperti nissa, kini dengan kondisi telanjang bulat tengah menghisap kontol seorang pria yang ketagihan dengan hangat tubuhnya.

Nampak kontol hitam rizal terus keluar masuk di mulut nissa. Rizal menahan kepala nissa hingga kontoi rizal terbenam sepenuhnya di dalam mulutnya.

Setelah itu rizal melilitkan kontolnya yang diselimuti liur nissa dengan rambut panjang nissa. Sensasi ini yang tidak bisa dilupakan oleh rizal. Setelah puas menikmati servis oral yang diberikan oleh nissa. Rizal pindah ke selangkangan nissa. Rizal menempatkan kepalanya tepat di depan memeknya yang berbulu lebat.

“Aaaah aaah pak rizaal apaaain memek nissa aaah enaaak” desah nissa saat rizal menjilati memek nissa. “God nissa gak tahaaaan aaaah fuuck mmmmmh aaaah”

rizal terus menjilati memeknya yang mulai basah itu. “Iyaaah disiituu iseep aaah enaaak aaaah.. ampuuun nissa gak tahaaannn”.

Rizal mencoba menyentil klitoris nissa pakai lidahnya. Tubuh mulus nissa semakin menggeliat saat rizal mulai menusukkan dua jarinya dan mengocok memeknya.

“Iyaaah masukin uuuuh kocok memek nissa uuuhh enaaak” nissa menikmati apa yang dilakukan rizal terhadap memeknya.

Rizal mempercepat kocokan dua jari tangannya di memek nissa. Dan yang ditunggu pun tiba seorang mahasiswi cantik sedang telanjang berduaan didepan bapak kosnya disebuah hotel tubuhnya menegang menikmati orgasme yang baru saja ia capai lewat jari rizal yang mengobok – obok memeknya. Ssrrrr.. ssrrr.. ssrrr cairan cinta nissa menyiram jari rizal yang ada di dalam memeknya.

“aaaaaah aaaaahh guee nyampeee aaaaaah bangsat enaaak bangeet” teriaknya saat orgasme.

“Enak banget yah?” Tanya rizal

“mmmh mmmh mmmh” jawabnya sambil mengangguk kepalanya

Dengan jahil rizal memasukan jari yang tadi ia pakai mengobok – obok memek nissa ke dalam mulut nissa. Tangan rizal yang diselimuti oleh cairan memek nissa itu dihisap oleh nissa hingga bersih.

Rizal kemudian kembali ke selangkangan nissa, kontolnya yang sudah berdiri tegak kemudian di tempatkan di bibir memek nissa, sembari menciumi bibir nissa dan meremasi kedua payudara nissa ia menggesek – gesekan kepala kontolnya di memek nissa. Saat nissa keenakan dengan rangsangan di memeknnya, rizal kemudian memasukkan pelan-pelan kontolnya.

“aduh.. mmmh sakit… tahan sebentar pak” sambil mencoba menahan rizal.

“tahan sebentar aja..” kata rizal

rizal kemudian pelan-pelan menggesek memek nissa. rizal dengan sekuat tenaga langsung melesakkan kontolnya menembus memek nissa.

Blesssshhh…
“aauwwhhhh mmmmh mmmh” jerit nissa saat memeknya di paksa menelan kontol rizal.

Setelah nissa mulai menikmati kontol besar rizal di dalam memeknya, ia mulai menggenjot memek nissa dengan perlahan. Rizal meremas kedua payudara nissa secara bergantian agar rasa nikmat pada tubuhnya semakin bertambah.

“mmmmmh udaah genjot memek nissa yang cepet paak mmmh” desah nissa

Rizal mulai meningkatkan tempo genjotannya “uuuh sempiit banget memek mu nis, enak banget” kata rizal.

“Nih rasain kontol bapak nis, kamu bakal ketagihan sama kontol bapak” kata rizal sambil terus menaikkan tempo genjotannya.

“Aaaah aah aaaah terus fuck me, enaak aaah aaaah kontol pak rizal enak bangeeet” celotehnya saat mulai merasakan kenikmatan yang ditimbulkan dari memeknya.

Bosan dengan posisi man on top, rizal lalu memposisikan nissa menungging di atas ranjang. “kamu nungging dulu nis, bapak mau dari belakang” perintah rizal. tanpa banyak kata nissa pun langsung menuruti kata rizal.

Rizal langsung menghujamkan kontolnya ke memek nissa dari belakang. Memek nissa masih terasa sempit walaupun memeknya sudah banyak yang menikmati.

“Aaaah cepetin genjotannya paaak aaaah aaah aaah” desah nissa.

“Gila memekmu memang mantap nis, uuuuh sempitnya bikin bapak gak nahan aaaah aaah” kata rizal menikmati setiap gesekan yang ia rasakan.

Rizal semakin meningkatkan tempo genjotannya dan menikmati setiap erangan yang dikeluarkan nissa ini. Tangan rizal meraih rambutnya dan menjambaknya yang membuat nissa terdongak dan persis menghadap kamera.

“Cepeet genjot yaang keraaas aaaah aaah terus enaaak aaah” desah nissa yang diikuti dengan orgasmenya.

“aaaaah nissaaa nyampeee lagiii aaah aaah aah” erang nissa

Sepertinya rizal sudah tidak peduli lagi, sekarang yang penting bagaimana caranya agar ia bisa ngecrot di dalam memek nissa. Dan tak lama kemudian saat rizal menggenjot memek nissa dangan cepat ia merasa spermanya akan keluar.

“bapak mau keluaar niiss rasain nih peju bapak aaah aaaahh aahhh”. Dan crooot croott croooott sperma rizal meluncur deras ke dalam memeknya.

“Aaaah kok keluar di dalem pak? Aaah aaaah” kata dia sambil menikmati sisa – sisa kenikmatan yang dia rasakan.

“Enak kan? Mmmh mmh” tanya rizal sambil mencium bibirnya dari belakang.

Setelah menikmati tubuh nissa, rizal meninggalkan nissa yang telentang lemas di atas ranjang menikmati sisa persetubuhannya. Rizal melihat jam yang sudah menunjukkan tengah malam. Nissa yang masih tiduran di ranjang dengan lelehan sperma rizal di sekitaran memeknya bangun ketika rizal menyodorkan segelas minuman.

“capek banget yah, sampe abis itu segelas” kata rizal

“lumayan, ntar kalo nissa hamil gimana pak” kata nissa

“hahahahaha ada syaratnya kalo bapak yang tanggung jawab” kata rizal

“apa lagi? Belom puas lu entot memek gue?” kata nissa

“haha ada lagi yang belum” kata rizal

“apaan?” kata nissa

“kamu tau lah lubang mana lagi yang belum gue entot, yang tadi pagi” kata rizal

“maksudnya?” Tanya nissa. “jangan bilang kalo……….” Lanjutnya

“hahahaha iyalah, ini belum bapak entot tau, kamu kasi pantatmu ntar bapak tanggung jawab kalo kamu hamil” kata rizal

“brengsek banget emang bapak, bangsat” maki nissa. “yaudah ayo entot pantat nissa” kata nissa

“hahahaha good bitch. Emang cocok jadi perek kamu nis daripada jadi mahasiswi” kata rizal

“banyak omong, cepet masukin tuh kontol bapak” kata nissa

“emut dulu dong beibh” kata rizal

Nissa kemudian berlutut didepan rizal dan kembali melahap kontol rizal. mahasiswi cantik itu kemudian segera memegang kontol rizal dan memasukkan ke mulutnya untuk dijilat, dihisap dengan lidahnya.

Kini nafsu rizal sudah tidak bisa di bendung lagi. Setelah menikmati kuluman dari mulut nissa, kini dirinya kemudian memegang kepala nissa, dan memompa kontolnya di mulut nissa dengan cepat.

Nissa hanya bisa diam menerima perlakuan rizal terhadap mulutnya. Nissa berusaha membuka mulutnya selebar mungkin agar kontol rizal tidak mengenai giginya. Dengan kasar rizal terus melakukan pompaan kontolnya itu ke mulut nissa sampai menyentuh tenggorokan nissa.

“uhuukk uhhuuuk uhuuuk” nissa sempat tersedak saat kontol rizal masuk seluruhnya hingga mengenai tenggorokannya.

Bahkan kini ludah nissa mulai keluar dari sela – sela bibirnya karena menahan brutalnya kontol rizal memompa mulutnya. Puas melakukan sodokan kontol di mulut nissa, rizal yang udah tak tahan lagi ingin mengeluarkan spermanya pun lantas merubah posisi nissa menjadi tengkurap di atas. Dan pada saat itu rizal akan menikmati pantat nissa.

Tak tahan melihatnya rizal mencoba buka perlahan lubang pantat nissa. Terlihat sangat sempit dan mustahil kalo kontol rizal bisa menembusnya.

“kecil banget lubangnya, belum pernah disodomi ya kamu?” kata rizal.

“banyak omong ih, masukin aja kalo mau entot pantat nissa” jawab nissa yang sudah kesal dengan rizal

“eh malah nantangin” kata rizal

Rizal memposisikan pantat nissa hingga menungging lalu mencoblos lagi memeknya yang masih berlumuran cairan ludah nissa. Sembari kembali menggenjot memek nissa, rizal meremasi bongkahan pantat nissa dan menamparinya. Hingga menimbulkan bekas merah di pantat nissa yang membuat nissa mengerang kesakitan.

“aaauwh… aaauwh,, aauwwh saakiit bangsat” maki nissa

“uuuuh jepitan memek kamu emang mantep dah” celoteh rizal.

“aaaah aaaah i..i..iyaa enaaak bangeet uuuh uuh aaaauwh” desahnya saat kontol rizal mulai masuk dan perlahan menggenjotnya. Memeknya terasa sangat sempit dan licin, rizal pun semakin kelonjotan merasakannya.

Semakin lama genjotan rizal semakin cepat. Hentakan genjotan rizal membuat payudara nissa yang bergantung juga ikut bergoyang mengikuti setiap sodokan kontol rizal pada memek nissa. rizal yang melihat itu langsung meremas-remas kuat payudara nissa dan terkadang ia tarik puting mungil nissa.

“aaaah pelaaan paak saakiiit aaaah aaaauwh udaah nissa gak tahaan sakiiit ampuuun” teriak nissa yang merasakan antara sakit di payudara mulusnya.

rizal menampar pantat nissa yang seakan terus menggoda rizal. “aaaauwh saaakkiiit paaaak aaaah aaah aah mmmmhh udaaah periiih bangeeet” erangnya.

Jeritan dan erangan yang dikeluarkan membuat semakin bernafsu untuk menggenjotnya. Sementara bagi nissa setiap tusukan dan gesekan pada memeknya membuat dia semakin tak bisa menahan orgasmenya kembali.

“aaaaaaaaaahhhhh nissa mauu nyampeee lagiii aaah aaaaaaah aaahh” erangnya saat orgasmenya muncul.

Penasaran dengan pantatnya rizal mencoba menusuk pantat nissa dengan jempolnya. nissa yang kaget merasakan pantatnya ditusuk secara tiba-tiba itu mencoba menahan rasa pedih di lubang pantatnya.

Tapi apa daya badannya terlalu lemah untuk melawan. Tenaganya habis sudah setelah orgasme yang ia rasakan. Walaupun nissa pernah merasakan pantatnya di masuki oleh kontol produsernya.

Namun bagi nissa ia sangat jarang mengijinkan tiap lelaki yang menikmati tubuhnya untuk menggenjot pantatnya. Itu sebabnya lubang pantat nissa masih terlihat sempit walaupun sudah pernah dijebol dengan kontol.

“aaauwh sakiiit aaah aaaah” erangnya

Setelah ia rasa lobang pantat nissa sudah mulai terbuka tanpa buang waktu rizal masukan kontolnya ke pantat mahasiswi cantik itu.

“aaaaih susaah bangeet pantatmu mmmh sempit bangeet aaaahh” erang rizal.

Kepala kontol rizal mulai membelah pantat nissa yang sangat sempit. Butuh kesabaran dan usaha ekstra buat rizal menjebol pantat nissa.

“aaaaauwh sakiiit cabbutt mmmh ampunn aaah” pinta nissa.

“nikmatin dulu aja ntar juga enak kok” kata rizal

Nissa yang sebelumnya dengan posisi merangkak kini terjatuh lemah tak bertenaga hingga hanya pantatnya yang terangkat. Saat itu rizal melihat air matanya turun dengan deras.

Bahkan rambut hitamnya basah terkena keringatnya. Perlahan kontol rizal masuk lebih dalam ke pantat nissa. Walaupun kontol rizal sudah terlapisi oleh cairan memek nissa dan cairan orgasmenya itu masih tidak dapat memperlicin proses penetrasi kontol rizal. Saat kontol rizal sudah masuk setengahnya dan dengan tiba-tiba

bleessss…
“aaaaaaaaah saakiiit aaaaaaah udah ampun mmmh aaaauwh pantat nissa ngilu cabuut mmmh aaaaaaah ampun pake memek aja mmmh sakiiit” maki nissa saat kontol rizal dihentakan dengan keras dan masuk sepenuhnya ke dalam pantat nissa.

Beberapa saat rizal mendiamkan kontolnya di pantat nissa untuk menikmati jepitan pantat penyanyi dangdut yang cantik itu. Tak lama rizal mulai genjot kontolnya dengan perlahan dan berangsur-angsur semakin cepat.

“gilaaa pantatmu enak banget niss” ejek rizal

Rizal lalu meningkatkan tempo genjotannya. Dan beberapa detik kemudian nissa pingsan akibat tidak tahan menahan rasa sakit pada pantatnya karena genjotan rizal yang semakin kasar. rizal yang sudah tak peduli keadaan nissa terus menggenjot pantatnya untuk mencapai puncaknya.

Dan croooot crrrooot croot tak lama setelah nissa pingsan dan sperma rizal meluncur deras ke dalam pantatnya. rizal pun lelah dan ambruk menindih punggungnya.

Sampai pada pagi harinya nissa terbangun dengan kondisi sperma rizal yang mengering di lubang pantatnya. Sementara rizal sudah pergi dari kamar hotel itu dan meninggalkan beberapa lembar uang untuk biaya nissa menggugurkan kandungannya jika nanti hamil.

******************

Pagi ini rizal akan ikut dengan orang tua zahra yang mengajaknya berlibur. Waktu masih pagi buta. Matahari pun masih belum menampakkan sinarnya di ufuk timur. Namun rizal sudah terbangun dan menyiapkan mobilnya menuju rumah zahra.

Selama dalam perjalanan menuju rumah zahra, rizal masih saja memikirkan apa yang harus ia akan katakan kepada orang tua zahra nantinya. Dan setibanya di rumah zahra, rizal disambut oleh kedua adik zahra.

“kak rizal udah sampee yeeeaaay” kata rizky seorang anak laki-laki paling kecil di keluarga zahra

Anak kecil itu menarik rizal masuk ke dalam rumahnya dimana zahra dan kedua orang tuanya tengah sibuk menyiapkan beberapa tas untuk keperluan mereka selama berlibur

“eh nak rizal sudah datang, naik apa kesini?” kata mama zahra

“tadi bawa mobil kok tante, itu saya parkir di depan” kata rizal

“wah kebetulan kalo rizal bawa mobil, nanti zahra, difa sama rizky naik mobil rizal aja, biar barangnya di mobil papa” kata mama zahra

“begitu juga bisa, gimana kak?” kata papa zahra

“teserah mama aja” kata zahra

Zahra masih menunjukkan wajah kesalnya melihat rizal. Sementara kedua orang tua zahra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku zahra.

“ayo kita berangkat sekarang, keburu macet nanti” kata papa zahra.

Setelah membagi penumpang, kedua mobil itu meluncur ke sebuah villa di lereng dataran tinggi di daerah timur pulau jawa. Selama hampir 3 jam perjalanan zahra hanya diam dan tidur di dalam mobil rizal.

Sampai di sebuah villa mewah, mereka langsung merapikan barang bawaan mereka dan menyiapkan untuk makan malam di villa itu.

“rencananya kita ngapain ma disini?” tanya zahra

“ya liburan dong kak, masa cuma pindah tidur doang sih” kata difa

“ih,, ngikutin aja sih anak kecil” kata zahar kesal

“hari ini kita istirahat dulu, nah besok kita jalan ke puncak bukit buat liat matahari terbit, hari ini kalian kalo mau renang boleh, mau main juga boleh, ajak si rizal juga” kata mama zahra

“aku mau renang aja ah” kata diva

“kak diva, aku ikuuuuut” teriak rizky

“kamu gak ikut kak?” kata mama zahra

“gak ah, ak beres-beres aja terus tidur” kata zahra

“ihh kamu kok gitu sih kak, ajak rizal tu buat menikmati disini” kata mama zahra

“kan mama tau kalo aku lagi sebel sama tu anak, masih aja maksain,, kalo mama mau, mama aja gih yang bilang ke rizal” kata zahra

Zahra meninggalkan mamanya dan masuk ke dalam kamarnya dengan membawa tas bawaannya sendiri. Mama zahra pun semakin heran dengan apa yang terjadi dengan mereka berdua hingga membuat zahra seperti itu

Sementara mama zahra merapikan barang bawaan mereka, papa zahra menghampiri rizal yang sedang mengawasi kedua adik zahra yang sedang bermain di pinggir kolam renang.

“gimana nak rizal, pernah ke daerah ini?” kata papa zahra

“belum om kalo tinggal di daerah sini, tapi kalo lewat yang di jalan besar tadi kayaknya sering dulu waktu jaman kuliah dan sibuk cari tempat buat magang” kata rizal

“owh gitu, memang magang di daerah mana?” kata papa zahra

“di perusahaan xxx jadi jalan besar tadi ke selatan terus sampe perbatasan kabupaten om” kata rizal

“oooh yang perusahaan besar itu ya?” kata papa zahra

“iya om” kata rizal

“terus kenapa gak diterusin aja magang disana, siapa tau bisa kerja disana nantinya” kata papa zahra

“waktu masih sibuk ngurus dagangannya orang tua om jadi gak bisa kalo pulang pergi sejauh itu om, apalagi kalo nanti sampe tinggal disana tambah susah lagi ngurusinnya” kata rizal

“begitu, iya juga sih ayahmu kan sukses banget itu jualannya, oiya denger dari zahra katanya kamu bikin kosan ya?” kata papa zahra

“iya om, rumah yang dekat kampus itu disuruh ibuk dijadiin kosan, katanya biar ada yang tinggal disana, dan bisa menghasilkan uang juga” kata rizal

“wah ibumu ternyata masih ada jiwa bisnisnya, salut sama ibumu” kata papa zahra

“hahahahhaha ya begitulah om, makanya saya mau ikutin cara mereka bagaimana menghasilkan uang” kata rizal

“iya bagus itu zal, terus itu kenapa si zahra jadi seperti gak suka sama kamu, kayak benci gitu” kata papa zahra

“………….” rizal hanya terdiam

Sekejap rizal menjadi bisu dan bingung apa yang harus ia katakan kepada ayah zahra.

“begini om, saya minta maaf sebelumnya.. Saya gak tau harus cerita seperti apa ke om,, tapi saya yang salah om” kata rizal mencoba menjelaskan kepada papa zahra

“memang ada apa?” kata papa zahra

“saya sudah berbuat kurang ajar sama zahra, saya sudah menyakiti perasaan zahra om,, saya minta maaf om” kata rizal

“maksudnya apa? Apa yang kamu lakukan?” kata papa zahra

“mohon maaf om, saya sudah mencium zahra om” kata rizal

Papa zahra terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut rizal. Rizal yang terdidik dari keluarga yang tidak pernah diajarkan untuk berbohong pun dengan jujurnya menceritakan apa yang telah ia lakukan kepada zahra malam itu.

Papa zahra pun memanggil zahra yang berada di dalam kamarnya sekaligus dengan mama zahra. Mereka berdua begitu terkejut mendengar apa yang diceritakan papa zahra.

Zahra tidak menyangka bahwa rizal berkata jujur di depan papanya. Sementara mama zahra juga terkejut, orang sebaik dan sesopan rizal pun ternyata mempunyai sifat cabul seperti itu.

Papa zahra habis-habisan memarahi rizal dan zahra saat itu. Zahra pun juga di paksa untuk mengakhiri hubungannya dengan doni.

“sekarang kamu pulang, jangan pernah kamu dekati zahra lagi, dan jangan pernah kamu injak rumah saya” usir papa zahra

Rizal pun perlahan bangkit dan pergi meninggalkan villa itu. Sayup – sayup ia mendengar bahwa papa zahra juga menyuruh zahra untuk mengakhiri hubungannya dengan doni.

“kamu zahra, mulai sekarang kamu harus sudahi pacaranmu dengan doni, sekarang biar papa yang mencari jodoh untuk kamu” kata papa zahra

Mama zahra memeluk anak pertamanya itu dengan penuh rasa sayang.

“mana nomor doni, biar papa yang telfon dia” kata papa zahra

Zahra memberikan nomer hape doni kepada papanya. Papanya nampak begitu sayang menjaga zahra. Ia nampak begitu kecewa dengan rizal yang tidak bisa menjaga anak gadisnya. Oleh karena itu papa zahra berniat mencarikan pasangan yang bisa menjaga zahra dengan baik.

Dengan nada yang tegas papa zahra menghubungi doni untuk mengakhiri hubungan mereka. Sementara doni yang tidak tau permasalahannya pun hanya bisa diam mengiyakan semua omongan papa zahra dan mau tidak mau ia mengakhiri hubungannya.

******************

Rizal dengan masih diselimuti rasa emosionalnya berusaha mengirim sebuah pesan ke hape zahra.

“maaf jika aku harus berkata jujur ke ayah kamu, aku memang tidak bisa berbohong. Dan aku memang salah. Saat aku meminta maaf ke kamu saat berada di cafe tapi kamu hanya diam tidak ada jawaban jika kamu memaafkanku,, dari situ aku tau jika kamu benar-benar tidak bisa memaafkanku. Ini sudah menjadi konsekuensiku karena telah berbuat yang kurang ajar ke kamu, menyakiti perasaan kamu,, lebih baik aku menjauh dari kamu, keluargamu, dan kehidupanmu. Karena aku tidak bisa menjaga kamu sebaik yang aku bisa.. Maaf jika aku melakukan ini.. Aku menjauh bukan karena aku benci, tapi karena aku sayang sama kamu.. Dan aku sadar jika aku bukan yang terbaik, aku hanya merusak dirimu,, sekali lagi aku minta maaf”

“jujur aku sayang sama kamu, tapi aku tau caraku menyayangimu salah, sekali lagi aku minta maaf, mulai hari ini aku pamit…terimakasih sudah memeberi warna sejak aku masih kecil”

Rizal kembali meluncur ke rumah yang menjadi rumah kosan itu untuk menenangkan diri disana.

BERSAMBUNG

END – Kubuka Sebuah Kostan Part 3  | Kubuka Sebuah Kostan Part 3  – END

(Kubuka Sebuah Kostan Part 2)Sebelumnya |Bersambung(Kubuka Sebuah Kostan Part 4)